- Bank Indonesia melaporkan kinerja dunia usaha di Indonesia meningkat pada kuartal II-2026 dengan Saldo Bersih Tertimbang mencapai 12,97 persen.
- Pertumbuhan sektor pertanian, konstruksi, pertambangan, dan akomodasi didorong oleh permintaan domestik, liburan sekolah, serta Hari Besar Keagamaan Nasional.
- Dunia usaha tetap dalam tren ekspansi dengan kondisi keuangan sehat dan diprediksi terus terjaga pada kuartal III-2026 mendatang.
Suara.com - Bank Indonesia (BI) melaporkan kinerja dunia usaha pada Kuartal II-2026 menunjukkan perbaikan. Berdasarkan Survei Kegiatan Dunia Usaha (SKDU), aktivitas bisnis meningkat seiring menguatnya sejumlah sektor utama, seperti pertanian, konstruksi, pertambangan, hingga penyediaan akomodasi dan makan minum.
Hasil survei ini menjadi sinyal positif bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia di tengah tetap terjaganya permintaan domestik.
Direktur Eksekutif Komunikasi Bank Indonesia, Ramdan Denny, mengatakan hasil SKDU menunjukkan dunia usaha tetap berada dalam tren ekspansi yang didukung oleh penguatan berbagai sektor ekonomi.
"Hasil Survei Kegiatan Dunia Usaha (SKDU) mengindikasikan kinerja kegiatan dunia usaha meningkat pada kuartal II-2026. Peningkatan tersebut didorong oleh kenaikan kinerja mayoritas lapangan usaha utama, terutama sektor pertanian, konstruksi, pertambangan, serta penyediaan akomodasi dan makan minum yang ditopang oleh aktivitas Hari Besar Keagamaan Nasional dan musim liburan sekolah," ujar Ramdan dalam keterangan resminya di Jakarta, Minggu (19/7/2026).
![Pekerja menyiram lahan pertanian yang sedang dibangun di kawasan Jalan Raya Bojonggede- Kemang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin (6/7/2026). [ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya/wsj]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/07/07/90948-pembangunan-lahan-tidur-untuk-pertanian-di-kabupaten-bogor.jpg)
Peningkatan tersebut tercermin dari Saldo Bersih Tertimbang (SBT) yang mencapai 12,97 persen pada kuartal II-2026, lebih tinggi dibandingkan 10,11 persen pada kuartal II-2026.
Kenaikan aktivitas usaha didorong oleh membaiknya kinerja mayoritas lapangan usaha utama, terutama Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan, Konstruksi, serta Pertambangan dan Penggalian yang mengalami peningkatan aktivitas operasional.
Selain itu, sektor Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum juga mencatatkan pertumbuhan seiring tetap tingginya permintaan masyarakat selama rangkaian Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) dan musim libur sekolah pada kuartal II-2026.
Dari sisi operasional, kapasitas produksi terpakai pada kuartal II-2026 juga mengalami peningkatan menjadi 73,80 persen, dibandingkan realisasi pada triwulan I 2026 yang sebesar 73,33 persen.
Peningkatan utilisasi kapasitas produksi terutama didukung oleh sektor Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan, Pertambangan dan Penggalian, serta Pengadaan Listrik yang mencatatkan aktivitas produksi lebih tinggi.
Di sisi lain, BI menilai kondisi keuangan pelaku usaha masih berada dalam kondisi sehat. Hal ini terlihat dari aspek likuiditas dan rentabilitas yang tetap baik, disertai akses pembiayaan atau kredit yang dinilai masih mudah diperoleh oleh dunia usaha.
Memasuki kuartal III-2026, Bank Indonesia memperkirakan aktivitas dunia usaha akan tetap terjaga. Hal tersebut tercermin dari prakiraan SBT sebesar 11,75 persen.
Kinerja sejumlah sektor diperkirakan kembali meningkat, terutama Industri Pengolahan, Perdagangan Besar dan Eceran serta Reparasi Mobil dan Sepeda Motor, yang didukung oleh ekspektasi permintaan masyarakat yang tetap kuat.
Selain itu, sektor Konstruksi diproyeksikan terus tumbuh seiring berlanjutnya pengerjaan berbagai proyek pemerintah maupun swasta. Sementara itu, sektor Pertambangan dan Penggalian diperkirakan memperoleh dorongan tambahan dari menurunnya curah hujan sehingga aktivitas pertambangan dapat berlangsung lebih optimal.
Ramdan menegaskan prospek dunia usaha pada kuartal III-2026 masih positif.
"Responden memprakirakan kegiatan usaha pada kuartal III-2026 tetap terjaga. Peningkatan diperkirakan terjadi pada industri pengolahan, perdagangan besar dan eceran, reparasi mobil dan motor, konstruksi, serta pertambangan dan penggalian sejalan dengan terjaganya permintaan masyarakat, berlanjutnya proyek pemerintah dan swasta, serta membaiknya kondisi cuaca yang mendukung aktivitas pertambangan," tutup Ramdan.