- Mantan Dirut Kebun Binatang Surabaya, Chairul Anwar, ditetapkan sebagai tersangka dugaan korupsi yang diduga melibatkan penyalahgunaan anggaran operasional, termasuk dana pakan satwa.
- Di tengah mencuatnya kasus tersebut, minat masyarakat terhadap informasi seputar Kebun Binatang Surabaya, termasuk harga tiket masuk, kembali meningkat.
- Berikut informasi terbaru mengenai harga tiket masuk, jam operasional, dan cara membeli tiket Kebun Binatang Surabaya.
Harga paket berbeda-beda tergantung wahana yang dipilih sehingga pengunjung dapat menyesuaikannya dengan kebutuhan dan anggaran.
Kebun Binatang Surabaya berlokasi di Jalan Setail No. 1, Darmo, Kecamatan Wonokromo, Kota Surabaya, Jawa Timur, dan buka setiap hari pukul 08.00–16.00 WIB.
Sebelum berkunjung, pengunjung disarankan mengecek informasi terbaru mengenai tiket, jam operasional, maupun promo melalui situs dan akun Instagram resmi KBS karena kebijakan dapat berubah sewaktu-waktu.
Sejarah Kebun Binatang Surabaya
Kebun Binatang Surabaya (KBS) merupakan salah satu kebun binatang tertua di Indonesia yang memiliki sejarah lebih dari satu abad.
Lembaga konservasi ini resmi didirikan pada 31 Agustus 1916 oleh H.F.K. Kommer dengan nama Vereeniging Soerabaiasche Planten-en Dierentuin (Kebun Botani dan Binatang Surabaya).
Pada awal berdirinya, Kebun Binatang Surabaya berlokasi di kawasan Kaliondo. Seiring bertambahnya koleksi satwa, pada 1918 kebun binatang dipindahkan ke kawasan Groedo (Grudo) dan mulai dibuka untuk umum dengan menerapkan tiket masuk bagi pengunjung.
Perkembangan KBS terus berlanjut pada dekade berikutnya.
Pada 1927, pemerintah kota mengesahkan kepemilikan lahan hibah seluas 32.000 meter persegi, kemudian dilakukan perluasan secara bertahap hingga pada 1939 luas kawasan mencapai sekitar 15 hektare, yang menjadi lokasi KBS hingga sekarang.
Memasuki era 1950-an, pengelola membangun berbagai fasilitas baru, seperti akuarium, terarium, serta melakukan renovasi sejumlah kandang satwa.
Pada tahun 1970, Kebun Binatang Surabaya mencapai masa kejayaannya karena dikenal memiliki salah satu koleksi satwa paling lengkap di Asia Tenggara.
Pengelolaan KBS kemudian mengalami sejumlah perubahan. Pada 2010, pengelolaan sementara diambil alih oleh tim manajemen yang melibatkan pemerintah pusat, Pemerintah Kota Surabaya, dan berbagai pemangku kepentingan.
Kemudian pada 2012, KBS resmi dikelola oleh Perusahaan Daerah Taman Satwa Kebun Binatang Surabaya (PDTS KBS) berdasarkan Peraturan Daerah Kota Surabaya Nomor 19 Tahun 2012.
Sejak itu, KBS terus menjalankan fungsi sebagai destinasi wisata edukasi sekaligus lembaga konservasi ex-situ yang berfokus pada pelestarian satwa liar.