Olahraga Sambil Memungut Sampah, Tren Gaya Hidup dari Jepang yang Bikin Warga Jakarta Ikut Bergerak

Dinda Rachmawati

Kamis, 27 Agustus 2026 | 13:48 WIB
Olahraga Sambil Memungut Sampah, Tren Gaya Hidup dari Jepang yang Bikin Warga Jakarta Ikut Bergerak
Bukan Sekadar Pungut Sampah! SPOGOMI Jakarta Ubah Jalanan Jadi Arena Olahraga Hijau (Dok. Istimewa)
baca 10 detik
  • Ratusan peserta mengikuti kompetisi SPOGOMI Jakarta 2026 di Jalan Jenderal Sudirman pada hari Minggu, 23 Agustus 2026.
  • Aktivitas memungut dan memilah sampah ini bertujuan untuk menumbuhkan kesadaran lingkungan serta mengajak masyarakat hidup aktif.
  • Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta menyatakan kolaborasi berbagai pihak sangat dibutuhkan untuk mengatasi persoalan sampah.

Suara.com - Olahraga tak lagi selalu identik dengan lari, bersepeda, atau latihan di pusat kebugaran. Kini, ada cara baru untuk berkeringat sekaligus memberi manfaat bagi lingkungan: bergerak sambil memungut sampah.

Konsep unik dari Jepang bernama SPOGOMI ini mulai menarik perhatian sebagai bagian dari tren gaya hidup yang menggabungkan aktivitas fisik, kompetisi, dan kepedulian terhadap lingkungan.

SPOGOMI, singkatan dari Supotsu Gomihiroi atau olahraga memungut sampah ini juga hadir di Jakarta melalui SPOGOMI Jakarta 2026. Ratusan peserta turun langsung ke kawasan Jalan Jenderal Sudirman pada Minggu (23/8/2026). 

Sejak pukul 06.00 hingga 10.00 WIB, para peserta bergerak dalam tim menyusuri rute yang telah ditentukan dengan satu misi: mencari dan mengumpulkan sampah.

Namun, aktivitas ini bukan sekadar aksi bersih-bersih biasa. Sampah yang ditemukan harus dibawa kembali untuk ditimbang dan dipilah berdasarkan kategori. Unsur kompetisi inilah yang membuat kegiatan menjaga lingkungan terasa lebih seru dan menantang.

Di balik keseruannya, SPOGOMI membawa pesan penting tentang persoalan sampah yang selama ini kerap dianggap sebagai urusan pemerintah atau petugas kebersihan. 

Ketua Subkelompok Pemberdayaan Masyarakat Dinas Lingkungan Hidup Provinsi DKI Jakarta, Susi Andriani, menilai kegiatan ini menjadi contoh nyata pentingnya keterlibatan banyak pihak.

“Acara ini sangat bagus karena melibatkan peran serta masyarakat, terutama dari dunia usaha. Banyak sekali dunia usaha yang ikut mendukung kegiatan SPOGOMI,” ujar Susi.

Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, komunitas, dan sektor swasta dibutuhkan untuk mendukung Gerakan Pemilahan dan Pengelolaan Sampah dari Sumber. Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri untuk mengurangi timbulan sampah di Jakarta.

baca juga

Konsep SPOGOMI sendiri berasal dari Jepang, negara yang dikenal membangun budaya pengelolaan sampah melalui kebiasaan sehari-hari. Kini, olahraga memungut sampah tersebut telah berkembang hingga menjadi kompetisi internasional melalui SPOGOMI World Cup.

Di Jakarta, kegiatan ini diikuti lintas generasi, mulai dari pelajar SMP, SMA/SMK, mahasiswa, pekerja kantoran, komunitas, hingga masyarakat umum. Hal tersebut menunjukkan bahwa isu lingkungan bisa dikemas menjadi aktivitas sosial yang dekat dengan gaya hidup masa kini.

Marketing Manager AEON Delight Indonesia (PT Sinar Jernih Sarana), Caesario Mi’radz, mengatakan keberhasilan kegiatan tidak hanya diukur dari banyaknya sampah yang terkumpul.

“Bagi kami, SPOGOMI bukan sekadar kegiatan memungut sampah. Ini bentuk nyata komitmen untuk ikut menjaga lingkungan dan membangun kesadaran masyarakat,” katanya.

Menurut Caesario, tindakan sederhana dapat menjadi awal perubahan yang lebih besar. Ketika seseorang terbiasa memungut dan memilah sampah, kebiasaan tersebut diharapkan terus dilakukan setelah kompetisi berakhir.

“Yang lebih penting adalah apa yang terjadi setelah kegiatan ini selesai. Kami berharap setiap peserta pulang dengan kesadaran baru bahwa sampah yang kita hasilkan adalah tanggung jawab kita,” ujarnya.

Minister Urusan Ekonomi Kedutaan Besar Jepang di Indonesia, Kenji Enoshita, juga menekankan pentingnya membangun kebiasaan pengelolaan sampah dari individu, keluarga, hingga sekolah.

Tren olahraga sambil memungut sampah seperti SPOGOMI pun menawarkan cara baru untuk menjalani gaya hidup aktif. Bukan hanya tubuh yang diajak bergerak, tetapi kesadaran juga ikut dibangun. 

Dari Jepang hingga Jakarta, memungut satu sampah kini bisa menjadi bagian dari kompetisi, olahraga, sekaligus langkah kecil menuju perubahan lingkungan yang lebih besar.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Cerdas Kelola Finansial, BRI Multiguna Tawarkan Pencairan Kilat dan Bonus Jutaan

Cerdas Kelola Finansial, BRI Multiguna Tawarkan Pencairan Kilat dan Bonus Jutaan

Bri | Kamis, 27 Agustus 2026 | 13:35 WIB

Bakar Sampah Berujung Petaka, Warga Srengseng Sawah Kena Denda Rp 500 Ribu

Bakar Sampah Berujung Petaka, Warga Srengseng Sawah Kena Denda Rp 500 Ribu

News | Kamis, 27 Agustus 2026 | 12:29 WIB

Pertamina Eco RunFest 2026: Hadirkan Tujuh Inisiatif Keberlanjutan Lingkungan, Nol Jejak Sampah

Pertamina Eco RunFest 2026: Hadirkan Tujuh Inisiatif Keberlanjutan Lingkungan, Nol Jejak Sampah

Bisnis | Rabu, 26 Agustus 2026 | 20:43 WIB

Terkini

Kedubes AS di Arab Saudi: Warga Amerika Jangan ke Perbatasan Yaman, Risiko Terorisme

Kedubes AS di Arab Saudi: Warga Amerika Jangan ke Perbatasan Yaman, Risiko Terorisme

News | Rabu, 16 September 2026 | 16:10 WIB

Kepergok Curi Sawit-Bacok Warga, Pria Ini Ditangkap saat Sembunyi Bersama Istri Siri

Kepergok Curi Sawit-Bacok Warga, Pria Ini Ditangkap saat Sembunyi Bersama Istri Siri

Sumut | Rabu, 16 September 2026 | 16:10 WIB

Peneliti Ubah Kotoran Sapi Menjadi Bahan Baku Lilin: Bagaimana Caranya?

Peneliti Ubah Kotoran Sapi Menjadi Bahan Baku Lilin: Bagaimana Caranya?

Lifestyle | Rabu, 16 September 2026 | 16:10 WIB

Prabowo: Kalau Tak Kuat Jadi Petugas Rakyat, Harus Minggir

Prabowo: Kalau Tak Kuat Jadi Petugas Rakyat, Harus Minggir

News | Rabu, 16 September 2026 | 16:09 WIB

Bisnis Waralaba RI Tembus Rp143 Triliun, Tumbuh 10-15% per Tahun

Bisnis Waralaba RI Tembus Rp143 Triliun, Tumbuh 10-15% per Tahun

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 16:06 WIB

Tas Multifungsi Jadi Andalan, Siluet Clean dengan Material Leather Kian Diminati

Tas Multifungsi Jadi Andalan, Siluet Clean dengan Material Leather Kian Diminati

Lifestyle | Rabu, 16 September 2026 | 16:05 WIB

Menjemput Rezeki dari Balik Layar Gadget hingga Ujung Canting, Kisah Difabel Bertahan Hidup di Jogja

Menjemput Rezeki dari Balik Layar Gadget hingga Ujung Canting, Kisah Difabel Bertahan Hidup di Jogja

Jogja | Rabu, 16 September 2026 | 16:04 WIB

Tidak Semua Harus Dibagikan, Ini Alasan Pentingnya Membangun Batas Privasi di Dunia Maya

Tidak Semua Harus Dibagikan, Ini Alasan Pentingnya Membangun Batas Privasi di Dunia Maya

Your Say | Rabu, 16 September 2026 | 16:04 WIB

5 Bedak Padat yang Tahan Lama dan Glowing Sesuai Klaim dan Review Pengguna

5 Bedak Padat yang Tahan Lama dan Glowing Sesuai Klaim dan Review Pengguna

Lifestyle | Rabu, 16 September 2026 | 16:03 WIB

Perusahaan Diminta Tak Cuma Andalkan Awareness untuk Hadapi Serangan Siber

Perusahaan Diminta Tak Cuma Andalkan Awareness untuk Hadapi Serangan Siber

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 16:02 WIB

×