- Mantan Dirut Kebun Binatang Surabaya, Chairul Anwar, ditetapkan sebagai tersangka dugaan korupsi yang diduga melibatkan penyalahgunaan anggaran operasional, termasuk dana pakan satwa.
- Di tengah mencuatnya kasus tersebut, minat masyarakat terhadap informasi seputar Kebun Binatang Surabaya, termasuk harga tiket masuk, kembali meningkat.
- Berikut informasi terbaru mengenai harga tiket masuk, jam operasional, dan cara membeli tiket Kebun Binatang Surabaya.
Suara.com - Kejaksaan Tinggi Jawa Timur menetapkan mantan Direktur Utama Kebun Binatang Surabaya (KBS), Chairul Anwar, sebagai tersangka kasus dugaan korupsi selama dua periode menjabat.
Ia diduga menyalahgunakan anggaran operasional perusahaan, termasuk dana pakan satwa, selama menjabat pada periode 2016 hingga 2024 dengan nilai kerugian negara yang diperkirakan mencapai Rp10,2 miliar.
Di tengah hebohnya kasus ini, perhatian masyarakat tidak hanya tertuju pada kasus korupsi, tapi juga kembali mengarah ke Kebun Binatang Surabaya sebagai salah satu destinasi wisata keluarga yang populer.
Banyak orang yang mencari informasi seputar fasilitas, koleksi satwa, hingga harga tiket masuk KBS semenjak kasus dugaan korupsi Chairul Anwar mencuat ke publik.
Kebun Binatang Surabaya sendiri masih menjadi salah satu objek wisata favorit di Kota Pahlawan karena menawarkan pengalaman melihat beragam satwa dengan harga tiket yang relatif terjangkau.
Selain menjelajahi koleksi satwa, pengunjung juga dapat menikmati berbagai wahana edukasi dan aktivitas yang tersedia di kawasan kebun binatang.
Lalu, berapa harga tiket masuk Kebun Binatang Surabaya yang berlaku saat ini? Simak informasi lengkap mengenai tarif masuk, jam operasional, serta cara membeli tiket KBS dalam ulasan berikut.
Berapa Harga Tiket Masuk Kebun Binatang Surabaya?

Bagi masyarakat yang ingin berkunjung ke Kebun Binatang Surabaya (KBS), harga tiket masuk tergolong cukup terjangkau.
Berdasarkan informasi di website dan Instagram resmi KBS, tiket masuk dibanderol Rp15.000 per orang dan berlaku setiap hari, baik hari kerja maupun akhir pekan.
Bagi rombongan, Kebun Binatang Surabaya juga menyediakan tarif khusus yang lebih hemat.
Harga tiket rombongan sebesar Rp13.000 per orang untuk minimal 30 peserta, dengan bonus 1 tiket gratis untuk setiap kelipatan 30 orang.
Program ini hanya berlaku bagi lembaga pendidikan dan tidak berlaku pada akhir pekan, sehingga rombongan disarankan melakukan kunjungan pada hari kerja agar dapat memanfaatkan tarif khusus tersebut.
Tiket dapat dibeli secara langsung di loket maupun secara daring melalui laman resmi Kebun Binatang Surabaya.
Pembelian tiket secara online memudahkan pengunjung merencanakan kunjungan sekaligus mengurangi antrean saat memasuki area wisata.
Selain tiket reguler, Kebun Binatang Surabaya juga menyediakan berbagai pilihan tiket bundling yang mencakup akses ke wahana tertentu, seperti Kids Zoo dan Aquanoctudio Park.
Harga paket berbeda-beda tergantung wahana yang dipilih sehingga pengunjung dapat menyesuaikannya dengan kebutuhan dan anggaran.
Kebun Binatang Surabaya berlokasi di Jalan Setail No. 1, Darmo, Kecamatan Wonokromo, Kota Surabaya, Jawa Timur, dan buka setiap hari pukul 08.00–16.00 WIB.
Sebelum berkunjung, pengunjung disarankan mengecek informasi terbaru mengenai tiket, jam operasional, maupun promo melalui situs dan akun Instagram resmi KBS karena kebijakan dapat berubah sewaktu-waktu.
Sejarah Kebun Binatang Surabaya
Kebun Binatang Surabaya (KBS) merupakan salah satu kebun binatang tertua di Indonesia yang memiliki sejarah lebih dari satu abad.
Lembaga konservasi ini resmi didirikan pada 31 Agustus 1916 oleh H.F.K. Kommer dengan nama Vereeniging Soerabaiasche Planten-en Dierentuin (Kebun Botani dan Binatang Surabaya).
Pada awal berdirinya, Kebun Binatang Surabaya berlokasi di kawasan Kaliondo. Seiring bertambahnya koleksi satwa, pada 1918 kebun binatang dipindahkan ke kawasan Groedo (Grudo) dan mulai dibuka untuk umum dengan menerapkan tiket masuk bagi pengunjung.
Perkembangan KBS terus berlanjut pada dekade berikutnya.
Pada 1927, pemerintah kota mengesahkan kepemilikan lahan hibah seluas 32.000 meter persegi, kemudian dilakukan perluasan secara bertahap hingga pada 1939 luas kawasan mencapai sekitar 15 hektare, yang menjadi lokasi KBS hingga sekarang.
Memasuki era 1950-an, pengelola membangun berbagai fasilitas baru, seperti akuarium, terarium, serta melakukan renovasi sejumlah kandang satwa.
Pada tahun 1970, Kebun Binatang Surabaya mencapai masa kejayaannya karena dikenal memiliki salah satu koleksi satwa paling lengkap di Asia Tenggara.
Pengelolaan KBS kemudian mengalami sejumlah perubahan. Pada 2010, pengelolaan sementara diambil alih oleh tim manajemen yang melibatkan pemerintah pusat, Pemerintah Kota Surabaya, dan berbagai pemangku kepentingan.
Kemudian pada 2012, KBS resmi dikelola oleh Perusahaan Daerah Taman Satwa Kebun Binatang Surabaya (PDTS KBS) berdasarkan Peraturan Daerah Kota Surabaya Nomor 19 Tahun 2012.
Sejak itu, KBS terus menjalankan fungsi sebagai destinasi wisata edukasi sekaligus lembaga konservasi ex-situ yang berfokus pada pelestarian satwa liar.