Ketika Kafe Tak Lagi Cuma Tempat Ngopi: Wajah Baru Ruang Sosial Masyarakat Urban

Vania Rossa

Senin, 07 September 2026 | 19:14 WIB
Ketika Kafe Tak Lagi Cuma Tempat Ngopi: Wajah Baru Ruang Sosial Masyarakat Urban
Paris Baguette di Margo City, salah satu kafe dan restoran yang dimanfaatkan untuk bersosialisasi dan bekerja. (dok. Paris Baguette)
baca 10 detik
  • Masyarakat urban perkotaan kini menjadikan kafe dan restoran sebagai ruang ketiga untuk bersosialisasi dan bekerja.
  • Teknologi digital dan media sosial memengaruhi konsumen dalam menemukan destinasi kuliner serta tren makanan global.
  • Erajaya Food & Nourishment memperluas ekosistem bisnis melalui berbagai merek kuliner untuk memenuhi kebutuhan gaya hidup.

Suara.com - Ada masa ketika pergi ke kafe berarti duduk sebentar, memesan kopi, lalu pulang. Sekarang, ceritanya sudah berbeda.

Kafe bisa menjadi kantor sementara untuk menyelesaikan deadline, tempat bertemu sahabat setelah sekian lama tak bertemu, lokasi meeting santai, sampai ruang untuk sekadar duduk sendirian sambil menikmati secangkir teh.

Begitu pula restoran. Makan di luar kini bukan sekadar aktivitas untuk mengisi perut. Memilih tempat makan bisa menjadi bagian dari gaya hidup: mencari suasana yang nyaman, makanan yang menarik untuk difoto, pelayanan yang menyenangkan, hingga pengalaman yang terasa layak dibagikan di media sosial.

Di tengah ritme kehidupan perkotaan yang serba cepat, restoran dan kafe perlahan mengambil peran sebagai 'ruang ketiga' atau third place, sebuah tempat di luar rumah dan kantor yang memungkinkan orang bersosialisasi, bekerja, beristirahat, sekaligus menjadi dirinya sendiri.

Datang untuk Makan, Pulang Bawa Pengalaman

Perubahan ini ikut menggeser cara masyarakat memilih destinasi kuliner.

Rasa tentu tetap menjadi pertimbangan utama. Namun, konsumen urban kini juga memperhatikan hal-hal lain yang membuat sebuah tempat terasa spesial. Mulai dari desain interior, pencahayaan, musik, aroma, keramahan staf, hingga bagaimana sebuah menu disajikan.

Karena itu, secangkir kopi atau segelas teh bisa terasa lebih menarik ketika dinikmati di ruang yang nyaman. Sepotong pastry pun bisa menjadi bagian dari pengalaman ketika disandingkan dengan suasana yang membuat orang betah berlama-lama.

Fenomena ini membuat batas antara kuliner dan gaya hidup semakin tipis.

baca juga

Orang datang ke kafe bukan hanya untuk coffee break, tetapi juga untuk bekerja. Mereka datang ke restoran bukan hanya untuk makan malam, tetapi merayakan ulang tahun, bertemu pasangan, berkumpul dengan komunitas, atau sekadar mencari waktu berkualitas setelah menjalani hari yang panjang.

Bahkan aktivitas kuliner kini sering menjadi bagian dari agenda akhir pekan. Sarapan, brunch, ngopi sore, mencicipi menu baru, berburu dessert viral, sampai mencoba minuman dengan rasa yang sedang tren bisa menjadi bentuk rekreasi kecil di tengah padatnya kehidupan kota.

Ketika Tren Kuliner Menjadi Bagian dari Identitas

Generasi muda juga punya cara sendiri dalam menikmati tren F&B.

Makanan dan minuman yang sedang populer tidak hanya dinilai dari rasanya, tetapi juga cerita di baliknya. Hojicha, matcha, milk tea, pastry Korea, hingga berbagai dessert dengan tampilan unik menunjukkan bagaimana tren kuliner global dengan cepat menemukan tempat di Indonesia.

Yang menarik, konsumen tidak selalu mencari sesuatu yang benar-benar baru. Mereka justru menyukai ketika sesuatu yang familiar diberi sentuhan berbeda.

Butter tteok, misalnya, membawa camilan tradisional Korea ke dalam format dessert modern dengan berbagai pilihan isian. Sementara hojicha dan genmai menawarkan pengalaman menikmati teh dengan karakter rasa yang berbeda dari minuman manis pada umumnya.

Di sinilah kreativitas menjadi penting. Sebuah menu bukan hanya tentang bahan dan rasa, tetapi juga bagaimana ia menciptakan pengalaman yang membuat orang ingin mencoba, mengingat, bahkan membagikannya.

Dari Layar ke Meja, Pengalaman Makin Terhubung

Pengalaman kuliner masyarakat urban juga semakin dipengaruhi teknologi.

Seseorang bisa menemukan kafe baru melalui TikTok atau Instagram, melihat menu sebelum datang, melakukan pemesanan secara digital, membayar secara nontunai, hingga mendapatkan penawaran melalui aplikasi loyalitas.

Namun, teknologi pada akhirnya tetap mengantarkan konsumen pada pengalaman yang nyata: duduk di sebuah ruang, menikmati makanan dan minuman, berbincang, atau menghabiskan waktu sendiri.

Artinya, dunia digital justru ikut memperkuat fungsi kafe dan restoran sebagai ruang sosial.

Dari Tren Menjadi Ekosistem Gaya Hidup

Besarnya kebutuhan terhadap ruang sosial baru ini membuka peluang bagi pelaku industri F&B untuk menghadirkan lebih dari sekadar tempat makan.

Hal tersebut sejalan dengan perkembangan Erajaya Food & Nourishment (EFN), vertikal bisnis Erajaya Group yang bergerak di sektor F&B dan grocery. Portofolionya mencakup Paris Baguette, Bacha Coffee, Curry Up, CHAGEE, serta GrandLucky Superstore.

Teh Chagee (dok. Chagee)
Teh Chagee (dok. Chagee)

Paris Baguette, misalnya, mengembangkan konsep bakery café yang dapat menjadi tempat bertemu sekaligus menikmati pastry dan minuman. Di sisi lain, CHAGEE membawa budaya minum teh ke pengalaman yang lebih modern melalui inovasi menu dan berbagai aktivitas yang dekat dengan gaya hidup konsumen.

Ada pula Curry Up yang menawarkan konsep Build-Your-Own Curry, memungkinkan pelanggan meracik pilihan saus, nasi, dan protein sesuai selera.

Ragam konsep tersebut menunjukkan bahwa industri F&B kini bergerak menuju satu hal, yaitu menciptakan pengalaman yang relevan dengan kehidupan masyarakat urban.

Dalam perjalanan “30 Tahun Erajaya Group”, perkembangan ini menjadi bagian dari langkah memperluas ekosistem bisnis ke kebutuhan gaya hidup masyarakat.

Sebab, pada akhirnya,kafe dan restoran bukan lagi sekadar tempat untuk makan.

Mereka adalah tempat kita bertemu, bekerja, bercerita, merayakan sesuatu, menemukan tren baru, atau bahkan hanya mengambil jeda dari hiruk-pikuk kota.

Dan mungkin, itulah alasan mengapa secangkir kopi hari ini bisa berarti jauh lebih banyak daripada sekadar kopi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

4 Rekomendasi Sepatu Lari Stylish untuk Tren Run to Coffee, Sporty tapi Tetap Trendi

4 Rekomendasi Sepatu Lari Stylish untuk Tren Run to Coffee, Sporty tapi Tetap Trendi

Lifestyle | Minggu, 30 Agustus 2026 | 18:15 WIB

Bukan Cuma Kopi, 5 Kafe di Nganjuk Ini Punya Konsep Unik yang Menarik

Bukan Cuma Kopi, 5 Kafe di Nganjuk Ini Punya Konsep Unik yang Menarik

Your Say | Rabu, 19 Agustus 2026 | 12:45 WIB

Wajah Baru Jalan A. Yani Nganjuk: Jadi Pusat Dagang Hingga Spot Nongkrong

Wajah Baru Jalan A. Yani Nganjuk: Jadi Pusat Dagang Hingga Spot Nongkrong

Your Say | Selasa, 18 Agustus 2026 | 14:30 WIB

Terkini

Stop Tunggu Mood, Ini Lima Insight Disiplin Menulis dari J.S. Khairen

Stop Tunggu Mood, Ini Lima Insight Disiplin Menulis dari J.S. Khairen

Your Say | Selasa, 03 November 2026 | 11:50 WIB

Sampai Harus Rawat Inap, Berikut Kondisi Shin Tae-yong yang Sedang Sakit

Sampai Harus Rawat Inap, Berikut Kondisi Shin Tae-yong yang Sedang Sakit

Bola | Selasa, 03 November 2026 | 11:49 WIB

Warna BBM Pertalite Bening dan Gelap Beredar, Konsumen Bingung Pilih yang Mana?

Warna BBM Pertalite Bening dan Gelap Beredar, Konsumen Bingung Pilih yang Mana?

Sulsel | Selasa, 03 November 2026 | 11:49 WIB

Ekspor Nonmigas RI Tembus 212,27 Miliar Dolar AS per September 2026, Ditopang Nikel & CPO

Ekspor Nonmigas RI Tembus 212,27 Miliar Dolar AS per September 2026, Ditopang Nikel & CPO

Bisnis | Selasa, 03 November 2026 | 11:46 WIB

5 Polisi Narkoba Diduga Pesta Sabu di Depok, Kompolnas Sebut Atasan Lalai Awasi Anak Buahnya: Harus Bertanggung Jawab!

5 Polisi Narkoba Diduga Pesta Sabu di Depok, Kompolnas Sebut Atasan Lalai Awasi Anak Buahnya: Harus Bertanggung Jawab!

News | Selasa, 03 November 2026 | 11:45 WIB

Paspor Indonesia Bebas Visa ke Mana Saja? Ini Daftar Negara yang Bisa Dikunjungi

Paspor Indonesia Bebas Visa ke Mana Saja? Ini Daftar Negara yang Bisa Dikunjungi

Lifestyle | Selasa, 03 November 2026 | 11:45 WIB

Berapa Tarif Raffi Ahmad Jadi BA? Kontrak Dilepas Brand Besar usai Kontroversi

Berapa Tarif Raffi Ahmad Jadi BA? Kontrak Dilepas Brand Besar usai Kontroversi

Entertainment | Selasa, 03 November 2026 | 11:42 WIB

Gibran Didesak Minta Maaf ke Prabowo karena Sudah Jadi Noda Pemerintahan dan Mundur

Gibran Didesak Minta Maaf ke Prabowo karena Sudah Jadi Noda Pemerintahan dan Mundur

News | Selasa, 03 November 2026 | 11:39 WIB

Beban Prabowo, Gibran Jadi Pembangkang Hukum Bila Tak Mundur

Beban Prabowo, Gibran Jadi Pembangkang Hukum Bila Tak Mundur

News | Selasa, 03 November 2026 | 11:37 WIB

Petani Tanam Ganja di Tengah Kebun Cabai Aceh Timur, Polisi Bongkar Penyamaran

Petani Tanam Ganja di Tengah Kebun Cabai Aceh Timur, Polisi Bongkar Penyamaran

Sumut | Selasa, 03 November 2026 | 11:37 WIB

×