- Perempuan kini aktif berinvestasi lewat Amartha Prosper guna mendukung pembiayaan produktif UMKM di berbagai desa Indonesia.
- Amartha mengelola risiko investasi melalui seleksi mitra, analisis data, pendampingan lapangan, serta penerapan sistem diversifikasi portofolio.
- Hingga 2024, Amartha menyalurkan dana ke empat juta UMKM, membantu 50 ribu usaha naik kelas, dan membuka ribuan lapangan kerja baru.
Hal lain yang membuat investasi berdampak menarik adalah manfaat yang dapat dirasakan secara nyata.
Melalui pembiayaan dari Amartha, banyak pelaku UMKM perempuan memanfaatkan modal untuk membeli bahan baku, menambah stok dagangan, memperluas usaha, hingga membuka lapangan pekerjaan di lingkungan sekitar.
Hingga kini, Amartha telah menyalurkan pembiayaan produktif kepada lebih dari 4 juta pelaku UMKM di lebih dari 50.000 desa di Indonesia.
Dalam Sustainability Report Amartha 2024 juga disebutkan lebih dari 110 ribu mitra berhasil membuka lapangan kerja pertama, sementara sekitar 50 ribu UMKM naik kelas dari usaha ultra mikro menjadi usaha kecil.
Artinya, setiap investasi bukan hanya berpotensi memberikan imbal hasil, tetapi juga ikut mendorong perempuan lain agar memiliki kesempatan mengembangkan usahanya.
Di tengah meningkatnya minat perempuan terhadap literasi keuangan dan investasi, memilih instrumen yang sesuai dengan tujuan finansial menjadi langkah penting.
Return memang menjadi salah satu pertimbangan, tetapi kualitas tata kelola, transparansi, serta dampak yang dihasilkan juga layak menjadi bahan pertimbangan sebelum mengambil keputusan.
Karena pada akhirnya, investasi bukan hanya soal membuat uang bertumbuh. Bagi banyak perempuan, investasi juga menjadi cara untuk saling menguatkan, membuka peluang ekonomi, dan menciptakan perubahan yang dapat dirasakan oleh lebih banyak perempuan di berbagai daerah Indonesia.