- Koleksi jam tangan Dokter Tirta yang diulas akun Instagram @tankamedium menarik perhatian karena berasal dari berbagai merek dengan harga mulai jutaan hingga ratusan juta rupiah.
- Dokter Tirta mengungkapkan bahwa sebagian besar koleksinya dibeli melalui secondary market, sementara hanya beberapa yang dibeli dalam kondisi baru.
- Intip lima koleksi jam tangan Dokter Tirta beserta kisaran harganya, termasuk model yang diakuinya diperoleh dari pasar jam tangan bekas.
Suara.com - Koleksi jam tangan Dokter Tirta baru-baru ini diulas oleh akun Instagram @tankamedium dan memicu rasa penasaran para pecinta arloji.
Melalui unggahan tersebut, terungkap bahwa jam tangan Dokter Tirta berasal dari berbagai merek dengan rentang harga mulai jutaan hingga ratusan juta Rupiah.
Menariknya, koleksi jam tangan itu tidak hanya dipilih berdasarkan gengsi merek, tapi juga mencerminkan selera dan ketertarikannya terhadap dunia horologi.
Dokter Tirta juga mengungkapkan bahwa tidak semua jam tangannya dibeli dalam kondisi baru. Fakta ini diungkap dalam kolom komentar unggahan tersebut.
Ia mengaku beberapa koleksinya diperoleh melalui secondary market atau pasar jam tangan bekas, yang memang menjadi pilihan banyak kolektor untuk mendapatkan model tertentu dengan harga lebih kompetitif.
"Jam baru di situ cuma King Seiko yang 100th Aniv dan Seiko HUF. Sisanya? I got them from secondary market," tulis Dokter Tirta membalas komentar salah satu netizen.
Membeli jam tangan di secondary market bukanlah hal yang asing, terutama untuk produk original yang sudah tidak diproduksi lagi atau memiliki nilai koleksi tinggi.
Selama keaslian produk dapat dipastikan dan dibeli melalui penjual tepercaya, pasar barang bekas menjadi alternatif yang banyak diminati para penggemar jam tangan.
Lantas, jam tangan apa saja yang menjadi koleksi Dokter Tirta? Simak daftar lima koleksi jam tangan Dokter Tirta yang harganya jutaan, termasuk beberapa model yang diakuinya dibeli dari secondary market.
1. Lima Watch Kronosprinter Breguet Blue

Harga retail: sekitar Rp4,7 juta
Lima Watch Kronosprinter Blueprint Breguet Blue merupakan produk lokal yang mengusung desain kronograf bergaya klasik yang terinspirasi dari era mid-century.
Model jam ini dipadukan dengan angka Breguet di posisi pukul 12 serta jarum berwarna perak yang memberikan kesan elegan dan mudah dibaca.
Mengacu pada pengakuan Dokter Tirta di kolom komentar, jam tangan dari Lima Watch ini termasuk salah satu koleksi yang dibeli dari secondary market.
2. King Seiko 5626-5010 Automatic Steel Good

Harga pasar: sekitar Rp6 juta hingga Rp9 juta
King Seiko 5626-5010 merupakan jam tangan vintage yang diproduksi pada era akhir 1960-an hingga pertengahan 1970-an.
Jam tangan ini dikenal berkat mesin otomatis Hi-Beat Caliber 5626 dengan fitur day-date, ukuran case sekitar 35,5 mm, serta desain elegan khas lini King Seiko.
3. Seiko X HUF SRPM09

Harga retail: sekitar Rp6,1 juta
Seiko x HUF SRPM09 merupakan edisi terbatas hasil kolaborasi Seiko 5 Sports dengan brand streetwear HUF yang terinspirasi dari model arsip Seiko era 1970-an, Time Sonar, dengan dial semi-transparan berwarna khas HUF Green dan produksi hanya 7.000 unit di seluruh dunia.
Jam tangan ini dibekali mesin otomatis Caliber 4R36 dengan cadangan daya sekitar 41 jam, case stainless steel berdiameter 39,4 mm, kaca Hardlex, serta case back transparan berukir nomor seri yang menegaskan statusnya sebagai limited edition.
4. Omega De Ville Tank Genevoises II: Ref.191.0208

Harga pasar: sekitar Rp7 juta hingga Rp10 juta
Omega De Ville Genevoises II Ref. 191.0208 merupakan jam tangan dress vintage dari koleksi De Ville yang menampilkan desain berbentuk tank dengan karakter elegan khas Omega.
Model ini menggunakan mesin quartz Omega Caliber 1337, dipadukan dengan case berlapis emas dan dial bergaya klasik, sehingga menjadi salah satu referensi De Ville era 1970-an yang mengutamakan tampilan mewah sekaligus akurasi tinggi.
5. Seiko Italian Tuna Y187-7A30

Harga pasar: sekitar Rp8 juta hingga Rp14 juta
Seiko Italian Tuna Y187-7A30 merupakan kronograf kuarsa yang diproduksi khusus untuk pasar Italia pada 1998, sehingga menjadi salah satu model Seiko langka yang banyak diburu kolektor.
Jam tangan ini mengusung desain khas "Tuna" dengan case berpelindung (shrouded case), dial oranye berpadu subdial hitam, serta menggunakan mesin Y-series three-register chronograph yang memiliki sapuan jarum detik lebih halus dan reset cepat dibanding kuarsa konvensional.