Tak Sekadar Penghasil Madu, Mengapa Lebah Apis dorsata Penting bagi Lingkungan dan Ekonomi Warga?

Bimo Aria Fundrika

Rabu, 03 Juni 2026 | 12:00 WIB
Tak Sekadar Penghasil Madu, Mengapa Lebah Apis dorsata Penting bagi Lingkungan dan Ekonomi Warga?
Ilustrasi lebah. (Pixabay/Capri23auto)
baca 10 detik
  • Sidi Rana Menggala meneliti peran vital lebah Apis dorsata dalam menjaga ekosistem serta ekonomi masyarakat di sekitar perkebunan sawit.
  • Alih fungsi lahan dan fragmentasi hutan mengancam habitat alami lebah yang berfungsi sebagai penyerbuk penting bagi keanekaragaman hayati.
  • Industri sawit diharapkan mengintegrasikan upaya konservasi seperti perlindungan pohon besar untuk menjaga keseimbangan ekosistem dan kesejahteraan ekonomi lokal.

Suara.com - Di tengah meningkatnya perhatian terhadap dampak lingkungan industri sawit, satu aktor penting sering luput dari pembahasan: lebah hutan raksasa atau Apis dorsata.

Padahal, spesies asli Asia Tenggara ini tidak hanya berperan menjaga keseimbangan ekosistem, tetapi juga berkontribusi terhadap penghidupan masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan hutan dan perkebunan melalui jasa penyerbukan serta produksi madu hutan.

Dalam penelitian berjudul Apis dorsata, the Giant Honey Bee in the Indonesian Palm Oil Sector and Its Environmental and Local Economic Impacts, Sidi Rana Menggala dari Faculty of Bioscience Engineering, Ghent University, Belgia, menyoroti pentingnya jasa ekosistem yang selama ini kerap luput dari perhatian dalam industri sawit.

Menurut Sidi, pembahasan mengenai sawit umumnya lebih banyak berfokus pada produk akhir, mulai dari minyak goreng, bahan baku kosmetik, hingga biofuel. Padahal, produktivitas perkebunan juga sangat bergantung pada proses-proses alami, termasuk penyerbukan yang dilakukan oleh berbagai jenis serangga.

Kebijakan Biodiesel 50 atau B50, yang mencampur minyak kelapa sawit (crude palm oil) sebesar 50 persen ke solar, akan diterapkan mulai 1 Juli 2026. [Antara]
Ilustrasi Sawit. [Antara]

"Ketika berbicara tentang sawit, kita sering lupa bahwa keberhasilan produksi buah juga bergantung pada proses penyerbukan yang terjadi di alam," tulis Sidi, yang juga menjabat sebagai Koordinator Nasional Global Environment Facility Small Grants Programme (GEF SGP) Indonesia serta Bioscience Engineer and Sustainable Development Leader.

Ia menekankan bahwa keberadaan penyerbuk seperti lebah bukan hanya penting bagi keberlanjutan ekosistem, tetapi juga memiliki nilai ekonomi yang mendukung produktivitas sektor pertanian dan perkebunan.

Meski penyerbukan utama kelapa sawit banyak dibantu kumbang Elaeidobius kamerunicus, keberadaan lebah tetap memiliki peran penting dalam menjaga keanekaragaman hayati di sekitar lanskap perkebunan. Lebah membantu proses reproduksi berbagai tanaman berbunga yang tumbuh di kawasan hutan maupun area penyangga perkebunan.

"Namun, keberadaan lebah hutan kini menghadapi tantangan yang semakin besar. Alih fungsi lahan, fragmentasi hutan, dan perubahan bentang alam menyebabkan habitat alami berbagai spesies lebah terus menyusut."

Menurut Sidi, kondisi tersebut dapat mengancam populasi lebah liar yang selama ribuan tahun menjadi bagian penting dari ekosistem hutan tropis Asia Tenggara.

baca juga

Lebah Hutan yang Menghidupi Masyarakat

Di Indonesia, Apis dorsata dikenal luas sebagai penghasil madu hutan. Lebah ini membangun sarang terbuka berukuran besar yang menggantung di pohon-pohon tinggi dan dapat dihuni hingga puluhan ribu individu dalam satu koloni.

Nilai pentingnya tidak hanya terletak pada fungsi ekologis, tetapi juga manfaat ekonomi yang dihasilkan.

Sidi Rana Menggala, Koordinator Nasional GEF SGP Indonesia, dalam diskusi di Kantor Pemerintah Kabupaten Sabu Raijua, Nusa Tenggara, Kamis (24/7/2025).
Sidi Rana Menggala, Koordinator Nasional GEF SGP Indonesia, dalam diskusi di Kantor Pemerintah Kabupaten Sabu Raijua, Nusa Tenggara, Kamis (24/7/2025).

Di berbagai wilayah Indonesia dan Asia Tenggara, masyarakat menggantungkan sebagian penghasilannya dari panen madu hutan. Praktik ini bahkan berkembang menjadi bagian dari model konservasi berbasis masyarakat. Warga didorong menjaga pohon-pohon besar dan kawasan hutan karena keberlanjutan produksi madu sangat bergantung pada kelestarian habitat lebah.

"Apis dorsata secara tidak langsung berkontribusi pada kesejahteraan ekonomi masyarakat sekaligus mendukung konservasi hutan," tulis Sidi.

Temuan tersebut menunjukkan bahwa perlindungan lingkungan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat tidak selalu berada di dua kutub yang berseberangan. Keduanya dapat berjalan beriringan melalui pemanfaatan hasil hutan bukan kayu yang berkelanjutan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Saham Wilmar di Singapura Anjlok, Usai Pemerintah RI Bidik Dugaan Manipulasi Ekspor Sawit

Saham Wilmar di Singapura Anjlok, Usai Pemerintah RI Bidik Dugaan Manipulasi Ekspor Sawit

Bisnis | Selasa, 02 Juni 2026 | 13:01 WIB

Profil PT MMS, Perusahaan yang Dianggap Bandel di Industri Sawit

Profil PT MMS, Perusahaan yang Dianggap Bandel di Industri Sawit

Bisnis | Senin, 01 Juni 2026 | 17:24 WIB

Harga CPO Anjlok Pertengahan Tahun 2026, Kemendag Ungkap Penyebabnya

Harga CPO Anjlok Pertengahan Tahun 2026, Kemendag Ungkap Penyebabnya

Bisnis | Minggu, 31 Mei 2026 | 13:43 WIB

Terkini

Seragam Sekolah yang Layak Masih Jadi Mimpi Sebagian Anak Indonesia

Seragam Sekolah yang Layak Masih Jadi Mimpi Sebagian Anak Indonesia

Lifestyle | Minggu, 19 Juli 2026 | 01:16 WIB

Indonesia Gabung WAICO, Pemerintah Tegaskan AI Bukan Ajang Pilih Kubu China-AS

Indonesia Gabung WAICO, Pemerintah Tegaskan AI Bukan Ajang Pilih Kubu China-AS

Bisnis | Sabtu, 18 Juli 2026 | 23:55 WIB

3 Sunscreen Jepang agar Kulit Tampak Awet Muda, Lengkap Review Pembeli

3 Sunscreen Jepang agar Kulit Tampak Awet Muda, Lengkap Review Pembeli

Lifestyle | Sabtu, 18 Juli 2026 | 23:19 WIB

Perjalanan Irwansyah Damanik, dari Pedagang Pasar Malam ke Bintang Warintil

Perjalanan Irwansyah Damanik, dari Pedagang Pasar Malam ke Bintang Warintil

Lifestyle | Sabtu, 18 Juli 2026 | 23:01 WIB

Kemendag Menang Sengketa WTO, Akses Ekspor Rp7,34 Triliun ke Eropa Berhasil Diselamatkan

Kemendag Menang Sengketa WTO, Akses Ekspor Rp7,34 Triliun ke Eropa Berhasil Diselamatkan

Bisnis | Sabtu, 18 Juli 2026 | 23:00 WIB

Tumpuk Sampah Sembarangan di Jakarta Bisa Berujung Denda Rp 500 Ribu

Tumpuk Sampah Sembarangan di Jakarta Bisa Berujung Denda Rp 500 Ribu

News | Sabtu, 18 Juli 2026 | 22:46 WIB

Meski Amplop Dikembalikan, KPK Bisa Jerat Raja Juli dengan Pasal Suap dan Gratifikasi

Meski Amplop Dikembalikan, KPK Bisa Jerat Raja Juli dengan Pasal Suap dan Gratifikasi

News | Sabtu, 18 Juli 2026 | 22:38 WIB

Anak Kecanduan Gawai Picu Gagal Ginjal dan Diabetes, Dedi Mulyadi Beri Peringatan Keras

Anak Kecanduan Gawai Picu Gagal Ginjal dan Diabetes, Dedi Mulyadi Beri Peringatan Keras

Jabar | Sabtu, 18 Juli 2026 | 22:14 WIB

Sopir Truk Wing Box Jadi Tersangka Kecelakaan Maut Pantura yang Tewaskan 12 Pengantar Pengantin

Sopir Truk Wing Box Jadi Tersangka Kecelakaan Maut Pantura yang Tewaskan 12 Pengantar Pengantin

Jabar | Sabtu, 18 Juli 2026 | 21:55 WIB

Lebak Darurat Air Bersih, Kemarau Panjang Landa 90 Desa di 23 Kecamatan

Lebak Darurat Air Bersih, Kemarau Panjang Landa 90 Desa di 23 Kecamatan

Banten | Sabtu, 18 Juli 2026 | 21:50 WIB

×