Mengapa Kampanye Pilah Sampah Sering Gagal? Pelajaran dari Model Tiga Pilar Get Plastic

Bimo Aria Fundrika

Kamis, 18 Juni 2026 | 11:55 WIB
Mengapa Kampanye Pilah Sampah Sering Gagal? Pelajaran dari Model Tiga Pilar Get Plastic
Sampah plastik yang dipilah untuk nantinya diproses menjadi BBM menggunakan mesin pirolisis (Dok. Pribadi/Get Plastic)

Suara.com - Pengelolaan sampah domestik di Indonesia masih menghadapi tantangan besar. Dari total sekitar 64 juta ton sampah yang dihasilkan setiap tahun, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) mencatat lebih dari 60 persen berasal dari rumah tangga.

Di saat yang sama, volume sampah plastik terus meningkat dan memperburuk pencemaran perairan. Laporan World Bank memperkirakan Indonesia melepaskan sekitar 3,2 juta ton sampah plastik ke laut setiap tahun, menempatkannya sebagai salah satu penyumbang terbesar secara global. Kondisi ini menunjukkan bahwa pembatasan plastik sekali pakai saja belum cukup tanpa sistem pengelolaan sampah yang mampu mengolah limbah hingga tahap akhir.

Berangkat dari persoalan tersebut, Yayasan Get Plastic melihat bahwa tantangan pengelolaan sampah tidak hanya terletak pada infrastruktur, tetapi juga pada rendahnya keterlibatan publik dan minimnya pemahaman mengenai proses pengolahan sampah.

Sejak mulai mengembangkan riset teknologi pirolisis sekitar 2013, yayasan ini mencoba membangun pendekatan yang menghubungkan edukasi masyarakat dengan teknologi pengolahan.

Founder sekaligus Ketua Yayasan Get Plastic, Dimas Bagus Wijanarko, menilai pemilahan sampah kerap dianggap sebagai beban tambahan karena masyarakat belum melihat manfaat nyata dari proses tersebut. Menurutnya, banyak kampanye lingkungan berhenti pada ajakan memilah tanpa menjelaskan ke mana sampah akan berakhir.

“Banyak kampanye pemilahan sampah dan pengurangan plastik sekali pakai belum efektif karena masyarakat juga tidak tahu setelah sampah dipilah akan diapakan. Kami mencoba menunjukkan bahwa sampah yang dipilah bisa diolah menjadi energi melalui teknologi pirolisis,” ujar Dimas.

Melalui pendekatan tersebut, Get Plastic berupaya menjadikan teknologi bukan sebagai tujuan akhir, melainkan alat untuk membangun kepercayaan dan mendorong perubahan perilaku masyarakat dalam mengelola sampah.

Unsur Plastik Sama Dengan Minyak Bumi?

BBM hasil pemrosesan sampah plastik melalui mesin pirolisis (Dok. Pribadi/Get Plastic)
BBM hasil pemrosesan sampah plastik melalui mesin pirolisis (Dok. Pribadi/Get Plastic)

Gagasan awal riset yang Dimas lakukan bermula dari kesadaran bahwa material plastik memiliki basis unsur yang sama dengan minyak bumi, sehingga secara ilmiah dapat dikembalikan ke wujud aslinya melalui rekayasa termal.

“Awal mulanya dari ide membikin event di kepulauan yang tidak menyisakan sampah, lalu saya mendapat informasi bahwa sebenarnya sampah plastik itu terbuat dari minyak bumi dan seharusnya bisa dikembalikan lagi menjadi wujud aslinya. Dari situlah akhirnya saya tertarik melakukan riset ini terus kita kembangkan sampai sekarang,” kenang Dimas.

baca juga

Konsep Tiga Pilar

Untuk mewujudkan perubahan perilaku tersebut, Get Plastic menerapkan strategi Tiga Pilar: support system (masyarakat), platform manajemen, dan ketersediaan fasilitas reaktor. Proses pirolisis bekerja dengan memotong rantai karbon panjang menjadi rantai karbon pendek melalui sistem pemanasan vakum tanpa oksigen. Karena tidak melalui proses pembakaran terbuka, sistem ini tidak memproduksi dioksin atau asap beracun, melainkan mengonversi hampir 90 persen material plastik menjadi cairan bahan bakar minyak sejenis solar dan bensin.

Namun, Dimas mengingatkan bahwa keberadaan mesin pirolisis mutakhir hanyalah instrumen pendukung, sementara motor penggerak utamanya tetap berada pada pilar masyarakat sebagai pemasok bahan baku terpilah.

"Masyarakat ini menjadi support system karena 86 persen sumber sampah yang ada di TPA itu rata-rata dari masyarakat kita, sisanya dari berbagai sektor. Kalau kita nggak bangun pengetahuan mereka, ya masyarakat akan tetap denial dengan berpikir ‘ngapain dipilah kalau ujung-ujungnya dibakar atau dibuang ke TPA juga.’ Nah, ini menjadi tanggung jawab kita untuk mengedukasi itu," urai Dimas.

Dimas menggarisbawahi bahwa integrasi Tiga Pilar ini merupakan satu-satunya cara agar sistem pengelolaan sampah mandiri di tingkat tapak tidak berujung pada kegagalan operasional.

"Tiga hal ini penting karena kalau fasilitasnya bagus dan teknologinya canggih tapi support system masyarakat tidak jalan, ya mangkrak juga akhirnya karena sampah tidak bisa diolah,” tegasnya.

Setiap hari Senin dan Kamis tim Get Plastic menjemput sampah plastik sekitar 50 Kartu Keluarga (KK) di wilayah learning center Bali dan Jogja. Sampah-sampah yang sudah terpilah kemudian dimasukkan ke dalam mesin pirolisis untuk diproses menjadi bahan bakar. Pada akhirnya, bahan bakar hasil konversi tersebut dialokasikan kembali untuk kebutuhan sosial, termasuk operasional yayasan dan bantuan sektor pertanian lokal.

Penulis: Vicka Rumanti

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dari Plastik jadi Energi: Bagaimana Get Plastic Dorong Perubahan Cara Pandang tentang Sampah?

Dari Plastik jadi Energi: Bagaimana Get Plastic Dorong Perubahan Cara Pandang tentang Sampah?

Lifestyle | Kamis, 18 Juni 2026 | 11:16 WIB

Sinar Matahari Ternyata Tak Cukup: Temuan Baru Ungkap Mengapa Plastik Bertahan Lama di Perairan

Sinar Matahari Ternyata Tak Cukup: Temuan Baru Ungkap Mengapa Plastik Bertahan Lama di Perairan

Lifestyle | Selasa, 16 Juni 2026 | 19:10 WIB

Bukan Sedotan, Penelitian Global Temukan Kemasan Makanan Jadi Penyumbang Utama Sampah Plastik Laut

Bukan Sedotan, Penelitian Global Temukan Kemasan Makanan Jadi Penyumbang Utama Sampah Plastik Laut

News | Selasa, 16 Juni 2026 | 11:55 WIB

Terkini

Nadiem Makarim Tantang Audit BPKP di Sidang Banding, Minta Hakim Periksa Ulang Bukti

Nadiem Makarim Tantang Audit BPKP di Sidang Banding, Minta Hakim Periksa Ulang Bukti

News | Selasa, 04 Agustus 2026 | 00:45 WIB

Prabowo dan PM Thailand Sepakati Kemitraan Strategis Baru, Fokus Pangan hingga Energi

Prabowo dan PM Thailand Sepakati Kemitraan Strategis Baru, Fokus Pangan hingga Energi

News | Selasa, 04 Agustus 2026 | 00:21 WIB

Jangan Korbankan Nyawa Demi Target! BGN Didesak Usut Tuntas Keracunan Massal MBG di Semarang

Jangan Korbankan Nyawa Demi Target! BGN Didesak Usut Tuntas Keracunan Massal MBG di Semarang

News | Selasa, 04 Agustus 2026 | 00:09 WIB

Trauma Kolektif: Pagar Tinggi Mal Ingatkan Warga pada Kerusuhan Agustus

Trauma Kolektif: Pagar Tinggi Mal Ingatkan Warga pada Kerusuhan Agustus

News | Senin, 03 Agustus 2026 | 23:53 WIB

Kasus Bayi Dijual Rp20 Juta Belum Tuntas, Polisi Didesak Usut Sosok Pemberi Uang

Kasus Bayi Dijual Rp20 Juta Belum Tuntas, Polisi Didesak Usut Sosok Pemberi Uang

Sumsel | Senin, 03 Agustus 2026 | 23:28 WIB

Dipukul Balok Kayu, Wanita di Palembang Gagalkan Aksi Begal hingga Pelaku Ditangkap

Dipukul Balok Kayu, Wanita di Palembang Gagalkan Aksi Begal hingga Pelaku Ditangkap

Sumsel | Senin, 03 Agustus 2026 | 23:05 WIB

Dua Kata Tijjani Reijnders Usai Timnas Indonesia Dibantai Vietnam 0-3

Dua Kata Tijjani Reijnders Usai Timnas Indonesia Dibantai Vietnam 0-3

Bola | Senin, 03 Agustus 2026 | 23:00 WIB

Ingin Rumah Terasa Lebih Elegan? Tren Interior Kini Mengandalkan Permainan Cahaya dari Keramik

Ingin Rumah Terasa Lebih Elegan? Tren Interior Kini Mengandalkan Permainan Cahaya dari Keramik

Lifestyle | Senin, 03 Agustus 2026 | 22:46 WIB

Haykal Ungkap Hal yang Bikin Tak Nyaman di Palembang, Pengemis hingga Sungai Jadi Sorotan

Haykal Ungkap Hal yang Bikin Tak Nyaman di Palembang, Pengemis hingga Sungai Jadi Sorotan

Sumsel | Senin, 03 Agustus 2026 | 22:41 WIB

Kreativitas Generasi Muda Indonesia Berbuah Manis, Ribuan Pelajar Sukses Bangun Bisnis

Kreativitas Generasi Muda Indonesia Berbuah Manis, Ribuan Pelajar Sukses Bangun Bisnis

Lifestyle | Senin, 03 Agustus 2026 | 22:30 WIB

×