Mengenal Anjuran Makan Bubur Suro 1 Muharram, Ini Makna dan Resep Spesial

Chyntia Sami Bhayangkara

Minggu, 14 Juni 2026 | 17:10 WIB
Mengenal Anjuran Makan Bubur Suro 1 Muharram, Ini Makna dan Resep Spesial
Ilustrasi bubur suro 1 muharram (dibuat menggunakan AI)
baca 10 detik
  • Masyarakat Jawa menyambut 1 Muharram pada 15 Juni 2026 dengan tradisi menyajikan dan menyantap hidangan bubur suro.
  • Tradisi ini merupakan simbol syukur dan doa keselamatan yang telah berlangsung sejak era Kerajaan Mataram Islam.
  • Bubur suro terdiri dari bubur kuning dan kuah petis yang melambangkan keberkahan hidup di tahun baru Hijriah.

Suara.com - Malam 1 Muharram tahun ini jatuh pada Senin malam, 15 Juni 2026. Di sejumlah daerah masyarakat memiliki tradisi menyajikan serta menyantap bubur suro untuk menyambut Tahun Baru Islam.

Tradisi tersebut telah berlangsung turun-temurun dan menjadi bagian dari budaya masyarakat, khususnya di Pulau Jawa.

Bubur suro tidak hanya dipandang sebagai hidangan khas peringatan Tahun Baru Islam, tetapi juga sarat dengan makna syukur dan doa kebaikan.

Karena itu, setiap memasuki bulan Muharram, banyak masyarakat yang kembali membuat bubur suro untuk disantap bersama keluarga maupun dibagikan kepada tetangga dan kerabat.

Sejarah Bubur Suro 1 Muharram

Bubur suro merupakan hidangan yang identik dengan peringatan malam 1 Suro dalam kalender Jawa yang bertepatan dengan 1 Muharram dalam kalender Hijriah.

Dikutip dari Indonesia.go.id, tradisi membuat bubur suro telah dikenal sejak masa pemerintahan Sultan Agung. Pemerhati budaya Jawa, Arie Novan, menjelaskan bahwa tradisi tersebut sudah berlangsung sejak era Kerajaan Mataram Islam.

Menurutnya, bubur suro menjadi bentuk refleksi masyarakat Jawa atas nikmat, berkah, dan rezeki yang diberikan Allah SWT.

Selain berasal dari tradisi budaya Jawa, terdapat pula pendapat lain yang mengaitkan bubur suro dengan kisah Nabi Nuh AS. Sejumlah kitab klasik seperti Nihayatuz Zain karya Syekh Nawawi Al-Bantani, Nuzhatul Majalis karya Syekh Abdul Rahman Al-Usfuri, serta Jam'ul Fawaid karya Syekh Daud Al-Fatani menyebutkan kisah Nabi Nuh yang selamat dari banjir besar setelah berlayar selama 40 hari.

Dalam beberapa riwayat yang berkembang di masyarakat, para pengikut Nabi Nuh mengumpulkan sisa bahan makanan yang tersedia untuk dimasak bersama sebagai bentuk rasa syukur atas keselamatan yang diberikan Allah SWT.

baca juga

Dari kisah tersebut kemudian berkembang tradisi berbagi makanan dan bersedekah pada bulan Muharram, termasuk melalui penyajian bubur suro.

Makna Bubur Suro

Bagi masyarakat Jawa, bubur suro bukan sekadar makanan, melainkan simbol rasa syukur dan doa.

Bubur suro sering disebut sebagai ubarampe atau sarana untuk memaknai datangnya malam Suro. Hidangan ini menjadi lambang ungkapan terima kasih kepada Allah SWT atas berbagai nikmat yang telah diterima sepanjang tahun.

Selain itu, bubur suro juga mengandung filosofi yang berkaitan dengan angka tujuh. Dalam beberapa tradisi, bubur suro disajikan menggunakan tujuh jenis kacang, seperti kacang tanah, kacang hijau, kacang kedelai, kacang mede, dan jenis kacang lainnya.

Angka tujuh melambangkan tujuh hari dalam satu minggu. Oleh karena itu, menyantap bubur suro diharapkan menjadi doa agar seseorang memperoleh keberkahan, keselamatan, dan kelancaran dalam menjalani kehidupan setiap hari.

Makna tersebut menjadikan bubur suro sebagai simbol harapan akan kehidupan yang lebih baik saat memasuki tahun baru Hijriah.

Resep Bubur Suro

Zahra, peserta MasterChef Indonesia Season 12, membagikan resep bubur suro melalui akun Instagram pribadinya @zahra.mci12.

Dalam unggahannya, ia menyebut bubur suro sebagai hidangan yang wajib diketahui banyak orang karena memiliki cita rasa yang khas.

"Resep bubur suroo yang enak banget ini, plis semua orang harus tau ada bubur suro ini. Apalagi makannya pakai kerupuk petis," tulis Zahra.

Secara umum, Zahra menjelaskan bubur suro terdiri dari dua komponen utama, yakni bubur kuning dan kuah petis.

Bahan Bubur Kuning 

• 1 sdm bumbu dasar putih 
• 100 gr beras 
• 1 sdt kunyit bubuk
• 1/2 sdt garam 
• 1000 mL kaldu ayam 
• 500 mL santan cair 
• daun salam 
• daun pandan 
• daun jeruk 
• sereh 

Cara Membuat Bubur Kuning

1. Tumis bumbu dasar putih dan dedaunan
2. Masukkan beras yang sudah dicuci bersih 
3. Masukkan kaldu ayam, masak hingga beras pecah (1 jam) dengan api sedang
4. Angkat aromatik, masukkan kunyit bubuk dan santan cair juga garam 
5. Masak kembali hingga mengental menjadi bubur 

Bahan Kuah Petis

• 2 sdm bumbu dasar merah 
• 1 sdt pasta petis khusus untuk masakan berkuah (beli di pasar/ e commers) 
• 600 mL santan cair 
• telur puyuh rebus
• udang kecil
• tahu kuning kotak kecil yang sudah digoreng 
• krecek/ rambak 
• lengkuas
• jahe
• daun salam
• daun jeruk
• sereh 
• kunyit bubuk 
• ketumbar bubuk
• bawang putih bubuk 
• seasoning (garam, gula pasir, merica bubuk)

Cara Membuat Kuah Petis

1. Tumis bumbu halus dan bumbu aromatik hingga matang dan tidak langu
2. Masukkan 1/2 bagian santan cair
3. Masukkan isian (tahu, telur, udang dan pasta petis) aduk hingga bumbu petis larut sempurna 
4. Masukkan sisa santan dan krecek
5. Beri seasoning lalu koreksi rasa 

Nah itulah penjelasan mengenai bubur suro mulaid ari sejarah hingga resep membuatnya dari Zahra MCI 12.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Doa Akhir Tahun dan Awal Tahun Hijriah 1448 H: Arab, Latin, hingga Waktu Terbaik Membacanya

Doa Akhir Tahun dan Awal Tahun Hijriah 1448 H: Arab, Latin, hingga Waktu Terbaik Membacanya

Lifestyle | Minggu, 14 Juni 2026 | 14:42 WIB

Kapan 1 Muharram 1448 H? Ini Tanggal Pastinya Versi Kemenag, Muhammadiyah, dan NU

Kapan 1 Muharram 1448 H? Ini Tanggal Pastinya Versi Kemenag, Muhammadiyah, dan NU

Lifestyle | Minggu, 14 Juni 2026 | 13:12 WIB

Puasa Asyura Berapa Hari? Ini Jadwal serta Bacaan Niatnya dalam Arab dan Latin

Puasa Asyura Berapa Hari? Ini Jadwal serta Bacaan Niatnya dalam Arab dan Latin

Lifestyle | Minggu, 14 Juni 2026 | 08:17 WIB

Terkini

Pemkot Batam Gelar Pasar Murah 15-17 September, Catat Lokasinya!

Pemkot Batam Gelar Pasar Murah 15-17 September, Catat Lokasinya!

Batam | Senin, 14 September 2026 | 19:04 WIB

Kisah Ahda Dhiyaurrohman, Korban Kapal Virgo Transport 8 Asal Solo, Nekat Merantau Tanpa Restu Ortu

Kisah Ahda Dhiyaurrohman, Korban Kapal Virgo Transport 8 Asal Solo, Nekat Merantau Tanpa Restu Ortu

Surakarta | Senin, 14 September 2026 | 19:01 WIB

Kabut Asap Palembang, KAI Bagikan 2.800 Masker untuk Lindungi Pekerja Operasional

Kabut Asap Palembang, KAI Bagikan 2.800 Masker untuk Lindungi Pekerja Operasional

Sumsel | Senin, 14 September 2026 | 19:01 WIB

TNI AL Lanjutkan Pencarian Speedboat Jurnalis Hilang Kontak

TNI AL Lanjutkan Pencarian Speedboat Jurnalis Hilang Kontak

Video | Senin, 14 September 2026 | 19:00 WIB

Purbaya Dicopot: Kisruh Rekening Massal, Rp100 Miliar Jual Beli Jabatan dan Rombak Ratusan Pejabat

Purbaya Dicopot: Kisruh Rekening Massal, Rp100 Miliar Jual Beli Jabatan dan Rombak Ratusan Pejabat

Bisnis | Senin, 14 September 2026 | 18:57 WIB

Color Corrector Ungu untuk Apa? Kenali Fungsinya dalam Makeup

Color Corrector Ungu untuk Apa? Kenali Fungsinya dalam Makeup

Lifestyle | Senin, 14 September 2026 | 18:55 WIB

Izin Tambang Dicabut, Greenpeace Tagih Janji Perusahaan Pulihkan Ekologi Raja Ampat

Izin Tambang Dicabut, Greenpeace Tagih Janji Perusahaan Pulihkan Ekologi Raja Ampat

News | Senin, 14 September 2026 | 18:54 WIB

Mulai Kekeringan, Langit Jakarta Masih Nihil Awan Hujan Usai 5 Kali Modifikasi Cuaca

Mulai Kekeringan, Langit Jakarta Masih Nihil Awan Hujan Usai 5 Kali Modifikasi Cuaca

News | Senin, 14 September 2026 | 18:49 WIB

Kunjungi SCCR Indonesia, Gubernur Khofifah Dorong Penguatan Riset Kesehatan di Jatim

Kunjungi SCCR Indonesia, Gubernur Khofifah Dorong Penguatan Riset Kesehatan di Jatim

Jatim | Senin, 14 September 2026 | 18:47 WIB

Hempas Kusam dan Noda Gelap! Ini 4 Sabun Muka Korea Kandungan Brightening

Hempas Kusam dan Noda Gelap! Ini 4 Sabun Muka Korea Kandungan Brightening

Your Say | Senin, 14 September 2026 | 18:46 WIB

×