- Masyarakat wajib mencuci muka terlebih dahulu sebelum mengaplikasikan produk eksfoliasi agar kotoran dan minyak tidak menghalangi penyerapan bahan aktif.
- Tahapan perawatan kulit yang benar setelah eksfoliasi meliputi pembilasan dengan air bersih, penggunaan pelembap, dan pengaplikasian tabir surya.
- Kesalahan umum yang harus dihindari meliputi eksfoliasi setiap hari, penggunaan sabun setelah pengelupasan, serta pemilihan produk yang tidak sesuai.
Suara.com - Eksfoliasi merupakan salah satu langkah penting dalam rutinitas skincare untuk membantu mengangkat sel kulit mati dan menjaga tekstur kulit tetap halus.
Meski terlihat sederhana, masih banyak orang yang bingung mengenai urutan penggunaannya, terutama apakah eksfoliasi dilakukan sebelum atau sesudah mencuci wajah.
Kesalahan dalam urutan perawatan kulit dapat membuat manfaat eksfoliasi tidak optimal bahkan meningkatkan risiko kulit menjadi kering dan iritasi.
Lalu, eksfoliasi dulu atau cuci muka dulu? Berikut penjelasan lengkap mengenai urutan yang benar beserta kesalahan yang perlu dihindari.
![Ilustrasi Eksfoliasi wajah [pexels.com]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/01/08/62070-ilustrasi-eksfoliasi-wajah.jpg)
Eksfoliasi Dulu atau Cuci Muka Dulu?
Jawaban yang tepat adalah cuci muka terlebih dahulu, kemudian baru melakukan eksfoliasi.
Membersihkan wajah sebelum eksfoliasi merupakan tahapan penting karena kulit setiap hari terpapar debu, polusi, minyak berlebih, keringat, serta sisa makeup maupun sunscreen.
Jika eksfoliator langsung diaplikasikan pada wajah yang masih kotor, kandungan aktifnya tidak dapat bekerja secara maksimal.
Lapisan minyak dan kotoran yang menempel di permukaan kulit dapat menjadi penghalang sehingga bahan aktif pada produk eksfoliasi lebih sulit menjangkau sel kulit mati.
Akibatnya, proses pengelupasan kulit menjadi kurang efektif dan hasil yang diperoleh tidak optimal.
Selain meningkatkan efektivitas eksfoliasi, mencuci wajah terlebih dahulu juga membantu mengurangi risiko pori-pori tersumbat oleh campuran minyak, kotoran, dan sel kulit mati yang terangkat selama proses eksfoliasi.
Gunakan facial wash yang lembut sesuai jenis kulit agar wajah bersih tanpa membuat lapisan pelindung kulit ikut terkikis.
Setelah itu, keringkan wajah dengan cara menepuk perlahan menggunakan handuk bersih sebelum mulai menggunakan produk eksfoliasi.
Urutan Eksfoliasi yang Benar
Agar manfaat eksfoliasi dapat dirasakan secara optimal tanpa mengganggu kesehatan skin barrier, lakukan tahapan berikut.
1. Bersihkan Wajah Terlebih Dahulu
Awali rutinitas dengan mencuci wajah menggunakan pembersih yang sesuai dengan jenis kulit.
Pastikan seluruh sisa makeup, sunscreen, debu, dan minyak telah terangkat sebelum melanjutkan ke tahap berikutnya. Setelah selesai, keringkan wajah secara perlahan tanpa menggosok terlalu keras.
2. Gunakan Produk Eksfoliasi
Setelah wajah bersih, aplikasikan produk eksfoliasi sesuai jenis yang digunakan.
Apabila memakai chemical exfoliator seperti AHA, BHA, atau PHA, gunakan sesuai petunjuk pada kemasan dan hindari area mata maupun bibir.
Jika menggunakan physical exfoliator berupa scrub, pijat wajah secara perlahan menggunakan gerakan memutar tanpa memberikan tekanan berlebihan.
Fokuskan penggunaan pada area yang memiliki tekstur kasar atau banyak komedo, seperti hidung, dagu, dan dahi.
3. Bilas dengan Air Bersih Jika Diperlukan
Untuk produk eksfoliasi yang memang perlu dibilas, cukup gunakan air bersih hingga seluruh sisa produk terangkat.
Hindari mencuci wajah kembali menggunakan sabun setelah eksfoliasi. Membersihkan wajah dua kali berturut-turut dengan facial wash dapat menghilangkan minyak alami kulit secara berlebihan sehingga kulit terasa kering, tertarik, bahkan lebih mudah mengalami iritasi.
4. Gunakan Pelembap
Setelah kulit bersih dan dikeringkan, segera aplikasikan pelembap.
Moisturizer membantu mengembalikan kelembapan kulit sekaligus memperkuat skin barrier yang untuk sementara menjadi lebih sensitif setelah proses eksfoliasi.
Pada pagi atau siang hari, jangan lupa melanjutkan dengan penggunaan sunscreen minimal SPF 30 untuk membantu melindungi kulit dari paparan sinar ultraviolet.
Kesalahan Saat Eksfoliasi
Selain urutan yang kurang tepat, terdapat beberapa kesalahan lain yang cukup sering dilakukan dan dapat mengurangi manfaat eksfoliasi.
1. Mencuci Wajah Lagi dengan Sabun Setelah Eksfoliasi
Salah satu kesalahan yang paling umum adalah menggunakan facial wash kembali setelah eksfoliasi selesai.
Padahal, setelah produk eksfoliasi dibilas, kulit hanya memerlukan pelembap untuk membantu mengembalikan hidrasi. Penggunaan sabun wajah dua kali dalam satu rangkaian perawatan justru berpotensi membuat kulit kehilangan minyak alaminya.
2. Terlalu Sering Melakukan Eksfoliasi
Eksfoliasi tidak perlu dilakukan setiap hari.
Sebagian besar jenis kulit cukup melakukan eksfoliasi satu hingga dua kali dalam seminggu. Kulit sensitif bahkan sering kali hanya membutuhkan eksfoliasi seminggu sekali agar lapisan pelindung kulit tetap terjaga.
Eksfoliasi yang terlalu sering dapat memicu kemerahan, kulit mengelupas, rasa perih, hingga meningkatkan sensitivitas kulit.
3. Menggunakan Produk yang Tidak Sesuai Jenis Kulit
Pemilihan eksfoliator juga perlu disesuaikan dengan kondisi kulit.
Scrub dengan butiran yang terlalu kasar berisiko menyebabkan gesekan berlebihan pada kulit sensitif. Sementara itu, chemical exfoliator dengan konsentrasi yang terlalu tinggi juga dapat memicu iritasi apabila digunakan tanpa menyesuaikan kebutuhan kulit.
4. Menggabungkan Terlalu Banyak Bahan Aktif
Setelah melakukan eksfoliasi, hindari langsung menggunakan produk yang mengandung retinol, peeling acid lain, atau bahan aktif dengan potensi iritasi tinggi dalam rutinitas yang sama.
Memberikan jeda bagi kulit untuk memulihkan diri akan membantu menjaga skin barrier tetap sehat sekaligus mengurangi risiko kemerahan dan kulit mengelupas.