- Content creator Leticia Joseph kini menyadari bahwa pakaian basic dan sederhana memberikan ruang eksplorasi gaya personal yang lebih luas.
- Marketing Manager UNIQLO Indonesia Lisqia Lalantika menyatakan konsumen kini menginginkan pakaian nyaman yang tetap terlihat stylish untuk berbagai aktivitas.
- Pakaian dalam dan tank top kini bertransformasi menjadi bagian gaya sehari-hari yang fleksibel untuk teknik layering serta dipadukan dengan item lain.
Suara.com - Ada fase ketika pakaian basic dianggap terlalu sederhana untuk menjadi bagian dari gaya yang menarik. Bagi Leticia Joseph, putri Sheila Marcia yang kini dikenal sebagai content creator sekaligus model muda, pakaian dengan desain minimalis dulu justru bukan pilihan utama.
Ia lebih tertarik pada fashion item yang mencuri perhatian atau dikenal sebagai statement pieces. Namun, seiring waktu, pandangannya terhadap pakaian berubah. Leticia mulai menyadari bahwa item sederhana seperti tank top, cardigan, hingga pakaian dalam yang nyaman justru menjadi fondasi penting untuk bereksperimen dengan gaya.
“Dulu aku kalau memilih baju itu stres banget. Aku bisa nangis-nangis bilang ke mama, ‘Ma, Ticia nggak ada baju’, karena baju aku kebanyakan T-shirt putih, tank top. Dulu aku berpikir kalau basic pieces itu membosankan,” ujar Leticia.
Namun, pengalaman membuatnya melihat sisi lain dari pakaian basic. Menurutnya, koleksi yang sederhana justru memberikan ruang lebih besar untuk mengeksplorasi gaya personal.
“Sekarang aku sadar bahwa item-item basic justru memberi lebih banyak ruang buat eksplor personal style sesuai selera kita sendiri. Kalau baju yang mengikuti tren, sering kali hanya dipakai beberapa kali lalu nggak dipakai lagi,” lanjutnya.
Bagi Leticia, gaya berpakaian kini lebih mengutamakan keseimbangan antara kenyamanan dan ekspresi diri. Ia menyebut gaya personalnya saat ini cenderung kasual, menyenangkan, penuh warna, tetapi tetap mengutamakan rasa nyaman.
“Aku sekarang gaya pribadinya lebih casual, tapi juga menyenangkan, berwarna, senang bereksperimen, dan tentu saja harus nyaman,” katanya.
Ketika Pakaian Dalam Tak Lagi Sekadar Lapisan Tersembunyi
Perubahan cara pandang terhadap pakaian tidak hanya terjadi pada outerwear atau pakaian sehari-hari. Kini, batas antara pakaian rumah, pakaian dalam, dan pakaian untuk bepergian semakin melebur.
Tank top, camisole, hingga koleksi underwear tidak lagi hanya menjadi lapisan yang tersembunyi. Dengan pilihan desain, warna, dan material yang semakin beragam, item-item tersebut mulai menjadi bagian dari gaya sehari-hari.
Leticia melihat tank top sebagai salah satu contoh pakaian yang sangat fleksibel. Item yang dulu dianggap hanya sebagai dalaman kini dapat dipadukan dengan berbagai gaya.
“Aku suka tank top karena bisa dipakai as it is, dipadukan dengan cardigan, atau di-layer dengan outfit lain. Jadi satu item bisa dipakai berkali-kali, tapi tetap terasa berbeda,” ujarnya.
Selain tank top, cardigan juga menjadi salah satu item yang selalu ada dalam kesehariannya. Baginya, cardigan memiliki fungsi praktis karena mudah dibawa dan dapat menyempurnakan berbagai tampilan.
“Aku sih nomor satu cardigan. Cardigan itu my life saver selalu. Karena gampang dibawa ke mana-mana, kalau dimasukkan ke tas juga nggak makan banyak tempat,” kata Leticia.
Tren Fashion yang Mengutamakan Kenyamanan
Fenomena ini menjadi bagian dari perubahan tren fashion saat ini. Konsumen, terutama generasi muda, mulai tidak lagi melihat pakaian berdasarkan kategorinya, melainkan berdasarkan fungsi dan kemungkinan styling yang bisa diciptakan.
Pakaian tidur tidak selalu berhenti digunakan di rumah. Begitu pula underwear atau innerwear yang kini dapat menjadi elemen pendukung tampilan, baik melalui teknik layering maupun perpaduan dengan item lain.
Menurut Leticia, kenyamanan menjadi faktor utama dalam memilih pakaian. Sebab, pakaian yang nyaman dapat memengaruhi suasana hati dan kepercayaan diri seseorang.
“Kalau aku lagi pakai outfit apa pun, yang paling penting aku harus nyaman. Kalau nggak nyaman, aku bisa bad mood,” ujarnya.
Pandangan tersebut sejalan dengan perkembangan koleksi Lounge & Underwear Fall/Winter 2026 yang melihat perubahan perilaku konsumen dalam memilih pakaian. Tidak hanya mencari pakaian yang nyaman digunakan di rumah, masyarakat kini juga menginginkan item yang dapat beradaptasi untuk berbagai aktivitas.
Marketing Manager UNIQLO Indonesia Lisqia Lalantika mengatakan batas antara pakaian rumah, pakaian santai, dan pakaian bepergian semakin tidak terlihat jelas.
“Konsumen saat ini tetap mengutamakan kenyamanan, tetapi di saat yang sama ingin tetap terlihat stylish ketika beraktivitas. Karena itu kami terus mengembangkan koleksi yang mampu menjawab kebutuhan tersebut,” ujarnya.

Satu Item, Banyak Cara Bereksperimen
Perubahan gaya hidup membuat konsep mix and match semakin berkembang. Satu pakaian tidak lagi memiliki fungsi tunggal, melainkan dapat digunakan dalam berbagai kesempatan tergantung cara memadukannya.
Leticia sendiri mengaku senang bermain dengan warna, motif, dan teknik layering. Bahkan pakaian yang identik dengan kenyamanan seperti boxer atau pakaian santai pun bisa diolah menjadi bagian dari gaya kasual.
“Kita suka bermain dengan motif, warna, tekstur, dan layering. Sesuatu yang nyaman juga bisa tetap terlihat stylish,” ungkapnya.
Melalui pendekatan tersebut, pakaian dalam dan loungewear kini mengalami transformasi. Bukan lagi sekadar pakaian pendukung yang tersembunyi, melainkan bagian dari cara seseorang menunjukkan karakter dan kreativitas dalam berpakaian.
Bagi generasi seperti Leticia, fashion bukan lagi soal mengikuti aturan tertentu, tetapi menemukan kombinasi yang paling sesuai dengan diri sendiri. Nyaman, praktis, sekaligus tetap mencerminkan gaya personal.