Misteri Pencopotan Dadan Hindayana: Benarkah Wacana Makan Gratis di Arab Saudi Jadi Pemicunya?

Chyntia Sami Bhayangkara, Gagah Radhitya Widiaseno

Rabu, 03 Juni 2026 | 14:09 WIB
Misteri Pencopotan Dadan Hindayana: Benarkah Wacana Makan Gratis di Arab Saudi Jadi Pemicunya?
Misteri Pencopotan Dadan Hindayana: Benarkah Wacana Makan Gratis di Arab Saudi Jadi Pemicunya?. [Hiskia/Suarajogja]
baca 10 detik
  • Kepala BGN Dadan Hindayana resmi dicopot mendadak, posisinya kini digantikan oleh Naniek S. Deyang.
  • Pencopotan terjadi 48 jam usai Dadan menggagas program Makan Bergizi Gratis di Arab Saudi.
  • Ide ekspansi dinilai prematur dan berisiko saat persoalan distribusi logistik domestik belum tuntas.

Suara.com - Hanya butuh waktu kurang dari 48 jam bagi Dadan Hindayana untuk kehilangan kursi strategisnya sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN). Di saat publik masih menanti realisasi penuh program Makan Bergizi Gratis (MBG) di pelosok Tanah Air, Istana justru membuat kejutan dengan mencopot sang komandan secara mendadak.

Pertanyaan besar pun mencuat: Apakah pencopotan ini murni evaluasi kinerja, atau ada kaitannya dengan manuver Dadan yang ingin mengekspor program Makan Gratis hingga ke Arab Saudi?

Kejutan Selasa Petang di Istana

Pengumuman perombakan ini disampaikan langsung oleh Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, pada Selasa (2/6/2026) petang.

Posisi Dadan resmi digantikan oleh Naniek S. Deyang. Istana tidak hanya mengganti kepala badan, tetapi juga melantik dua Wakil Kepala BGN baru untuk memperkuat struktur organisasi.

Namun, tidak ada penjelasan rinci mengenai alasan di balik pemberhentian Dadan yang terbilang sangat kilat ini.

Lembaga ini memegang peranan sangat krusial dalam mengeksekusi program andalan Presiden Prabowo Subianto. Mengganti "nakhoda" di tengah jalan tentu memunculkan spekulasi liar di tengah masyarakat.

Jejak 48 Jam Sebelumnya: Blunder di Jeddah?

Jika ditarik mundur dua hari sebelum pencopotannya, tepatnya pada Minggu (31/5/2026), Dadan tengah berada di Arab Saudi. Ia menyambangi Sekolah Indonesia Jeddah untuk meninjau pendidikan anak-anak Pekerja Migran Indonesia (PMI).

baca juga

Di sinilah wacana kontroversial itu lahir. Dadan mengaku mendapat aspirasi agar anak-anak PMI di Timur Tengah juga bisa merasakan fasilitas Makan Bergizi Gratis.

Merespons hal itu secara spontan, Dadan langsung menyusun draf rencana besar untuk mengekspansi layanan MBG ke luar negeri.

Bahkan, ia sesumbar sedang mengkaji regulasi untuk mendirikan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di lingkungan sekolah Indonesia di Jeddah dan berencana melaporkan draf usulan itu secara langsung kepada Presiden.

Kepala BGN Dadan Hindayana. [Antara]
Kepala BGN Dadan Hindayana. [Antara]

Mengapa Wacana Ini Menjadi Kontroversi?

Rencana Dadan di Jeddah memicu berbagai tanda tanya yang diyakini menjadi alasan kuat hilangnya kepercayaan Istana. Berikut adalah beberapa poin yang disorot publik:

  • Fokus Domestik yang Belum Tuntas:

Publik menilai wacana ekspansi ke Timur Tengah terlalu prematur dan tidak sensitif. Di saat pemenuhan gizi dan distribusi logistik MBG di dalam negeri masih menghadapi tantangan geografis dan anggaran yang masif, memikirkan ekspansi ke luar negeri dianggap sebagai lompatan yang tidak realistis.

  • Kebijakan "Spontan" Tanpa Kalkulasi Matang:

Program selevel MBG membutuhkan perhitungan APBN yang sangat ketat. Menjanjikan perluasan program hingga lintas negara secara spontan berpotensi membebani postur anggaran negara secara tak terduga.

  • Indikasi Melampaui Batas Koordinasi:

Pernyataan Dadan yang ingin langsung melapor ke Presiden terkait draf usulan ini memunculkan dugaan adanya ego sektoral. Di lingkungan kabinet, wacana anggaran lintas kementerian (melibatkan Kementerian Luar Negeri untuk urusan sekolah di luar negeri) seharusnya dibahas secara komprehensif di tingkat menko atau rapat kabinet, bukan diputuskan sepihak secara spontan di lapangan.

Sinyal Tegas dari Istana

Pencopotan Dadan Hindayana menjadi sinyal keras dari pemerintahan saat ini. Istana seolah ingin mengirimkan pesan bahwa program strategis nasional tidak boleh dikelola dengan wacana spontan yang berisiko memicu polemik di masyarakat.

Kini, beban berat berada di pundak Naniek S. Deyang. Publik menanti apakah manajemen baru BGN akan kembali fokus pada pemerataan gizi di bumi pertiwi, atau justru mewarisi "mimpi" pendahulunya di tanah Arab.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

3 Pimpinan Baru BGN Usai Dadan Hindayana Dicopot, Ada Birokrat Senior hingga Mayjen TNI

3 Pimpinan Baru BGN Usai Dadan Hindayana Dicopot, Ada Birokrat Senior hingga Mayjen TNI

Lifestyle | Rabu, 03 Juni 2026 | 13:33 WIB

Tanggapi Kabar Dadan Hindayana Dijemput Kejagung, Dasco Ungkap DPR Sudah Lama Soroti BGN

Tanggapi Kabar Dadan Hindayana Dijemput Kejagung, Dasco Ungkap DPR Sudah Lama Soroti BGN

News | Rabu, 03 Juni 2026 | 13:18 WIB

Siapa Itu Sony Sonjaya? Eks Wakil Kepala BGN Diperiksa Kejagung, Ternyata Purnawirawan Polri

Siapa Itu Sony Sonjaya? Eks Wakil Kepala BGN Diperiksa Kejagung, Ternyata Purnawirawan Polri

Lifestyle | Rabu, 03 Juni 2026 | 13:23 WIB

Terkini

Jokowi Bakal Hadir di Sidang Ijazah Palsu, Budi Arie Beberkan Persiapan Ayah Gibran

Jokowi Bakal Hadir di Sidang Ijazah Palsu, Budi Arie Beberkan Persiapan Ayah Gibran

News | Minggu, 01 November 2026 | 18:00 WIB

Ini Cara Minum Dirty Latte Si Kopi yang Lagi Viral, Jangan Asal Aduk!

Ini Cara Minum Dirty Latte Si Kopi yang Lagi Viral, Jangan Asal Aduk!

Lifestyle | Minggu, 01 November 2026 | 17:59 WIB

Binance Pulihkan Dana Peretasan Kripto Senilai USD 6,3 Miliar, FBI Tuduh Hacker Korut

Binance Pulihkan Dana Peretasan Kripto Senilai USD 6,3 Miliar, FBI Tuduh Hacker Korut

Bisnis | Minggu, 01 November 2026 | 17:54 WIB

Delapan Belas Cerita, Delapan Belas Cara Mempermainkan Pikiran Pembaca

Delapan Belas Cerita, Delapan Belas Cara Mempermainkan Pikiran Pembaca

Your Say | Minggu, 01 November 2026 | 17:50 WIB

Perluas Pasar UMKM, Pertamina Hadirkan SMEXPO 2026 di Bekasi

Perluas Pasar UMKM, Pertamina Hadirkan SMEXPO 2026 di Bekasi

Bisnis | Minggu, 01 November 2026 | 17:35 WIB

Kambang Iwak Diterjang Pohon Tumbang, Palembang Hadapi Ancaman Pohon Tua saat Musim Hujan

Kambang Iwak Diterjang Pohon Tumbang, Palembang Hadapi Ancaman Pohon Tua saat Musim Hujan

Sumsel | Minggu, 01 November 2026 | 17:30 WIB

Wapres Apresiasi Ibu-Ibu Pengelola Bank Sampah Binaan Pertamina di Cilacap

Wapres Apresiasi Ibu-Ibu Pengelola Bank Sampah Binaan Pertamina di Cilacap

Bisnis | Minggu, 01 November 2026 | 17:30 WIB

Siapa Berani Pasang Banner Oligarki Bajingan di BSD? Begini Kesaksian Jukir

Siapa Berani Pasang Banner Oligarki Bajingan di BSD? Begini Kesaksian Jukir

News | Minggu, 01 November 2026 | 17:30 WIB

Hadir di Acara Sumpah Pemuda Berujung Kontroversi, Raffi Ahmad: Ini Jadi Pelajaran!

Hadir di Acara Sumpah Pemuda Berujung Kontroversi, Raffi Ahmad: Ini Jadi Pelajaran!

Video | Minggu, 01 November 2026 | 17:28 WIB

PLN Raih Dua Penghargaan UN Women Indonesia, Perkuat Komitmen Pemberdayaan Perempuan

PLN Raih Dua Penghargaan UN Women Indonesia, Perkuat Komitmen Pemberdayaan Perempuan

Bisnis | Minggu, 01 November 2026 | 17:22 WIB

×