Punya SPPG Untung Berapa? Lahan Basah Dadan Hindayana Korupsi Dapur MBG

Farah Nabilla

Rabu, 03 Juni 2026 | 20:43 WIB
Punya SPPG Untung Berapa? Lahan Basah Dadan Hindayana Korupsi Dapur MBG
Eks Kepala BGN Dadan Hindayana. [Antara]
baca 10 detik
  • Kejaksaan Agung mengusut dugaan korupsi Program Makan Bergizi Gratis yang melibatkan mantan Kepala Badan Gizi Nasional, Dadan Hindayana.
  • Dugaan korupsi terjadi melalui penunjukan yayasan mitra yang terafiliasi dengan pejabat BGN melalui pengaturan verifikasi portal mitra yang curang.
  • Mitra SPPG menerima pendapatan kotor Rp1,8 miliar per tahun, namun harus menutup modal awal mencapai Rp2,5 hingga Rp6 miliar.

Suara.com - Kasus dugaan korupsi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menyeret mantan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana membuat publik penasaran dengan bisnis di balik Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG.

Pasalnya, Kejaksaan Agung mengungkap adanya yayasan-yayasan yang ditunjuk sebagai mitra SPPG dan diduga terafiliasi dengan sejumlah pejabat BGN. 

"Dan yayasan-yayasan tersebut mendapatkan insentif miliaran rupiah tiap hari, dan yayasan-yayasan tersebut terafiliasi di antaranya dimiliki oleh saudara DH, saudara SS, dan saudara LP," ujar Direktur Penyidikan Jampidsus Kejaksaan Agung Syarief Sulaeman Nahdi, Rabu (3/6/2026).

Yayasan tersebut disebut memperoleh insentif miliaran rupiah setiap tahunnya melalui skema kemitraan dalam program MBG.

Lalu, sebenarnya seberapa menguntungkan memiliki dapur MBG?

Potret dapur MBG (bgn.go.id)
Potret dapur MBG (bgn.go.id)

Pendapatan Kotor Bisa Rp1,8 Miliar per Tahun

Dalam penjelasan resmi yang diunggah BGN pada Februari 2026, mitra SPPG mendapatkan pembayaran hingga Rp6 juta per hari.

Namun, BGN menegaskan angka tersebut bukan keuntungan dari penjualan makanan. Dana itu merupakan pembayaran atas kesiapan fasilitas atau availability payment, yang mencakup penyediaan dapur, peralatan, tenaga kerja, utilitas, serta pemenuhan standar higienitas.

Jika dikalkulasikan selama 313 hari operasional dalam setahun, pendapatan kotor maksimal yang dapat diterima mitra mencapai:

Rp6.000.000 x 313 hari = Rp1.878.000.000 per tahun

baca juga

Nilai tersebut kerap menjadi sorotan karena terlihat besar. Namun menurut BGN, angka itu masih berupa pendapatan kotor yang belum dikurangi berbagai biaya investasi dan operasional.

Modal Awal Tidak Murah

Untuk menjadi mitra resmi SPPG, calon pengelola harus menyiapkan investasi awal yang tidak sedikit.

BGN menyebut pembangunan dapur MBG membutuhkan modal sekitar Rp2,5 miliar hingga Rp6 miliar, tergantung harga lahan, bangunan, dan peralatan yang digunakan.

Investasi tersebut digunakan untuk:

  • Membangun fasilitas dapur sesuai standar BGN.
  • Menyediakan peralatan memasak dan distribusi.
  • Menyiapkan ruang penyimpanan bahan pangan.
  • Memenuhi standar keamanan pangan dan higienitas.
  • Menyediakan sarana pendukung operasional.

Artinya, pendapatan Rp1,8 miliar per tahun tidak bisa langsung dianggap sebagai keuntungan bersih.

Kapan Bisa Balik Modal?

Dengan investasi awal Rp2,5 miliar hingga Rp6 miliar dan pendapatan kotor sekitar Rp1,8 miliar per tahun, BGN memperkirakan titik impas atau break even point (BEP) baru tercapai dalam waktu sekitar 2 hingga 2,5 tahun.

Pada masa tersebut, pendapatan masih digunakan untuk menutup biaya pembangunan, pembelian alat, penyusutan aset, serta biaya operasional sehari-hari.

Karena itu, menurut BGN, pengelola SPPG umumnya belum menikmati keuntungan signifikan pada tahun pertama dan kedua.

Ada Risiko Kontrak Hanya Setahun

Potensi keuntungan dapur MBG juga dibarengi sejumlah risiko yang harus ditanggung mitra.

Salah satunya adalah masa kontrak yang hanya berlaku selama satu tahun. Perpanjangan kontrak sepenuhnya bergantung pada hasil evaluasi BGN terhadap kualitas layanan, kebersihan, dan kinerja operasional.

Jika tidak memenuhi standar, kontrak dapat dihentikan dan tidak diperpanjang.

Selain itu, seluruh biaya pemeliharaan gedung dan peralatan menjadi tanggung jawab mitra. Kerusakan alat, renovasi bangunan, hingga penyusutan aset harus ditanggung sendiri tanpa bantuan pemerintah.

Tidak Bisa Mengambil Untung dari Makanan

Banyak yang mengira keuntungan utama dapur MBG berasal dari pengadaan makanan. Namun BGN menegaskan hal tersebut tidak dimungkinkan dalam skema yang berlaku saat ini.

Dana bahan baku makanan ditempatkan dalam Virtual Account dan dikelola menggunakan prinsip at cost atau sesuai biaya riil.

Dengan sistem tersebut, dana pembelian bahan pangan tidak masuk ke rekening pribadi mitra. Seluruh transaksi harus sesuai bukti pembelian yang diawasi secara ketat.

BGN juga menegaskan tidak ada margin keuntungan per porsi makanan. Jika terdapat sisa anggaran belanja, dana tersebut akan tetap berada dalam sistem dan dikembalikan sesuai mekanisme yang berlaku.

Karena itu, satu-satunya sumber pendapatan yang dapat diperoleh mitra adalah insentif fasilitas sebesar Rp6 juta per hari.

Jadi, Seberapa Menguntungkan Dapur MBG?

Secara nominal, pendapatan kotor hingga Rp1,8 miliar per tahun memang terlihat menarik. Namun angka tersebut harus dibandingkan dengan kebutuhan modal awal yang mencapai Rp2,5 miliar hingga Rp6 miliar, biaya operasional rutin, risiko kontrak tahunan, serta kewajiban pemeliharaan aset.

Dengan skema yang dijelaskan BGN, dapur MBG lebih menyerupai investasi jangka menengah dengan pengembalian modal sekitar dua hingga dua setengah tahun, bukan bisnis yang langsung menghasilkan keuntungan besar dalam waktu singkat.

Tapi dengan adanya kasus korupsi Kepala MBG ini membuka mata publik bahwa ternyata bisnis dapur MBG bisa begitu menggiurkan. Ini karena

Menurut Kejagung, ketiga tersangka diduga mengarahkan penyusunan kerangka acuan kerja (KAK) sehingga pengadaan tidak sesuai kebutuhan lapangan dan mengandung praktik mark up.

Terutama ketika muncul sejumlah proyek yang menjadi sorotan antara lain pengadaan 21.801 unit motor listrik senilai sekitar Rp1 triliun, pengadaan 32.000 pasang sepatu, puluhan ribu tablet, serta 5.400 unit televisi berukuran 75 inci.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Rincian Korupsi Eks Kepala BGN: Proyek Sepeda Listrik MBG Hingga Sepatu

Rincian Korupsi Eks Kepala BGN: Proyek Sepeda Listrik MBG Hingga Sepatu

News | Rabu, 03 Juni 2026 | 20:14 WIB

Kejagung Ungkap Detik-detik Penangkapan Dadan Hindayana dan Dua Eks Pimpinan BGN

Kejagung Ungkap Detik-detik Penangkapan Dadan Hindayana dan Dua Eks Pimpinan BGN

News | Rabu, 03 Juni 2026 | 20:07 WIB

Ambisi Prabowo Saat 30 Ribu Dapur MBG Berjalan: 3 Juta Lapangan Pekerjaan Tercipta

Ambisi Prabowo Saat 30 Ribu Dapur MBG Berjalan: 3 Juta Lapangan Pekerjaan Tercipta

News | Rabu, 03 Juni 2026 | 19:54 WIB

Korupsi MBG, Kejagung Telusuri Ribuan SPPG yang Diduga Terafiliasi Dadan Hindayana

Korupsi MBG, Kejagung Telusuri Ribuan SPPG yang Diduga Terafiliasi Dadan Hindayana

News | Rabu, 03 Juni 2026 | 19:36 WIB

Terkini

A Wild Last Boss Appeared! Season 2 Ungkap Karakter Baru dan Jadwal Tayang

A Wild Last Boss Appeared! Season 2 Ungkap Karakter Baru dan Jadwal Tayang

Your Say | Minggu, 13 September 2026 | 11:30 WIB

Lima Tahun Keberadaan Holding Ultra Mikro Mampu Mendorong UMKM Naik Kelas

Lima Tahun Keberadaan Holding Ultra Mikro Mampu Mendorong UMKM Naik Kelas

Sumut | Minggu, 13 September 2026 | 11:29 WIB

Bukan Cuma Ekonomi, Prabowo Didorong Bawa Isu Kesehatan dan Bencana di KTT BRICS

Bukan Cuma Ekonomi, Prabowo Didorong Bawa Isu Kesehatan dan Bencana di KTT BRICS

News | Minggu, 13 September 2026 | 11:26 WIB

Amerika Serikat Mulai Krisis Oli Mesin: Harga Melonjak Tajam hingga Dijatah di Ritel Raksasa

Amerika Serikat Mulai Krisis Oli Mesin: Harga Melonjak Tajam hingga Dijatah di Ritel Raksasa

Otomotif | Minggu, 13 September 2026 | 11:25 WIB

Holding UMi Genap 5 Tahun, BRI Perluas Ekosistem Keuangan untuk Masyarakat

Holding UMi Genap 5 Tahun, BRI Perluas Ekosistem Keuangan untuk Masyarakat

Jawa Tengah | Minggu, 13 September 2026 | 11:24 WIB

Meski Kredit Digenjot, Perbankan Tetap Merasa Khawatir Kondisi Global

Meski Kredit Digenjot, Perbankan Tetap Merasa Khawatir Kondisi Global

Bisnis | Minggu, 13 September 2026 | 11:15 WIB

5 Tahun Holding Ultra Mikro Naikkelaskan Jutaan UMKM

5 Tahun Holding Ultra Mikro Naikkelaskan Jutaan UMKM

Kalbar | Minggu, 13 September 2026 | 11:13 WIB

Kembalinya Heiji Hattori dan Kasus Uang Palsu Warnai Spesial 30 Tahun Detective Conan

Kembalinya Heiji Hattori dan Kasus Uang Palsu Warnai Spesial 30 Tahun Detective Conan

Your Say | Minggu, 13 September 2026 | 11:10 WIB

UMKM Naik Kelas Jadi Pemberdayaan Ekonomi Rakyat Terbesar di Indonesia

UMKM Naik Kelas Jadi Pemberdayaan Ekonomi Rakyat Terbesar di Indonesia

Batam | Minggu, 13 September 2026 | 11:08 WIB

Lima Tahun Holding Ultra Mikro, Jutaan UMKM Naik Kelas

Lima Tahun Holding Ultra Mikro, Jutaan UMKM Naik Kelas

Bali | Minggu, 13 September 2026 | 11:05 WIB

×