Apa Itu Beras Fortifikasi? Ini Beda Kandungannya dengan Beras Biasa

Farah Nabilla

Rabu, 16 September 2026 | 10:55 WIB
Apa Itu Beras Fortifikasi? Ini Beda Kandungannya dengan Beras Biasa
Ilustrasi beras fortifikasi [Magnific]
baca 10 detik
  • Pemerintah memeriksa produk beras fortifikasi yang merupakan beras biasa dengan tambahan vitamin dan mineral untuk meningkatkan kualitas gizinya.
  • WHO menyatakan penambahan mikronutrien seperti zat besi dan zinc bertujuan mencegah serta mengendalikan kekurangan zat gizi pada masyarakat.
  • Konsumen disarankan memeriksa informasi kemasan dan label secara teliti karena beras fortifikasi sulit dibedakan dari beras biasa secara fisik.

Suara.com - Istilah beras fortifikasi belakangan menjadi perhatian setelah pemerintah melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah produk beras yang dipasarkan sebagai beras fortifikasi.

Lantas, apa itu beras fortifikasi dan apa bedanya dengan beras biasa?

Secara sederhana, beras fortifikasi adalah beras yang mendapatkan tambahan zat gizi mikro seperti vitamin dan mineral untuk meningkatkan nilai gizinya.

Organisasi Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO) menjelaskan bahwa fortifikasi pangan merupakan praktik menambahkan satu atau lebih mikronutrien, terutama vitamin dan mineral, ke dalam makanan untuk meningkatkan kualitas gizi dan memberikan manfaat bagi kesehatan masyarakat.

ilustrasi beras, cara mengenali beras oplosan (Nathan Cima/unplash)
ilustrasi beras, cara mengenali beras oplosan (Nathan Cima/unplash)

Karena beras merupakan makanan pokok yang dikonsumsi secara luas, bahan pangan ini dapat digunakan sebagai salah satu kendaraan untuk menyampaikan mikronutrien kepada masyarakat.

Apa yang dimaksud dengan beras fortifikasi?

Beras fortifikasi bukan berarti beras yang berasal dari varietas padi khusus yang secara alami memiliki kandungan vitamin dan mineral lebih tinggi.

Konsep fortifikasi dilakukan dengan menambahkan zat gizi tertentu ke dalam beras setelah atau selama proses pengolahan.

WHO menjelaskan bahwa beras dapat difortifikasi melalui beberapa metode. Salah satunya dengan menambahkan bubuk mikronutrien yang menempel pada butiran beras. Metode lainnya adalah melapisi permukaan butiran beras dengan campuran vitamin dan mineral.

Ada pula metode yang menggunakan beras hasil ekstrusi. Campuran tepung beras dan mikronutrien dibentuk menyerupai butiran beras, kemudian dicampurkan dengan beras biasa.

baca juga

Dengan demikian, beras fortifikasi tetap terlihat seperti beras pada umumnya. Kandungan tambahan yang menjadi pembeda tidak selalu dapat diketahui hanya dengan melihat bentuk atau warna beras.

Apa saja kandungan beras fortifikasi?

Jenis zat gizi yang ditambahkan bergantung pada formulasi dan standar fortifikasi yang digunakan.

WHO menyebut sejumlah mikronutrien yang dapat digunakan dalam fortifikasi beras, antara lain zat besi, asam folat, vitamin B kompleks, vitamin A, dan zinc.

Mikronutrien tersebut dibutuhkan tubuh dalam jumlah relatif kecil, tetapi memiliki fungsi penting.

WHO menjelaskan bahwa mikronutrien berupa vitamin dan mineral diperlukan tubuh dalam jumlah kecil, tetapi berperan penting dalam berbagai fungsi tubuh, termasuk pertumbuhan dan perkembangan. Kekurangan mikronutrien tertentu dapat menimbulkan masalah kesehatan.

Karena itu, tujuan utama fortifikasi bukan membuat beras menjadi makanan yang bisa menggantikan seluruh kebutuhan gizi seseorang.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Beras Shirataki Berapa Harganya? Cek 4 Merek Populer untuk Diet dan Gaya Hidup Sehat

Beras Shirataki Berapa Harganya? Cek 4 Merek Populer untuk Diet dan Gaya Hidup Sehat

Lifestyle | Rabu, 16 September 2026 | 08:38 WIB

Daftar 25 Merek Beras Fortifikasi yang Ditarik Pemerintah, Cek Sebelum Beli

Daftar 25 Merek Beras Fortifikasi yang Ditarik Pemerintah, Cek Sebelum Beli

Lifestyle | Rabu, 16 September 2026 | 07:17 WIB

Kementan Targetkan Ekspor 10.000 Ton Beras ke Palestina

Kementan Targetkan Ekspor 10.000 Ton Beras ke Palestina

Bisnis | Selasa, 15 September 2026 | 17:06 WIB

MBG Ikut Dongkrak Harga Pangan, Pedagang Pasar Mulai Tertekan

MBG Ikut Dongkrak Harga Pangan, Pedagang Pasar Mulai Tertekan

Bisnis | Selasa, 15 September 2026 | 15:49 WIB

Sidak Pasar hingga Supermarket, Polda Metro Pastikan Stok Beras Aman dan Sesuai HET

Sidak Pasar hingga Supermarket, Polda Metro Pastikan Stok Beras Aman dan Sesuai HET

News | Selasa, 15 September 2026 | 14:46 WIB

Terkini

PAD Jateng Baru 62,9 Persen, Masih Kurang Rp5,9 Triliun untuk Kejar Target 2026

PAD Jateng Baru 62,9 Persen, Masih Kurang Rp5,9 Triliun untuk Kejar Target 2026

Jawa Tengah | Rabu, 16 September 2026 | 17:31 WIB

Dari Indonesia ke Dunia: Bayan Resources & Kemitraan Strategis Prabowo-Trump Sektor Mineral Kritis

Dari Indonesia ke Dunia: Bayan Resources & Kemitraan Strategis Prabowo-Trump Sektor Mineral Kritis

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 17:30 WIB

Di Balik Lucunya Anak Ayam Warna-warni: Nyawa Rentan yang Dijadikan Mainan Murah

Di Balik Lucunya Anak Ayam Warna-warni: Nyawa Rentan yang Dijadikan Mainan Murah

Your Say | Rabu, 16 September 2026 | 17:25 WIB

Resmi Beroperasi, Jalur Integrasi LRT ke KRL Manggarai Ternyata Belum Tuntas

Resmi Beroperasi, Jalur Integrasi LRT ke KRL Manggarai Ternyata Belum Tuntas

News | Rabu, 16 September 2026 | 17:24 WIB

Wamen ATR/BPN Ungkap Arahan Nusron Wahid Usai Kasus Dugaan Korupsi HGB

Wamen ATR/BPN Ungkap Arahan Nusron Wahid Usai Kasus Dugaan Korupsi HGB

News | Rabu, 16 September 2026 | 17:17 WIB

Rp49 Triliun Uang Rakyat Raib Kena Scam, Ini Ternyata Industri Besar!

Rp49 Triliun Uang Rakyat Raib Kena Scam, Ini Ternyata Industri Besar!

Video | Rabu, 16 September 2026 | 17:10 WIB

Diskon Ramen Haraku Terbaru: Bayar Pakai QRIS BRImo, Dapat Cashback hingga Rp100 Ribu!

Diskon Ramen Haraku Terbaru: Bayar Pakai QRIS BRImo, Dapat Cashback hingga Rp100 Ribu!

Bri | Rabu, 16 September 2026 | 17:09 WIB

Bukan Soal Biaya, Mengapa ESG Perlu Dilihat Sebagai Cara Kelola Risiko?

Bukan Soal Biaya, Mengapa ESG Perlu Dilihat Sebagai Cara Kelola Risiko?

News | Rabu, 16 September 2026 | 17:00 WIB

Kupas Lagu Teh Hijau Tulus, Sulitnya Mencari Rasa yang Hilang

Kupas Lagu Teh Hijau Tulus, Sulitnya Mencari Rasa yang Hilang

Your Say | Rabu, 16 September 2026 | 17:00 WIB

Inul Daratista Ungkap Cara Manjakan Kucing Kesayangan, Ternyata Waktu Makan Jadi Momen Bonding

Inul Daratista Ungkap Cara Manjakan Kucing Kesayangan, Ternyata Waktu Makan Jadi Momen Bonding

Lifestyle | Rabu, 16 September 2026 | 16:59 WIB

×