Nelayan di Toli-Toli Sulit Jangkau Ikan Bernilai Tinggi, Bisakah Rumpon Portabel Jadi Solusi?

Bimo Aria Fundrika

Senin, 06 Juli 2026 | 17:28 WIB
Nelayan di Toli-Toli Sulit Jangkau Ikan Bernilai Tinggi, Bisakah Rumpon Portabel Jadi Solusi?
Ilustrasi Nelayan (Pixabay)
baca 10 detik
  • Tim pengabdian ITB dan IPB memperkenalkan rumpon portabel beratraktor suara bagi nelayan di Desa Kabetan, Sulawesi Tengah.
  • Program yang berlangsung sejak Oktober 2025 ini memberikan pelatihan teknis agar nelayan mampu mengoperasikan alat secara mandiri.
  • Penggunaan teknologi ini berhasil meningkatkan jumlah tangkapan ikan pelagis serta membantu nelayan di perairan dangkal tersebut.

Suara.com - Bagi banyak nelayan di desa-desa pesisir Indonesia, melaut belum tentu berarti memperoleh penghasilan yang cukup. Keterbatasan teknologi membuat sebagian besar nelayan hanya menangkap ikan di perairan dangkal. Akibatnya, hasil tangkapan didominasi ikan karang dengan nilai jual relatif rendah, sementara potensi ikan pelagis yang memiliki harga lebih tinggi masih sulit dimanfaatkan.

Kondisi tersebut juga dialami nelayan di Desa Kabetan, Kabupaten Toli-Toli, Sulawesi Tengah. Mayoritas warga menggantungkan hidup dari sektor perikanan, tetapi masih mengandalkan alat tangkap sederhana yang membatasi jangkauan penangkapan.

Alih-alih hanya memberikan bantuan alat, tim Pengabdian kepada Masyarakat Institut Teknologi Bandung (ITB) bersama IPB University mencoba pendekatan berbeda. Mereka mengembangkan rumpon portabel berbasis atraktor suara, sebuah teknologi yang dirancang untuk membantu nelayan menjangkau ikan pelagis sekaligus mudah dirakit, dioperasikan, dan dirawat secara mandiri.

ITB Kembangkan Rumpon Portabel untuk Meningkatkan Hasil Tangkapan Nelayan di Toli-Toli. (Dok. ITB)
ITB Kembangkan Rumpon Portabel untuk Meningkatkan Hasil Tangkapan Nelayan di Toli-Toli. (Dok. ITB)

Mengapa bantuan alat sering belum cukup?

Dalam berbagai program pemberdayaan nelayan, bantuan alat tangkap kerap menjadi solusi utama. Namun, tidak sedikit bantuan yang akhirnya tidak dimanfaatkan secara optimal karena tidak sesuai dengan kebutuhan masyarakat atau minim pendampingan.

Ketua Tim Pengabdian kepada Masyarakat ITB, Dr. Sri Raharno, mengatakan teknologi seharusnya tidak berhenti pada tahap penyerahan alat, tetapi harus dapat digunakan dalam kondisi nyata di lapangan.

"Teknologi yang kami kembangkan harus dapat digunakan oleh masyarakat dalam kondisi nyata. Karena itu, kegiatan ini tidak hanya berupa penyerahan alat, tetapi juga pelatihan, pendampingan, dan implementasi langsung di lapangan agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang," ujarnya.

Atas dasar itu, program yang berlangsung sejak Oktober 2025 hingga Juli 2026 tidak hanya menghadirkan inovasi teknologi, tetapi juga pendampingan bagi nelayan agar mampu mengoperasikan dan merawatnya secara mandiri.

Bagaimana rumpon portabel bekerja?

baca juga

Rumpon merupakan alat bantu yang berfungsi mengumpulkan ikan pada suatu titik tertentu sehingga lebih mudah ditangkap nelayan.

Tim ITB mengembangkan versi portabel yang dilengkapi atraktor suara untuk menarik ikan pelagis. Teknologi tersebut dirancang dapat dioperasikan hingga kedalaman sekitar 30 meter, mudah dipindahkan, dan sesuai dengan karakteristik perairan di Desa Kabetan.

Sebelum diterapkan kepada masyarakat, rumpon portabel terlebih dahulu diuji di lapangan. Hasil uji coba menunjukkan peningkatan jumlah tangkapan sekaligus keragaman jenis ikan dibandingkan metode sebelumnya. Temuan tersebut kemudian menjadi dasar penyempurnaan desain sebelum digunakan secara lebih luas.

Pada Juni 2026, tim mulai menerapkan program di Desa Kabetan melalui pelatihan, pendampingan, dan penyediaan sarana penangkapan ikan.

Sebanyak enam unit rumpon portabel berbasis atraktor suara diserahkan kepada kelompok nelayan, disertai 23 paket jaring insang monofilament, 10 paket pancing ulur, serta lima unit lampu jalan tenaga surya untuk mendukung aktivitas masyarakat pesisir.

Namun, menurut Sri Raharno, inti program bukan terletak pada jumlah bantuan yang diberikan, melainkan pada kemampuan masyarakat mengelola teknologi tersebut secara berkelanjutan.

Nelayan dilatih mulai dari pemasangan, pengoperasian, hingga perawatan rumpon. Mereka juga didampingi menggunakan alat tangkap yang dinilai lebih efektif sekaligus ramah lingkungan.

Masih perlu dibuktikan dalam jangka panjang

Meski hasil uji coba menunjukkan potensi peningkatan hasil tangkapan, efektivitas teknologi ini tetap perlu dipantau dalam jangka panjang.

Keberhasilan program tidak hanya diukur dari bertambahnya jumlah ikan yang ditangkap, tetapi juga dari kemampuan masyarakat mengoperasikan teknologi secara mandiri, menjaga keberlanjutan sumber daya ikan, dan meningkatkan pendapatan tanpa menambah tekanan terhadap ekosistem laut.

Karena itu, kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, dan masyarakat menjadi bagian penting dalam memastikan inovasi tersebut tidak berhenti sebagai proyek pengabdian, melainkan dapat direplikasi di desa-desa pesisir lain yang menghadapi tantangan serupa.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tradisi Petik Laut Muncar, Wujud Syukur Nelayan Banyuwangi kepada Laut

Tradisi Petik Laut Muncar, Wujud Syukur Nelayan Banyuwangi kepada Laut

Foto | Kamis, 02 Juli 2026 | 07:00 WIB

3  Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan

3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 22:42 WIB

Kalimat 'Endasmu' dari Prabowo Muncul Usai Singgung Wartawan di Penas

Kalimat 'Endasmu' dari Prabowo Muncul Usai Singgung Wartawan di Penas

Video | Kamis, 25 Juni 2026 | 15:00 WIB

Terkini

5 Cara Layering Serum yang Tepat agar Wajah Glowing dan Skincare Bekerja Maksimal

5 Cara Layering Serum yang Tepat agar Wajah Glowing dan Skincare Bekerja Maksimal

Lifestyle | Senin, 06 Juli 2026 | 17:17 WIB

Apa Bedanya Butter dan Margarin? Sering Dikira Sama padahal Beda Fungsinya

Apa Bedanya Butter dan Margarin? Sering Dikira Sama padahal Beda Fungsinya

Lifestyle | Senin, 06 Juli 2026 | 17:10 WIB

Fenomena Udang Naik ke Daratan Bisa Jadi Sinyal Gangguan Ekosistem Sungai, Mengapa?

Fenomena Udang Naik ke Daratan Bisa Jadi Sinyal Gangguan Ekosistem Sungai, Mengapa?

Lifestyle | Senin, 06 Juli 2026 | 16:55 WIB

2.671 Substrat Karang Dipasang di Kepulauan Seribu, Bisakah Percepat Pemulihan Terumbu Karang?

2.671 Substrat Karang Dipasang di Kepulauan Seribu, Bisakah Percepat Pemulihan Terumbu Karang?

Lifestyle | Senin, 06 Juli 2026 | 16:55 WIB

3 Krim Apotek Pencerah Wajah Tanpa Resep Dokter, Ampuh Hempas Noda Hitam

3 Krim Apotek Pencerah Wajah Tanpa Resep Dokter, Ampuh Hempas Noda Hitam

Lifestyle | Senin, 06 Juli 2026 | 16:48 WIB

5 CCTV Bentuk Bohlam Lampu yang Praktis, Tinggal Putar dan Bisa Lihat Seluruh Ruangan

5 CCTV Bentuk Bohlam Lampu yang Praktis, Tinggal Putar dan Bisa Lihat Seluruh Ruangan

Lifestyle | Senin, 06 Juli 2026 | 16:31 WIB

4 Rekomendasi Body Mask Lokal untuk Kulit Lembut Cerah Merata, Lengkap dengan Review

4 Rekomendasi Body Mask Lokal untuk Kulit Lembut Cerah Merata, Lengkap dengan Review

Lifestyle | Senin, 06 Juli 2026 | 16:29 WIB

Apakah Bedak Kedaluwarsa Masih Boleh Dipakai? Kenali Ciri-Ciri dan Risikonya

Apakah Bedak Kedaluwarsa Masih Boleh Dipakai? Kenali Ciri-Ciri dan Risikonya

Lifestyle | Senin, 06 Juli 2026 | 16:06 WIB

5 Eye Cream Lokal untuk Hilangkan Garis Halus dan Kerutan, Lengkap dengan Review

5 Eye Cream Lokal untuk Hilangkan Garis Halus dan Kerutan, Lengkap dengan Review

Lifestyle | Senin, 06 Juli 2026 | 16:03 WIB

Feng Shui Letak Meja Makan di Rumah yang Tepat agar Rezeki Keluarga Mengalir Deras

Feng Shui Letak Meja Makan di Rumah yang Tepat agar Rezeki Keluarga Mengalir Deras

Lifestyle | Senin, 06 Juli 2026 | 15:59 WIB

×