- Penyanyi remaja Amagra merilis album terbaru berjudul Butterflies bersama label Ninenote Music untuk membangun karakter musikalnya.
- Album berisi tujuh lagu ini mengangkat tema universal tentang cinta, emosi remaja, serta proses menerima berbagai fase kehidupan.
- Proses penggarapan album melibatkan produser Aminoto Kosin, Irvnat, dan musisi internasional untuk memperluas eksplorasi musik Amagra.
Suara.com - Di tengah lanskap musik yang bergerak cepat dan tren yang terus berganti, Amagra memilih mengambil jalannya sendiri. Penyanyi remaja asal Indonesia itu tidak ingin sekadar mengikuti arus, tetapi membangun musik berdasarkan karakter vokal, cerita, dan emosi yang ingin disampaikannya.
Pilihan tersebut terlihat dalam album terbarunya, Butterflies, yang menjadi kelanjutan perjalanan musikal Amagra bersama Ninenote Music.
Lewat album ini, Amagra mencoba menghadirkan karya yang dekat dengan kehidupannya sebagai remaja, tetapi tetap bisa dirasakan oleh pendengar dari berbagai usia. Lagu-lagunya berbicara tentang cinta dan berbagai emosi yang universal, mulai dari rasa suka, rindu, kehilangan, kebingungan, hingga proses menerima keadaan.
Meski sejumlah cerita berangkat dari pengalaman personal Amagra, emosi yang dituangkan dalam Butterflies tidak dibatasi oleh usia maupun generasi tertentu.
Tema-tema tersebut sengaja dibuat dekat dengan kehidupan sehari-hari sehingga pendengar dapat menemukan pengalaman maupun perasaan yang relate dengan dirinya.
Tak Sekadar Mengikuti Arus
Bagi Amagra, membangun karakter sendiri menjadi bagian penting dalam perjalanan sebagai penyanyi muda. Di tengah tren musik yang silih berganti, ia memilih untuk mengembangkan karya yang sesuai dengan karakter vokal dan perkembangan musikalnya.
Proses tersebut kembali dilakukan bersama Aminoto Kosin dan Irvnat, dua sosok yang telah terlibat sejak awal perjalanan musikal Amagra.
Keduanya membantu Amagra mengeksplorasi komposisi musik dan lirik yang sesuai dengan karakter seorang penyanyi remaja. Tantangannya bukan hanya menciptakan lagu yang terdengar baik, tetapi juga memastikan cerita, pilihan kata, melodi, dan aransemen terasa natural ketika dibawakan Amagra.
Proses kreatif itu kemudian melahirkan Butterflies, album yang tidak hanya mengandalkan karakter vokal Amagra, tetapi juga memberikan ruang untuk perkembangan musikalnya.
Keterlibatan The Kennel serta sejumlah musisi internasional turut memberikan warna dan perspektif baru dalam proses penggarapan album tersebut.
Kolaborasi ini menjadi bagian dari perjalanan Amagra untuk mengeksplorasi musik yang lebih luas, sekaligus memperkuat identitas musikal yang ingin dibangunnya.
Butterflies, Gambaran dari Perjalanan Emosi
Pilihan untuk memiliki warna sendiri juga tercermin dari konsep Butterflies. Kupu-kupu menjadi benang merah yang menghubungkan musik, cerita, hingga identitas visual album.
Konsep tersebut berangkat dari gambaran seekor kupu-kupu kecil yang melalui kepakan sayapnya dapat menjadi simbol dari dampak yang jauh lebih besar.
Bagi Amagra, gambaran itu merepresentasikan sesuatu yang terlihat kecil dan lembut, tetapi sebenarnya memiliki kekuatan untuk menghasilkan pengaruh yang luar biasa.
Konsep tersebut kemudian dipadukan dengan gagasan “Badai Perasaan”, yang menggambarkan berbagai gejolak emosi dalam perjalanan seseorang.
Melalui album ini, Amagra menuangkan berbagai perasaan yang pernah dilaluinya, mulai dari kebahagiaan, kesedihan, kerinduan, hingga proses menerima dan berdamai dengan setiap fase kehidupan.
Visual album pun mengikuti perjalanan tersebut. Nuansa yang lebih gelap menggambarkan fase ketika seseorang berada dalam “badai” perasaan, sementara sosok kupu-kupu tetap hadir sebagai simbol harapan, gerak, dan kekuatan.
Perjalanan visual itu kemudian bergerak menuju suasana yang lebih hangat melalui rangkaian visualizer.
Pemilihan nama Butterflies juga dianggap merepresentasikan karakter Amagra. Sederhana dan indah, tetapi memiliki kekuatan di baliknya.
Seperti Amagra yang tampil dengan karakter lembut namun berani menentukan warna musiknya sendiri, album ini membawa pesan bahwa sesuatu yang indah tidak selalu berarti rapuh.
Tujuh Lagu, Beragam Cerita
Butterflies terdiri dari tujuh lagu utama, yakni “Butterflies”, “Masih Rindu”, “Big Girls Don't Cry”, “Bilang Saja”, “Jalan Buntu”, “Ribbons in the Sky”, dan “Sing”.
Ketujuh lagu tersebut membawa spektrum emosi yang beragam dan menjadi bagian dari perjalanan Amagra dalam menjadikan musik sebagai medium yang personal sekaligus dekat dengan pendengar.
Perjalanan tersebut melanjutkan capaian Amagra sejak debut profesionalnya. Hingga kini, karya-karyanya telah menghasilkan lebih dari 800 ribu streams di Spotify.
Lagu Amagra juga telah digunakan dalam lebih dari 20 ribu postingan di media sosial dengan total lebih dari 226 juta views.
Pengalamannya turut mencakup kolaborasi internasional dan proyek bersama orkestra.
Melalui Butterflies, Amagra ingin melanjutkan perjalanan tersebut dengan karya yang semakin merepresentasikan dirinya.
Album ini menjadi ruang bagi Amagra untuk menunjukkan bahwa menjadi penyanyi muda bukan berarti harus selalu mengikuti apa yang sedang ramai. Ia justru memilih membangun karakter melalui musik, cerita, dan emosi yang memang ingin disampaikannya.
Bersama Ninenote Music, Amagra pun ingin terus mengembangkan karya yang mengutamakan kualitas, karakter, dan cerita yang dapat bertahan lebih lama dari sekadar tren sesaat. Butterflies menjadi salah satu langkah dalam perjalanan tersebut.