-
Wali murid bongkar kasus kekerasan anak di daycare Little Aresha.
-
Korban kasus kekerasan anak di daycare kerap diikat dan dikurung.
-
Kedua anak korban kasus kekerasan anak di daycare mengalami trauma.
"Dia cerita kalau adik bayi yang baru datang langsung dilepas bajunya dan hanya pakai popok. Tapi, dia cuman tahunya yang diikat anak-anak nakal, biar gak nginjek adik bayi. Dia gak tau kalau adik bayi itu juga diikat, karena pintu ruangan selalu ditutup tiap kali dia datang," ujar W.
Meski begitu, anak pertama W mengaku pernah melihat adik-adik bayi tidur di lantai.
"Dia cerita kalau adik bayi itu tidur posisi kepalanya ada di lantai. Terus nangis jerit-jerit tapi gak ada miss yang nolongin," ujarnya.
Sementara itu, anak pertama W sendiri ditempatkan di satu ruangan tanpa alas apapun, sehingga dipaksa tidur siang di lantai sampai dijemput orangtua.
"Dia ditaruh di lantai 2, tidak pakai alas, dia dipaksa tidur siang di lantai," ujar W.
Namun, anak pertama W tidak pernah mengadu apapun yang terjadi padanya kepada sang ibu karena takut akan dimarahi pengasuh esok harinya.
"Dia ditanya psikolog kenapa gak bilang ke mama, kan sudah besar dan tahu gak itu perbuatan salah. Dia bilang kalau nanti mama konfirmasi ke sekolah, nanti kita bakal dimarahi tapi dia gak menjelaskan detail dimarahinya bagaimana," jelas W.
Karena aksi kekerasan yang dilakukan pengasuh Little Aresha, kedua anak W pun mengalami trauma dan harus konsultasi psikolog.
Anak pertama menunjukkan perilaku regresi, sehingga masih mengompol dan BAB di celana di usia 7 tahun lebih. Sedangkan, anak kedua menunjukkan perilaku agresif dan kurang fokus.