Ini 5 Strategi Jitu Raup Cuan dari Media Sosial ala Pakar Marketing

Ferry Noviandi

Senin, 07 September 2026 | 19:40 WIB
Ini 5 Strategi Jitu Raup Cuan dari Media Sosial ala Pakar Marketing
Meski memiliki followers terbatas, bukan tidak mungkin untuk meraup cuan. [Ilustrasi membuat konten - pexels/Polina Tankilevitch]
baca 10 detik
  • CMO SCGI Agency Jessica Gautama menyatakan kreator bermodal pengikut terbatas tetap bisa memonetisasi media sosial.
  • Strategi monetisasi mencakup penguasaan rumus konten, penentuan segmen audiens spesifik, serta adaptasi pesan lintas platform.
  • Hasil dari strategi tersebut adalah brand kini lebih menghargai engagement sehat dan bukti pengaruh nyata kreator.

Suara.com - Selama ini, banyak orang menganggap bahwa kunci utama mendulang rupiah di media sosial adalah memiliki jutaan pengikut (follower).

Namun, tren industri kreatif kini telah bergeser. Kualitas konten dan kedekatan dengan audiens ternyata jauh lebih bernilai di mata brand ketimbang sekadar angka di profil.

Lantas, bagaimana caranya agar akun dengan pengikut terbatas tetap bisa menghasilkan "cuan" yang menjanjikan?

Jessica Gautama, Chief Marketing Officer (CMO) SCGI Agency, mengungkapkan bahwa konten adalah jantung sekaligus fondasi utama dalam ekosistem digital.

Namun, konten yang menarik saja tidak cukup. Perlu ada strategi matang dan konsistensi untuk mengubah kreativitas menjadi pundi-pundi uang.

Berikut adalah 5 langkah strategis untuk memonetisasi media sosial Anda, meski belum menjadi mega-influencer:

Jessica Gautama, Chief Marketing Officer SCGI Agency berbagi insight seputar cara cari duit di media sosial dan konten kreatif.
Jessica Gautama, Chief Marketing Officer SCGI Agency berbagi insight seputar cara cari duit di media sosial dan konten kreatif.

1. Kuasai Rumus "Relevance, Hook, dan Value"

Membuat konten bukan sekadar mengikuti tren yang sedang viral. Menurut Jessica, kreator harus memahami tiga pilar utama: relevance (relevansi), hook (daya pikat), dan value (nilai manfaat).

"Kita harus memahami apa yang sedang dibicarakan atau dirasakan oleh audiens. Dari sana, terjemahkan menjadi hook yang kuat di detik-detik awal agar audiens tidak langsung scrolling," kata Jessica.

Ia menekankan agar kreator tidak terjebak menjadi "budak tren". Konten yang kuat lahir dari sudut pandang unik dan karakter yang konsisten, sehingga audiens memiliki alasan kuat untuk selalu kembali ke akun Anda.

baca juga

2. Bidik Segmen Audiens yang Spesifik

Jangan mencoba menyenangkan semua orang. Kesalahan umum pemula adalah menargetkan audiens yang terlalu luas.

Padahal, memahami perilaku (behavior) dan kebutuhan komunitas jauh lebih penting daripada sekadar data demografi seperti usia atau lokasi.

Jessica memberi contoh, dua wanita berusia 25 tahun bisa memiliki minat yang bertolak belakang.

Yang satu mungkin mencari inspirasi karier, sementara yang lain lebih tertarik pada konten parenting atau wellness.

"Mulailah dari siapa yang paling membutuhkan nilai yang Anda tawarkan. Temukan segmen yang tidak hanya besar, tapi juga relevan dan punya potensi untuk melakukan aksi (seperti membeli produk atau menekan tautan)," ujarnya.

3. Pesan Konsisten, Format Berbeda

Banyak kreator terjebak melakukan copy-paste konten yang sama ke semua platform. Padahal, setiap media sosial memiliki "budaya" yang berbeda.

Jessica menyarankan agar satu kampanye memiliki satu pesan utama (core message), namun disampaikan dengan cara yang adaptif.

TikTok: Cocok untuk konten yang lebih raw, spontan, menghibur, dan memancing percakapan.

Instagram: Lebih menonjolkan aspek visual yang estetik dan aspirasional.

YouTube: Tempat yang tepat untuk edukasi mendalam atau storytelling yang panjang.

"Pesan dan karakter brand Anda harus konsisten, tapi formatnya harus mengikuti perilaku audiens di masing-masing platform," imbuh lulusan Nanyang Academy of Fine Arts Singapore ini.

4. Bangun "Proof of Influence" ketimbang Jumlah Follower

Kabar baik bagi kreator kecil: Brand masa kini tidak lagi hanya mengejar angka follower. Mereka mencari kreator yang memiliki engagement sehat, karakter kuat, dan mampu membangun kepercayaan audiens (proof of influence).

Daripada menjadi "palugada" (apa lu mau gue ada), lebih baik fokus pada satu ceruk (niche) tertentu agar Anda mudah dikenali sebagai ahli di bidang tersebut. Jessica juga menyarankan kreator untuk proaktif.

"Jangan hanya menunggu endorse. Monetisasi bisa datang dari berbagai pintu, mulai dari affiliate marketing, live commerce, hingga menjadi mitra kreatif bagi sebuah brand," tuturnya.

Jangan lupa siapkan media kit profesional yang berisi profil audiens dan performa konten Anda.

5. Jadikan Data sebagai Kompas Kreativitas

Data bukan sekadar angka untuk laporan, melainkan petunjuk untuk langkah selanjutnya. Jangan hanya terpaku pada jumlah likes atau views.

Jessica mengajak kreator untuk membedah data lebih dalam: mana konten yang paling banyak disimpan (saves), dibagikan (shares), atau menghasilkan kunjungan profil.

"Cari polanya. Apakah audiens Anda lebih responsif terhadap konten edukasi atau demonstrasi produk? Gunakan data tersebut untuk menciptakan siklus: publish-measure-learn-optimize-repeat," imbuhnya.

Bagi Jessica, data tidak akan mematikan kreativitas. Sebaliknya, data membantu kreator memahami jenis kreativitas apa yang paling relevan bagi audiens, sehingga setiap konten yang dibuat tidak hanya berdasarkan perasaan semata.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

IdeaFest 2026 Angkat Tema Re:Humanize, Ajak Masyarakat Menempatkan Manusia Sebagai Pusat di Era AI

IdeaFest 2026 Angkat Tema Re:Humanize, Ajak Masyarakat Menempatkan Manusia Sebagai Pusat di Era AI

Bisnis | Jum'at, 04 September 2026 | 18:44 WIB

Heboh Gaji MagangHub Disebut Dipotong, Kemnaker Buka Suara

Heboh Gaji MagangHub Disebut Dipotong, Kemnaker Buka Suara

Bisnis | Jum'at, 04 September 2026 | 13:36 WIB

Hakuhodo Ungkap Generasi 40+ Kini Jadi Prime Audience Baru Bagi Brand

Hakuhodo Ungkap Generasi 40+ Kini Jadi Prime Audience Baru Bagi Brand

Bisnis | Kamis, 03 September 2026 | 18:46 WIB

Empat Kategori Sekaligus, Moyo Technologies by ID Ads Tembus Mob-Ex Awards Singapore 2026

Empat Kategori Sekaligus, Moyo Technologies by ID Ads Tembus Mob-Ex Awards Singapore 2026

Bisnis | Kamis, 03 September 2026 | 12:49 WIB

Netizen Ubah Nama Tokoh Jadi Kosakata Baru, Lengkap Arti Gibran hingga Prabowo

Netizen Ubah Nama Tokoh Jadi Kosakata Baru, Lengkap Arti Gibran hingga Prabowo

Tekno | Rabu, 02 September 2026 | 19:13 WIB

Kisah Sulaiman Albasyari, Taklukkan Algoritma TikTok Hanya Bermodal Ponsel Android

Kisah Sulaiman Albasyari, Taklukkan Algoritma TikTok Hanya Bermodal Ponsel Android

Entertainment | Rabu, 02 September 2026 | 18:54 WIB

Terkini

Juara Umum Popprov DKI 2026, Atlet Pelajar Jakarta Barat Diguyur Bonus

Juara Umum Popprov DKI 2026, Atlet Pelajar Jakarta Barat Diguyur Bonus

Sport | Rabu, 16 September 2026 | 05:25 WIB

Pertamax Berpotensi Tembus Rp20 Ribu! Pemerintah Harus Siapkan Mitigasi  Sebelum Terlambat

Pertamax Berpotensi Tembus Rp20 Ribu! Pemerintah Harus Siapkan Mitigasi Sebelum Terlambat

News | Selasa, 15 September 2026 | 23:46 WIB

1765 Pelari dari 15 Negara Ramaikan Tangkuban Perahu

1765 Pelari dari 15 Negara Ramaikan Tangkuban Perahu

Sport | Selasa, 15 September 2026 | 23:05 WIB

Peringatan Bahaya di Makkah dan Jeddah Usai Rentetan Serangan Rudal

Peringatan Bahaya di Makkah dan Jeddah Usai Rentetan Serangan Rudal

News | Selasa, 15 September 2026 | 22:59 WIB

YLBHI Kecam Pengiriman Anak Demonstran ke Barak Militer: Ini Preseden Berbahaya!

YLBHI Kecam Pengiriman Anak Demonstran ke Barak Militer: Ini Preseden Berbahaya!

News | Selasa, 15 September 2026 | 22:55 WIB

Mau Liburan ke Luar Negeri? BRI dan Golden Rama Kasih Diskon hingga Rp1 Juta!

Mau Liburan ke Luar Negeri? BRI dan Golden Rama Kasih Diskon hingga Rp1 Juta!

Bri | Selasa, 15 September 2026 | 22:45 WIB

Awas! Lima Titik Karhutla di Cianjur Terjadi Hampir Bersamaan

Awas! Lima Titik Karhutla di Cianjur Terjadi Hampir Bersamaan

Jabar | Selasa, 15 September 2026 | 22:35 WIB

Kronologi Lengkap Kasus ATR/BPN, Peran Fahd A Rafiq Diduga Jadi Pengepul Terakhir Uang Haram

Kronologi Lengkap Kasus ATR/BPN, Peran Fahd A Rafiq Diduga Jadi Pengepul Terakhir Uang Haram

News | Selasa, 15 September 2026 | 22:35 WIB

Gibran 'Blusukan' di Tengah Krisis: Ubah Citra Politik, Ambil Celah yang Luput dari Prabowo?

Gibran 'Blusukan' di Tengah Krisis: Ubah Citra Politik, Ambil Celah yang Luput dari Prabowo?

News | Selasa, 15 September 2026 | 22:31 WIB

Gibran Temui Korban Keracunan MBG di Karo, Akademisi Dorong Evaluasi Menyeluruh

Gibran Temui Korban Keracunan MBG di Karo, Akademisi Dorong Evaluasi Menyeluruh

Sumut | Selasa, 15 September 2026 | 22:29 WIB

×