- Granada Land mencoba menghadirkan pendekatan berbeda melalui pengembangan kawasan Agro Eduwisata.
- Kawasan tersebut memadukan kavling, wisata keluarga, aktivitas luar ruang, dan lingkungan hijau.
- Tersedia pilihan kavling dengan harga mulai kisaran Rp60 jutaan,
Suara.com - Tren wisata berbasis alam dan kebutuhan masyarakat terhadap ruang terbuka membuat konsep kawasan wisata keluarga semakin berkembang.
Di Bogor Timur, Granada Land mencoba menghadirkan pendekatan berbeda melalui pengembangan kawasan Agro Eduwisata yang memadukan kavling, wisata keluarga, aktivitas luar ruang, dan lingkungan hijau dalam satu kawasan.
Berlokasi di Tanjungsari, Bogor Timur, Granada Land berada di tengah bentang alam yang masih didominasi perbukitan, area pertanian, serta panorama pegunungan.
Kawasan ini dikembangkan agar dapat menjadi tempat berlibur, berkumpul bersama keluarga, sekaligus ruang bagi masyarakat yang ingin memiliki tanah untuk berbagai rencana jangka panjang.
Konsep Agro Eduwisata menjadi salah satu identitas utama yang ingin dibangun Granada Land.
Tidak hanya menawarkan kavling, kawasan ini juga dikembangkan dengan berbagai fasilitas rekreasi seperti villa, camping ground, playground, ATV, flying fox, rainbow slide, wall climbing, gazebo, photospot, food court, hingga area outbound.

Pendekatan tersebut diharapkan membuat Granada Land menjadi kawasan yang memiliki aktivitas dan dapat terus dikunjungi oleh pemilik kavling maupun masyarakat.
Owner Granada Land, Gun Gun Gunawan, mengatakan pengembangan Granada Land sejak awal diarahkan agar memiliki fungsi yang lebih luas dibandingkan kawasan kavling pada umumnya.
“Kami ingin Granada Land menjadi kawasan yang bisa dinikmati bersama keluarga. Orang datang ke sini tidak hanya untuk melihat kavling, tetapi juga bisa menikmati alam, beraktivitas, berkumpul, dan membangun pengalaman bersama keluarga,” ujar Gun Gun Gunawan.
Menurutnya, konsep Agro Eduwisata dipilih karena karakter Tanjungsari memiliki potensi alam yang kuat untuk dikembangkan.
Lingkungan hijau, aktivitas pertanian masyarakat, serta panorama pegunungan menjadi bagian yang ingin dipertahankan sebagai karakter utama kawasan.
Dalam pengembangannya, Granada Land mencoba menggabungkan tiga unsur utama, yaitu properti, wisata, dan edukasi berbasis alam.
Pemilik kavling dapat merencanakan penggunaan tanahnya untuk berbagai kebutuhan, mulai dari villa keluarga, rumah singgah, tempat beristirahat saat akhir pekan, hingga kepemilikan lahan jangka panjang. Pada saat yang sama, keluarga tetap dapat menikmati fasilitas yang tersedia di kawasan.
Konsep ini memungkinkan aktivitas di Granada Land tetap berjalan meskipun sebagian pemilik belum membangun di atas kavling mereka.
Kehadiran fasilitas wisata juga membuat kawasan dapat digunakan untuk camping keluarga, kegiatan komunitas, gathering, aktivitas sekolah, maupun kegiatan outdoor lainnya.