- Sunscreen merupakan produk skincare harian yang penting untuk melindungi kulit dari paparan sinar UV.
- Kesalahan penggunaan sunscreen masih sering terjadi dan dapat membuat perlindungan kulit menjadi kurang maksimal.
- Dalam jangka panjang, penggunaan yang tidak tepat berisiko memicu kulit kusam, flek hitam, penuaan dini, dan berbagai masalah kulit lainnya.
3. Tidak Reapply Sunscreen
Banyak orang sudah menggunakan sunscreen di pagi hari, tetapi lupa mengoleskannya kembali (reapply) sepanjang hari.
Padahal sunscreen perlu diaplikasikan ulang setiap dua jam, terutama setelah berenang, berkeringat, atau mengelap wajah dengan handuk.
"Orang sering lupa (reapply), jadi saya sarankan untuk memasang alarm di ponsel atau mengoleskan ulang pada saat-saat rutin," kata Dermatologis dr. Cheryl Karcher, M.D.
4. Tak Pakai Sunscreen saat Mendung atau Hujan
Salah satu kesalahan yang masih sering dilakukan adalah tidak memakai sunscreen saat cuaca mendung atau hujan.
Padahal, sinar ultraviolet (UV) tetap dapat menembus awan dan mencapai permukaan kulit meskipun matahari tidak terlihat secara langsung.
Paparan sinar UV yang terjadi sedikit demi sedikit dapat menumpuk seiring waktu dan meningkatkan risiko kerusakan kulit.
Karena itu, penggunaan sunscreen tetap penting setiap hari, apa pun kondisi cuaca dan musimnya.

5. Baru Memakai Sunscreen setelah Keluar Ruangan
Banyak orang baru mengoleskan sunscreen saat sudah berada di luar ruangan. Padahal, kebiasaan ini dapat membuat kulit terpapar sinar UV tanpa perlindungan sejak awal aktivitas.
Para ahli menyarankan untuk mengaplikasikan sunscreen sekitar 15 menit sebelum keluar rumah, terutama untuk sunscreen berbahan kimia.
Waktu tersebut dibutuhkan agar produk dapat meresap dan bekerja secara optimal dalam melindungi kulit dari paparan sinar matahari.
"Mengoleskan tabir surya sebelum keluar memastikan bahwa kulit terlindungi dengan baik bahkan dengan paparan awal," kata dr. Marisa Garshick.
Sunscreen juga sebaiknya tetap digunakan meski sedang berada di dalam ruangan. Pasalnya, paparan sinar UV tetap bisa sampai ke kulit melalui jendela atau ventilasi ruangan.
6. Melewatkan Area Penting
Saat menggunakan sunscreen, ada beberapa area yang sering terlupakan, seperti telinga, kelopak mata, bibir, leher, kulit kepala, punggung tangan, dan bagian atas kaki.
Padahal, area-area tersebut juga rentan mengalami kerusakan akibat sinar UV.
Tidak melindungi bagian tubuh yang sering terlewat ini dapat meningkatkan risiko penuaan dini hingga kanker kulit.
Karena itu, pastikan sunscreen diaplikasikan secara merata ke seluruh area kulit yang terpapar sinar matahari.
7. Memakai Sunscreen Kedaluwarsa
Sunscreen yang sudah melewati tanggal kedaluwarsa sebaiknya tidak lagi digunakan. Seiring waktu, kandungan aktif di dalamnya dapat mengalami penurunan stabilitas sehingga perlindungan terhadap sinar UV menjadi tidak maksimal.
Selain itu, paparan suhu panas, seperti menyimpan sunscreen di dalam mobil atau tas yang terpapar matahari, dapat mempercepat kerusakan formulanya.
Sunscreen yang sudah rusak juga dapat mengalami perubahan tekstur, warna, atau aroma, bahkan berpotensi menyebabkan iritasi pada kulit.
8. Tak Memakai Sunscreen saat Jerawatan
Masih banyak orang dengan kulit berjerawat yang enggan menggunakan sunscreen karena khawatir produk tersebut akan menyumbat pori-pori dan memicu munculnya jerawat baru.
Padahal, paparan sinar matahari tanpa perlindungan justru dapat memperparah masalah kulit dan meningkatkan risiko kerusakan kulit dalam jangka panjang.
Jika memiliki kulit berjerawat, pilihlah sunscreen dengan label non-komedogenik yang dirancang agar tidak menyumbat pori-pori.
Dengan formula yang tepat, sunscreen tetap dapat melindungi kulit dari sinar UV tanpa memperburuk kondisi jerawat.