- Banyak ibu mengalami kerontokan rambut pascapersalinan akibat penurunan kadar hormon estrogen secara drastis setelah proses melahirkan selesai.
- Dove meluncurkan kampanye "Flip the Focus" di Jakarta untuk mengubah perspektif negatif mengenai kerontokan menjadi optimisme pertumbuhan rambut.
- Pameran "Real Growth Gallery" mengajak masyarakat merayakan kemunculan rambut baru sebagai bukti proses pemulihan alami yang sedang berlangsung.
Suara.com - Menjadi seorang ibu adalah pengalaman yang mengubah hidup. Namun di balik kebahagiaan menyambut kehadiran buah hati, banyak perempuan menghadapi perubahan fisik yang kerap luput dibicarakan, salah satunya kerontokan rambut pascamelahirkan.
Tidak sedikit ibu baru yang merasa cemas ketika menemukan rambut dalam jumlah besar di sisir, bantal, atau lantai kamar mandi. Pada beberapa kasus, kerontokan bahkan dapat menyebabkan area rambut menipis hingga muncul pitak atau kebotakan sementara.
Pengalaman tersebut pernah dialami Hanny Soegianto, seorang ibu sekaligus konten kreator asal Bandung. Setelah melahirkan, Hanny mengalami kerontokan rambut yang cukup ekstrem akibat perubahan hormon pascapersalinan. Kondisi itu bahkan menyebabkan munculnya area pitak di kepalanya.
Sebagai seorang konten kreator yang aktif tampil di ruang digital, perubahan tersebut sempat memengaruhi rasa percaya dirinya. Hanny mengaku terjebak dalam lingkaran stres karena terus memikirkan rambut yang rontok, sementara tekanan yang ia rasakan justru memperburuk kondisi yang sedang dialami.
Namun di tengah kekhawatiran itu, Hanny menemukan hal yang mengubah cara pandangnya. Ia mulai menyadari munculnya banyak rambut-rambut baru atau baby hair di area yang sebelumnya mengalami kerontokan.

"Titik balik saya dimulai saat menyadari munculnya banyak baby hair di tengah stres kerontokan yang saya alami. Selama ini saya terlalu fokus pada apa yang rontok, padahal ada pertumbuhan baru yang sedang terjadi," ungkap Hanny.
Bagi Hanny, kemunculan baby hair menjadi simbol bahwa proses pemulihan sedang berlangsung. Pengalaman tersebut membantunya melihat bahwa tidak semua perubahan harus dipandang sebagai kehilangan.
"Menjadi ibu benar-benar tugas mulia. Aku merasa bisa menyayangi orang lain lebih dari diri aku sendiri," ujarnya.
Mengapa Rambut Banyak Rontok Setelah Melahirkan?
Kerontokan rambut setelah melahirkan merupakan kondisi yang umum terjadi dan dialami banyak perempuan. Saat hamil, peningkatan hormon estrogen membuat rambut berada lebih lama dalam fase pertumbuhan sehingga terlihat lebih tebal dan sehat.
Setelah persalinan, kadar hormon kembali menurun. Rambut yang sebelumnya "tertahan" dalam fase pertumbuhan kemudian memasuki fase rontok secara bersamaan. Kondisi ini sering membuat ibu merasa kehilangan rambut dalam jumlah yang jauh lebih banyak dibandingkan biasanya.
Meski terlihat mengkhawatirkan, proses tersebut sebenarnya merupakan bagian dari siklus alami pertumbuhan rambut. Folikel rambut tetap aktif dan akan kembali menghasilkan rambut baru yang sering muncul dalam bentuk baby hair.
Inilah yang menjadi dasar kampanye "Flip the Focus" yang diluncurkan Dove Hairfall Control. Kampanye tersebut mengajak masyarakat untuk mengubah fokus dari rasa cemas akibat rambut yang rontok menjadi melihat tanda-tanda pertumbuhan yang sering kali terlewatkan.
Menurut Shakina Dharma, Demand Generation Lead for Premium Hair & Innovation Unilever Indonesia, banyak orang terlalu terpaku pada apa yang hilang sehingga lupa menghargai proses pertumbuhan yang sedang berlangsung.
"Kami percaya bahwa setiap proses sekecil apa pun layak untuk dirayakan. Melalui gerakan Flip the Focus, Dove ingin mengubah rasa khawatir menjadi optimisme dengan membantu masyarakat melihat progres nyata yang sering kali terlewat. Kemunculan baby hair menjadi bukti nyata bahwa di balik setiap tantangan, selalu ada proses yang tetap bertumbuh," kata Shakina.
Merayakan Pertumbuhan, Bukan Sekadar Mengatasi Kerontokan
Pesan tersebut kemudian diwujudkan Dove melalui berbagai inisiatif, mulai dari video dokumenter pendek hingga pameran interaktif bertajuk "Real Growth Gallery" yang digelar di Jakarta.
Melalui dokumenter tersebut, sejumlah perempuan dari latar belakang berbeda membagikan kisah perjuangan mereka menghadapi tantangan hidup, termasuk perjalanan mengatasi masalah rambut.
Selain Hanny Soegianto, terdapat pula Asida Dara, Shavira Agatha, dan Namira Adjani yang berbagi pengalaman tentang bagaimana mereka menemukan kekuatan baru dengan mengubah fokus dari kehilangan menuju pertumbuhan.
Dalam pameran tersebut, pengunjung tidak hanya melihat perjalanan pertumbuhan rambut para partisipan, tetapi juga diajak merefleksikan perjalanan hidup mereka sendiri. Pesan yang ingin disampaikan sederhana: setiap orang terus bertumbuh, bahkan ketika prosesnya tidak selalu terlihat.
Selain mengangkat sisi emosional dari pengalaman rambut rontok, kampanye ini juga menyoroti pentingnya kesehatan kulit kepala sebagai fondasi pertumbuhan rambut yang sehat.
Dove Hairfall Control memperkenalkan pendekatan yang mereka sebut sebagai personalized scalp care atau perawatan kulit kepala yang disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing individu.
Pendekatan ini didasarkan pada pemahaman bahwa kondisi kulit kepala setiap orang berbeda, sehingga memerlukan perawatan yang berbeda pula.
Rangkaian Dove Hairfall Control dikembangkan bersama ahli kerontokan rambut (hairfall expert) dan mengandung sejumlah bahan yang umum digunakan dalam perawatan kulit kepala, seperti Biotin, Micellar, Niacinamide, dan Hyaluron. Formula tersebut dirancang untuk membantu mengurangi kerontokan sekaligus mendukung pertumbuhan rambut baru.
Lebih dari sekadar menghadirkan produk perawatan rambut, Dove melalui kampanye "Flip the Focus" ingin mengajak masyarakat melihat persoalan rambut rontok dari perspektif yang lebih positif. Bahwa di balik setiap helai rambut yang rontok, mungkin ada pertumbuhan baru yang sedang berlangsung.