- Sunscreen penting untuk melindungi kulit dari paparan sinar UV, tetapi banyaknya produk di pasaran membuat konsumen perlu waspada terhadap produk palsu.
- Sunscreen tiruan dapat menyerupai produk asli, tetapi berpotensi tidak memberikan perlindungan sesuai klaim SPF dan mengandung bahan yang mengiritasi kulit.
- Jangan hanya tergiur harga murah atau kemasan meyakinkan. Perhatikan tanda-tanda keaslian, terutama saat membeli dari marketplace atau penjual yang belum dikenal.
Suara.com - Sunscreen menjadi salah satu produk penting dalam rutinitas perawatan kulit karena membantu melindungi kulit dari paparan sinar ultraviolet (UV).
Namun, banyaknya produk yang beredar di pasaran membuat konsumen perlu lebih teliti agar tidak tanpa sengaja membeli sunscreen palsu.
Produk sunscreen palsu dapat dibuat menyerupai produk asli, mulai dari merek hingga kemasannya sehingga terkadang sulit dikenali hanya dengan melihat sekilas.
Padahal, produk tiruan bisa saja tidak melalui pengujian keamanan dan efektivitas yang semestinya sehingga berpotensi tidak memberikan perlindungan sesuai klaim SPF.
Selain itu, sunscreen palsu juga dapat mengandung bahan yang tidak diketahui atau berisiko mengiritasi kulit.
Oleh karena itu, harga murah atau kemasan yang terlihat meyakinkan sebaiknya tidak langsung menjadi alasan untuk membeli.
Ada beberapa tanda yang bisa diperhatikan sebelum menggunakan sunscreen, terutama ketika membeli dari marketplace atau penjual yang belum dikenal.
Melansir laman All Things Beauty dan Marisa's Skin Care, berikut ciri-ciri sunscreen palsu yang penting untuk dikenali agar tidak salah pilih.

1. Harganya Terlalu Murah
Harga yang jauh lebih murah dibandingkan harga normal produk dapat menjadi salah satu tanda yang patut dicurigai.
Konsumen disarankan untuk lebih berhati-hati terhadap sunscreen yang terus-menerus mendapat potongan harga besar tanpa alasan yang jelas.
Promo memang bisa membuat harga produk asli menjadi lebih murah, tapi harga yang tidak masuk akal sebaiknya tidak langsung dianggap sebagai keuntungan. Coba bandingkan harga dengan toko resmi atau penjual tepercaya sebelum melakukan pembelian.
2. Kemasan Terlihat Buruk
Kualitas kemasan juga dapat menjadi petunjuk ketika memeriksa keaslian sunscreen. Kesalahan ejaan, logo yang tampak buram, jenis huruf yang tidak sesuai, atau desain yang terlihat berbeda dari produk resmi merupakan beberapa tanda yang perlu diperhatikan.
Meski begitu, kemasan saja tidak selalu cukup untuk memastikan sebuah produk palsu karena produk tiruan dapat dibuat sangat mirip dengan aslinya.
Jika menemukan kejanggalan pada kemasan, sebaiknya lakukan pemeriksaan tambahan sebelum menggunakannya.
3. Penjual Tidak Jelas
Tempat membeli sunscreen juga perlu diperhatikan, terutama ketika berbelanja secara online. Penjual yang tidak dikenal atau tidak memiliki reputasi jelas memiliki risiko lebih besar dibandingkan toko resmi maupun retailer tepercaya.
Sebelum membeli, periksa identitas toko, ulasan pelanggan, serta riwayat penjualannya. Jika memungkinkan, pilih toko resmi merek atau penjual yang memang memiliki reputasi baik.
4. Ulasannya Terlihat Tidak Wajar
Jangan langsung percaya hanya karena sebuah sunscreen memiliki banyak rating bintang lima. Ulasan palsu dapat dibuat menggunakan akun atau sistem otomatis sehingga produk terlihat memiliki banyak pembeli yang puas.
Perhatikan apakah ulasannya memberikan pengalaman yang spesifik atau justru menggunakan kalimat yang sangat umum dan berulang.
Foto produk pada ulasan juga patut diperiksa karena gambar yang terlalu sempurna atau terlihat seperti foto stok dapat menjadi tanda mencurigakan.
5. Tidak Memiliki Segel Pengaman
Keberadaan segel atau kemasan yang menunjukkan produk belum pernah dibuka juga perlu diperhatikan.
Panduan Marisa's Skin Care menyebut sunscreen asli umumnya memiliki segel keamanan atau kemasan tamper-proof sebagai salah satu bentuk perlindungan produk.
Jika segel terlihat rusak, terbuka, atau berbeda dari produk yang biasanya dijual secara resmi, sebaiknya jangan terburu-buru menggunakannya. Bandingkan kemasan dengan informasi yang tersedia di kanal resmi merek.

6. Tekstur Sunscreen Aneh
Perubahan tekstur juga dapat menjadi tanda yang perlu dicermati, terutama jika produk terasa jauh berbeda dari sunscreen yang biasanya digunakan.
Sunscreen palsu dapat memiliki tekstur terlalu lengket, sulit diratakan, meninggalkan lapisan putih yang tidak mudah menyatu, atau terasa berbeda ketika diaplikasikan.
Namun, tekstur juga dapat berubah karena penyimpanan yang tidak tepat atau produk yang sudah terlalu lama dibuka.
Karena itu, periksa pula tanggal kedaluwarsa, kondisi kemasan, dan tempat pembelian sebelum menyimpulkan produk tersebut palsu.
7. Aroma Terasa Aneh dan Menyengat
Sunscreen dengan aroma yang sangat berbeda dari produk aslinya juga patut dicurigai. All Things Beauty menyebut produk palsu dapat memiliki aroma kimia yang tidak menyenangkan karena bahan yang digunakan untuk meniru produk asli belum tentu sama.
Jika aroma sunscreen terasa sangat menyengat atau berubah secara drastis dibandingkan produk yang pernah digunakan sebelumnya, sebaiknya jangan langsung mengoleskannya ke wajah. Periksa kembali keaslian produk melalui penjual atau kanal resmi merek.
8. Kulit Mengalami Reaksi yang Tidak Biasa
Sunscreen palsu dapat mengandung bahan yang tidak diketahui dan belum melalui pengujian keamanan maupun efektivitas yang semestinya.
Pengguna dapat mengalami reaksi seperti rasa perih, terbakar, kemerahan, atau ruam setelah mengaplikasikannya.
Jika muncul reaksi yang tidak biasa setelah menggunakan produk baru, hentikan pemakaian dan jangan terus menggunakannya hanya untuk menghabiskan produk.
Untuk produk sunscreen yang belum pernah digunakan sebelumnya, melakukan uji tempel pada area kecil kulit juga dapat membantu melihat kemungkinan reaksi sebelum mengaplikasikannya secara lebih luas.
9. Klaim SPF Patut Dipertanyakan
Angka SPF pada kemasan tidak selalu menjamin tingkat perlindungan yang sebenarnya jika produk tersebut merupakan sunscreen palsu.
Produk tiruan bisa saja mencantumkan klaim SPF tertentu, tetapi tidak memberikan perlindungan sesuai angka yang tertera karena tidak melalui pengujian yang semestinya.
Karena itu, jangan hanya terpaku pada angka SPF ketika membeli sunscreen. Pastikan produk berasal dari merek dan penjual yang tepercaya agar perlindungan terhadap paparan sinar UV dapat lebih diandalkan.
Pada akhirnya, mengenali ciri-ciri sunscreen palsu penting dilakukan sebelum membeli maupun menggunakan produk.
Harga yang terlalu murah, kemasan mencurigakan, penjual tidak jelas, tekstur atau aroma yang berbeda, hingga munculnya reaksi pada kulit dapat menjadi tanda yang perlu diperhatikan.
Jika masih ragu terhadap keaslian suatu sunscreen, lebih aman tidak menggunakannya sebelum mendapatkan kepastian dari penjual atau pihak resmi merek.
Untuk mengurangi risiko mendapatkan produk palsu, utamakan pembelian melalui toko resmi atau retailer tepercaya dan jangan mudah tergiur penawaran yang terlihat terlalu bagus untuk menjadi kenyataan.