- Dokter Spesialis Kulit dr. Dia Febrina dan panduan Wardah menyarankan pemilik kulit kering memilih pelembap bertekstur krim dengan kandungan humektan, emolien, serta oklusif.
- Pemilik kulit kering perlu menyesuaikan produk dengan masalah lain serta menghindari bahan iritan jika memiliki kondisi kulit sensitif.
- Penggunaan pelembap harus dilakukan secara rutin minimal dua kali sehari saat kulit masih lembap setelah mencuci wajah.
Suara.com - Pemilik kulit kering biasanya lebih mudah mengalami wajah terasa kasar, tertarik, mengelupas, atau tampak kusam. Kondisi tersebut membuat pemilihan moisturizer menjadi penting agar kelembapan kulit tetap terjaga.
Namun, tidak semua pelembap memiliki tekstur dan kandungan yang sama. Karena itu, moisturizer untuk kulit kering sebaiknya dipilih berdasarkan kebutuhan kulit, bukan hanya berdasarkan merek atau popularitas produknya.
Moisturizer yang tepat dapat membantu menjaga kadar air pada kulit sekaligus mengurangi risiko kulit semakin kering.
Penggunaannya juga sebaiknya dilakukan secara rutin, terutama setelah mencuci wajah ketika kulit masih sedikit lembap.
Lantas, kulit kering butuh moisturizer seperti apa? Berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum memilih pelembap agar produk yang digunakan sesuai dengan kebutuhan kulit.
Cara Memilih Moisturizer untuk Kulit Kering

Merangkum panduan di situs Wardah serta keterangan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin di laman id.my-best.com, dr. Dia Febrina, Sp.D.V.E, berikut beberapa tips memilih moisturizer untuk kulit kering:
1. Pilih moisturizer dengan tekstur krim
Untuk kulit kering, moisturizer dengan tekstur krim dapat menjadi pilihan karena konsistensinya lebih kaya dibandingkan gel atau losion.
Tekstur yang lebih kental dan kandungan lemak yang lebih tinggi membantu menjaga kelembapan kulit lebih lama.
Jika kulit terasa sangat kering atau mudah mengelupas, moisturizer dengan tekstur krim umumnya lebih sesuai dibandingkan pelembap yang terasa sangat ringan.
2. Cari kandungan humektan
Selain tekstur, perhatikan kandungan di dalam moisturizer. Pemilik kulit kering sebaiknya memilih produk yang mengandung humektan, seperti glycerin dan hyaluronic acid, karena bahan ini membantu menarik dan mengikat air sehingga kulit tetap terhidrasi.
Dengan demikian, moisturizer tidak hanya memberikan rasa lembap sesaat, tetapi juga membantu mempertahankan hidrasi pada kulit.
3. Pastikan ada kandungan emolien
Moisturizer untuk kulit kering juga sebaiknya mengandung emolien. Bahan ini membantu mengisi celah di antara sel-sel kulit sehingga kulit terasa lebih halus sekaligus membantu memperkuat skin barrier.
Salah satu contoh emolien yang dapat ditemukan dalam moisturizer adalah ceramide. Menurut saran dr. Dia Febrina, perhatikan kandungan humektan dan emolien, terutama yang tercantum dalam jajaran awal daftar komposisi.
4. Untuk kulit sangat kering, pertimbangkan kandungan oklusif
Jika kulit sangat kering, bersisik, atau mudah kehilangan kelembapan, pilih moisturizer yang juga mengandung bahan oklusif. Kandungan ini membentuk lapisan pada permukaan kulit sehingga membantu mengurangi penguapan air dari kulit.
Beberapa contoh bahan oklusif yang disebutkan dr. Dia Febrina antara lain shea butter dan minyak nabati. Namun, karena teksturnya cenderung lebih oily atau waxy, kandungan oklusif dapat terasa lebih berat di kulit.
5. Sesuaikan dengan masalah kulit lainnya
Kulit kering tidak selalu hanya mengalami masalah kurang lembap. Jika kulit juga tampak kusam, misalnya, moisturizer dengan bahan pencerah seperti niacinamide atau licorice extract dapat dipertimbangkan.
Sementara itu, jika kulit kering disertai jerawat, Anda dapat mempertimbangkan moisturizer dengan bahan tambahan yang ditujukan untuk membantu menangani masalah tersebut.
Meski begitu, moisturizer bukan satu-satunya perawatan untuk jerawat atau kulit kusam sehingga kebutuhan skincare lainnya tetap perlu diperhatikan.

6. Pilih yang minim bahan iritan jika kulit sensitif
Kulit kering terkadang juga disertai kondisi sensitif sehingga lebih mudah mengalami kemerahan, perih, atau iritasi. Dalam kondisi seperti ini, pilih moisturizer yang bebas atau minim bahan yang berpotensi mengiritasi, seperti fragrance dan alkohol.
Anda juga perlu mengenali kandungan yang menjadi pemicu iritasi pada kulit masing-masing karena respons setiap orang dapat berbeda. Untuk kulit sensitif yang terasa gatal, kandungan soothing agent seperti centella asiatica, allantoin, atau oat extract dapat dipertimbangkan.
7. Gunakan moisturizer saat kulit masih agak lembap
Cara menggunakan moisturizer juga tidak kalah penting dari pemilihan produknya. Setelah mencuci wajah, aplikasikan pelembap ketika kulit masih dalam kondisi agak lembap agar kelembapan dapat lebih terjaga.
Panduan laman Wardah juga menyarankan penggunaan moisturizer setelah mencuci wajah dan mengaplikasikannya secara lembut, termasuk pada area leher.
8. Gunakan secara rutin
Memilih moisturizer yang sesuai akan lebih bermanfaat jika digunakan secara konsisten. Menurut dokter kulit yang dikutip id.my-best.com, pemilik kulit kering dianjurkan menggunakan pelembap setidaknya dua kali sehari dan maksimal lima menit setelah mandi.
Dengan penggunaan yang rutin dan pemilihan produk yang sesuai, kulit kering dapat tetap terasa lembap dan lebih nyaman.