Raffi Ahmad Diduga Terlibat Kasus Korupsi Bea Cukai, Apa Perannya?

Chyntia Sami Bhayangkara

Kamis, 11 Juni 2026 | 12:55 WIB
Raffi Ahmad Diduga Terlibat Kasus Korupsi Bea Cukai, Apa Perannya?
Raffi Ahmad dan Presiden Prabowo (Instagram/raffinagita1717)
baca 10 detik
  • Nama Raffi Ahmad disebut dalam persidangan korupsi importasi barang yang melibatkan pejabat DJBC dan PT Blueray Cargo.
  • Raffi Ahmad mengklarifikasi bahwa ia tidak pernah melakukan transaksi atau pemesanan barang melalui pihak PT Blueray Cargo.
  • KPK menegaskan tidak ada bukti keterlibatan Raffi Ahmad sehingga ia tidak diperlukan untuk diperiksa sebagai saksi perkara.

"Aku nggak kenal. Terus teh biasa basa-basi, 'Aa Raffi,' katanya, 'Mas Ariel, kita ini bisa mengirimkan kalau mau kirim handphone, kirim laptop ke Indonesia'," ucap Raffi.

Raffi mengaku hanya merespons secara sopan tanpa pernah melakukan pemesanan ataupun transaksi pembelian barang.

Saat ditawari iPhone keluaran terbaru, ia hanya memberikan jawaban basa-basi dan tidak pernah memberikan persetujuan untuk membeli.

"Oh iya atuh nanti kalau ada iPhone atau itu nanti ya, oke.' Saya teh hanya begitu saja, Kang. Udah aja," ujarnya.

Menurut Raffi, dirinya terkejut ketika mengetahui barang tersebut justru sampai ke Indonesia meskipun tidak pernah melakukan pemesanan.

"Saya pesen aja enggak, transaksi aja nggak ada, handphonenya nyampe ke sini," katanya.

Ia menduga terjadi kesalahpahaman komunikasi antara pegawai yang ditemuinya di Amerika Serikat dengan pihak manajemen perusahaan.

"Ternyata pegawainya yang di situ WhatsApp ke bosnya kali, 'Ini Pak Raffi tadi mau mengirim handphone atau mau pesen handphone'," ujar Raffi.

Sebagai Utusan Khusus Presiden, Raffi menilai penting untuk meluruskan informasi yang berkembang di tengah masyarakat.

baca juga

"Karena sekarang dikasih kepercayaan sebagai Utusan Khusus Presiden kan saya harus, kalau ada hal yang memang seperti, kan harus saya luruskan," katanya.

Kronologi Kasus Suap Bea Cukai

Kasus ini bermula dari operasi tangkap tangan (OTT) KPK pada Februari 2026 terkait dugaan korupsi importasi barang di lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai.

Dalam perkara tersebut, KPK menetapkan sejumlah tersangka, yaitu Direktur Penindakan dan Penyidikan DJBC periode 2024–Januari 2026 Rizal, Kasubdit Intelijen Penindakan dan Penyidikan DJBC Sisprian Subiaksono, Kepala Seksi Intelijen DJBC Orlando Hamonangan, Ketua Tim Dokumen Importasi PT Blueray Andri, Manager Operational PT Blueray Dedy Kurniawan, serta pemilik PT Blueray Cargo John Field.

Menurut KPK, dugaan tindak pidana bermula pada Oktober 2025 ketika terjadi permufakatan antara oknum Bea Cukai dan PT Blueray terkait pengaturan jalur pemeriksaan barang impor.

Dalam sistem kepabeanan terdapat jalur hijau dan jalur merah. Jalur hijau memungkinkan barang masuk tanpa pemeriksaan fisik, sedangkan jalur merah mewajibkan pemeriksaan fisik oleh petugas.

KPK menduga terdapat pengaturan parameter sistem sehingga sebagian barang impor PT Blueray masuk melalui jalur hijau. Dengan cara tersebut, sejumlah barang diduga dapat lolos dari pemeriksaan yang semestinya dilakukan.

Penyidik juga menemukan dugaan aliran uang rutin dari PT Blueray kepada oknum pejabat Bea Cukai dengan nilai mencapai sekitar Rp7 miliar per bulan.

Dalam operasi tangkap tangan tersebut, KPK turut mengamankan barang bukti berupa uang tunai berbagai mata uang, emas, dan barang mewah dengan total nilai sekitar Rp40,5 miliar.

Perkara kemudian berlanjut ke persidangan pada Mei 2026. Dalam dakwaan, pemilik PT Blueray Cargo John Field disebut memberikan suap kepada pejabat Direktorat Jenderal Bea dan Cukai dengan nilai mencapai Rp61,3 miliar.

Selain uang, terdakwa juga diduga memberikan berbagai fasilitas hiburan dan barang mewah senilai sekitar Rp1,85 miliar untuk mempermudah proses keluarnya barang impor dari pengawasan kepabeanan.

Hingga kini, proses persidangan masih berlangsung dan KPK terus mendalami berbagai fakta yang terungkap di pengadilan, termasuk keterangan saksi-saksi yang berkaitan dengan perkara tersebut.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Berawal dari Pertemuan Singkat di AS, Raffi Ahmad Heran Terseret Kasus Suap Impor Bea Cukai

Berawal dari Pertemuan Singkat di AS, Raffi Ahmad Heran Terseret Kasus Suap Impor Bea Cukai

Entertainment | Kamis, 11 Juni 2026 | 12:18 WIB

Profil Emiten Cetak Spanduk yang Dibeli Raffi Ahmad Ratusan Miliar

Profil Emiten Cetak Spanduk yang Dibeli Raffi Ahmad Ratusan Miliar

Bisnis | Kamis, 11 Juni 2026 | 11:31 WIB

Bea Cukai Sita 8,9 Juta Batang Rokok Ilegal, Selamatkan Penerimaan Negara Rp8,66 Miliar

Bea Cukai Sita 8,9 Juta Batang Rokok Ilegal, Selamatkan Penerimaan Negara Rp8,66 Miliar

Bisnis | Kamis, 11 Juni 2026 | 11:06 WIB

Terkini

Eks Wamen Imipas Silmy Karim Jalani Sidang Perdana Kasus Pemerasan Izin WNA Hari Ini

Eks Wamen Imipas Silmy Karim Jalani Sidang Perdana Kasus Pemerasan Izin WNA Hari Ini

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 09:41 WIB

Bukan Bali atau Labuan Bajo, Tur Jet Pribadi Rp3,6 Miliar Keliling Dunia Malah Pilih Lampung

Bukan Bali atau Labuan Bajo, Tur Jet Pribadi Rp3,6 Miliar Keliling Dunia Malah Pilih Lampung

Lampung | Kamis, 29 Oktober 2026 | 09:41 WIB

Polisi Hutan Tewas Tertimpa Pohon Saat Padamkan Karhutla Toraja Utara

Polisi Hutan Tewas Tertimpa Pohon Saat Padamkan Karhutla Toraja Utara

Sulsel | Kamis, 29 Oktober 2026 | 09:41 WIB

Makna Salib Merah di Demo Jakarta pada 28 Oktober 2026

Makna Salib Merah di Demo Jakarta pada 28 Oktober 2026

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 09:40 WIB

Rupiah Tiba-tiba Menguat, tapi Masih Betah di Level Rp18.128 per Dolar AS

Rupiah Tiba-tiba Menguat, tapi Masih Betah di Level Rp18.128 per Dolar AS

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 09:37 WIB

Bantah Isu Penembakan di Kericuhan Malioboro, Polda DIY: Personel Tak Dibekali Senjata Api

Bantah Isu Penembakan di Kericuhan Malioboro, Polda DIY: Personel Tak Dibekali Senjata Api

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 09:32 WIB

Date A Live F Last Date Rilis Film Maret 2027, Jadi Penutup Kisah Shido

Date A Live F Last Date Rilis Film Maret 2027, Jadi Penutup Kisah Shido

Your Say | Kamis, 29 Oktober 2026 | 09:30 WIB

Overstay Setahun, Dua WNA Thailand Dideportasi dari Indonesia

Overstay Setahun, Dua WNA Thailand Dideportasi dari Indonesia

Jatim | Kamis, 29 Oktober 2026 | 09:28 WIB

Siasat Licik Istri Napi di Tulungagung: Selundupkan 54 Pil Penenang di Balik Botol Kopi

Siasat Licik Istri Napi di Tulungagung: Selundupkan 54 Pil Penenang di Balik Botol Kopi

Jatim | Kamis, 29 Oktober 2026 | 09:28 WIB

Teknologi RAM DDR5 Makin Kencang, Latensi Rendah Jadi Andalan

Teknologi RAM DDR5 Makin Kencang, Latensi Rendah Jadi Andalan

Tekno | Kamis, 29 Oktober 2026 | 09:20 WIB

×