- Masyarakat urban perkotaan kini menjadikan kafe dan restoran sebagai ruang ketiga untuk bersosialisasi dan bekerja.
- Teknologi digital dan media sosial memengaruhi konsumen dalam menemukan destinasi kuliner serta tren makanan global.
- Erajaya Food & Nourishment memperluas ekosistem bisnis melalui berbagai merek kuliner untuk memenuhi kebutuhan gaya hidup.
Butter tteok, misalnya, membawa camilan tradisional Korea ke dalam format dessert modern dengan berbagai pilihan isian. Sementara hojicha dan genmai menawarkan pengalaman menikmati teh dengan karakter rasa yang berbeda dari minuman manis pada umumnya.
Di sinilah kreativitas menjadi penting. Sebuah menu bukan hanya tentang bahan dan rasa, tetapi juga bagaimana ia menciptakan pengalaman yang membuat orang ingin mencoba, mengingat, bahkan membagikannya.
Dari Layar ke Meja, Pengalaman Makin Terhubung
Pengalaman kuliner masyarakat urban juga semakin dipengaruhi teknologi.
Seseorang bisa menemukan kafe baru melalui TikTok atau Instagram, melihat menu sebelum datang, melakukan pemesanan secara digital, membayar secara nontunai, hingga mendapatkan penawaran melalui aplikasi loyalitas.
Namun, teknologi pada akhirnya tetap mengantarkan konsumen pada pengalaman yang nyata: duduk di sebuah ruang, menikmati makanan dan minuman, berbincang, atau menghabiskan waktu sendiri.
Artinya, dunia digital justru ikut memperkuat fungsi kafe dan restoran sebagai ruang sosial.
Dari Tren Menjadi Ekosistem Gaya Hidup
Besarnya kebutuhan terhadap ruang sosial baru ini membuka peluang bagi pelaku industri F&B untuk menghadirkan lebih dari sekadar tempat makan.
Hal tersebut sejalan dengan perkembangan Erajaya Food & Nourishment (EFN), vertikal bisnis Erajaya Group yang bergerak di sektor F&B dan grocery. Portofolionya mencakup Paris Baguette, Bacha Coffee, Curry Up, CHAGEE, serta GrandLucky Superstore.

Paris Baguette, misalnya, mengembangkan konsep bakery café yang dapat menjadi tempat bertemu sekaligus menikmati pastry dan minuman. Di sisi lain, CHAGEE membawa budaya minum teh ke pengalaman yang lebih modern melalui inovasi menu dan berbagai aktivitas yang dekat dengan gaya hidup konsumen.
Ada pula Curry Up yang menawarkan konsep Build-Your-Own Curry, memungkinkan pelanggan meracik pilihan saus, nasi, dan protein sesuai selera.
Ragam konsep tersebut menunjukkan bahwa industri F&B kini bergerak menuju satu hal, yaitu menciptakan pengalaman yang relevan dengan kehidupan masyarakat urban.
Dalam perjalanan “30 Tahun Erajaya Group”, perkembangan ini menjadi bagian dari langkah memperluas ekosistem bisnis ke kebutuhan gaya hidup masyarakat.
Sebab, pada akhirnya,kafe dan restoran bukan lagi sekadar tempat untuk makan.
Mereka adalah tempat kita bertemu, bekerja, bercerita, merayakan sesuatu, menemukan tren baru, atau bahkan hanya mengambil jeda dari hiruk-pikuk kota.
Dan mungkin, itulah alasan mengapa secangkir kopi hari ini bisa berarti jauh lebih banyak daripada sekadar kopi.