- Sillage adalah jejak aroma yang tertinggal setelah pemakai parfum lewat.
- Projection menunjukkan seberapa jauh aroma parfum menyebar dari tubuh.
- Longevity mengacu pada lamanya aroma parfum bertahan di kulit atau pakaian.
Suara.com - Istilah sillage, projection, dan longevity sering muncul saat membahas perihal perparfuman. Ketiganya sama-sama berkaitan dengan performa parfum, tetapi memiliki arti yang berbeda.
Banyak orang mengira parfum yang tahan lama pasti memiliki aroma yang menyebar jauh. Padahal, daya tahan aroma dan seberapa jauh wanginya tercium merupakan dua hal yang berbeda.
Memahami arti sillage, projection, dan longevity bisa membantu memilih parfum yang sesuai kebutuhan. Berikut informasi selengkapnya.

Apa Arti Sillage dalam Dunia Parfum?
Sillage (dibaca see-yazh) berasal dari bahasa Prancis yang berarti "jejak" atau "trail". Dalam dunia parfum, sillage adalah jejak aroma yang tertinggal ketika seseorang berjalan atau berpindah tempat setelah memakai parfum.
Sederhananya, sillage menggambarkan seberapa lama aroma parfum tetap melayang di udara setelah pemakainya meninggalkan suatu area. Karena itu, parfum dengan sillage yang baik sering kali masih bisa tercium beberapa saat setelah pemakainya lewat.
Namun, sillage tidak selalu berarti aroma parfum sangat kuat. Sebuah parfum bisa meninggalkan jejak aroma yang elegan dan halus tanpa terasa menyengat.
Secara umum, sillage dibagi menjadi beberapa kategori, yaitu sebagai berikut.
- Soft sillage: Jejak aroma tipis dan hanya tercium dalam jarak dekat.
- Moderate sillage: Aroma masih meninggalkan jejak yang cukup jelas, tetapi tidak berlebihan.
- Heavy sillage: Jejak aroma kuat dan dapat bertahan di udara lebih lama.
Apa Itu Projection Parfum?
Projection adalah kemampuan aroma parfum menyebar dari tubuh pemakainya ke udara di sekitarnya. Istilah ini menjelaskan seberapa jauh parfum bisa tercium ketika masih digunakan.
Jika sillage berbicara tentang jejak aroma yang tertinggal, projection lebih berfokus pada radius penyebaran aroma selama parfum masih aktif di kulit.
Sebagai contoh:
- Parfum dengan projection rendah biasanya hanya tercium oleh diri sendiri atau orang yang berada sangat dekat.
- Projection sedang membuat aroma bisa tercium dalam percakapan normal.
- Projection tinggi memungkinkan aroma tercium oleh orang yang berada beberapa meter dari pemakainya.
Projection biasanya paling kuat pada 30 menit hingga dua jam pertama setelah parfum disemprotkan. Setelah itu, intensitasnya cenderung menurun seiring proses penguapan.
Apa Arti Longevity pada Parfum?
Longevity adalah lamanya aroma parfum bertahan sejak pertama kali disemprotkan hingga benar-benar menghilang dari kulit atau pakaian.
Semakin lama aromanya bertahan, semakin tinggi nilai longevity parfum tersebut. Inilah alasan banyak orang menjadikan longevity sebagai salah satu pertimbangan utama sebelum membeli parfum.
Sebagai gambaran umum, longevity sering dikelompokkan menjadi 3 seperti di bawah.
- Pendek: sekitar 2–4 jam.
- Sedang: sekitar 5–7 jam.
- Lama: sekitar 8 jam atau lebih.
Perlu diketahui, lama ketahanan parfum bisa berbeda pada setiap orang karena dipengaruhi oleh kondisi kulit, suhu tubuh, cuaca, kelembapan, hingga jenis parfum yang digunakan.
Perbedaan Sillage, Projection, dan Longevity
Meski saling berkaitan, ketiga istilah ini memiliki fungsi yang berbeda.
- Sillage mengukur jejak aroma yang tertinggal setelah pemakai bergerak.
- Projection mengukur seberapa jauh aroma menyebar dari tubuh saat parfum sedang dipakai.
- Longevity mengukur berapa lama aroma parfum bertahan.
Sebagai ilustrasi, sebuah parfum bisa memiliki longevity hingga 10 jam, tetapi projection hanya kuat selama dua jam pertama. Setelah itu aromanya tetap bertahan di kulit, tetapi hanya tercium dari jarak yang sangat dekat. Parfum seperti ini memiliki longevity tinggi, tetapi projection yang mulai mengecil seiring waktu.
Sebaliknya, ada parfum yang memiliki projection sangat kuat pada awal pemakaian, tetapi hanya bertahan sekitar tiga hingga empat jam. Dalam kasus ini, parfumnya memiliki projection tinggi, tetapi longevity yang relatif pendek.
Faktor yang Memengaruhi Sillage, Projection, dan Longevity
Performa parfum dipengaruhi oleh banyak faktor, bukan hanya kualitas bahan bakunya. Beberapa di antaranya meliputi beberapa hal di bawah ini.
1. Konsentrasi minyak parfum
Parfum dengan konsentrasi minyak lebih tinggi, seperti parfum (Parfum/Extrait de Parfum) dan Eau de Parfum (EDP), umumnya memiliki longevity lebih lama dibandingkan Eau de Toilette (EDT) atau Eau de Cologne (EDC). Namun, konsentrasi tinggi tidak selalu berarti projection lebih besar.
2. Komposisi bahan
Bahan seperti oud, amber, vanilla, patchouli, musk, dan resin cenderung bertahan lebih lama dibandingkan aroma citrus atau green notes yang lebih mudah menguap.
3. Jenis kulit
Kulit yang lembap umumnya mampu mempertahankan aroma parfum lebih lama daripada kulit yang sangat kering.
4. Suhu lingkungan
Cuaca panas dapat membuat aroma parfum lebih cepat menyebar sehingga projection terasa lebih kuat. Namun, proses penguapan juga berlangsung lebih cepat sehingga ketahanannya bisa berkurang.
5. Cara pemakaian
Menyemprotkan parfum pada titik nadi atau kulit yang sudah diberi pelembap sering membantu aroma bertahan lebih lama dibandingkan kulit yang kering.