- Penggunaan krim retinol berpotensi menyebabkan iritasi seperti kulit perih, kemerahan, kering, dan mengelupas.
- Anda harus menghentikan pemakaian sementara, menghindari eksfoliasi, serta memakai pembersih lembut dan pelembap.
- Gunakan kompres dingin dan sunscreen, lalu mulailah kembali retinol secara bertahap setelah kulit pulih.
Suara.com - Penggunaan krim retinol dapat membantu merawat kulit dan menyamarkan tanda-tanda penuaan.
Namun, bahan aktif ini juga berpotensi menimbulkan iritasi, terutama ketika kulit baru pertama kali beradaptasi.
Beberapa reaksi yang mungkin muncul adalah kulit terasa perih, kemerahan, kering, hingga mengelupas.
Kondisi tersebut tidak selalu menandakan proses adaptasi yang normal karena bisa menjadi tanda iritasi akibat penggunaan retinol.
Oleh karena itu, penting untuk mengenali reaksi kulit dan mengambil langkah yang tepat agar kondisinya tidak semakin parah.
Lantas, bagaimana cara mengatasi kulit perih dan memerah saat mencoba krim retinol?
Berikut beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk membantu meredakan iritasi dan menjaga kesehatan kulit.
1. Hentikan Penggunaan Krim Retinol Sementara
Jika kulit terasa perih dan tampak memerah setelah memakai retinol, hentikan penggunaannya terlebih dahulu.
Jangan memaksakan pemakaian dengan alasan kulit sedang beradaptasi karena iritasi bisa semakin parah.
Tunggu hingga kemerahan dan rasa perih mereda sebelum mempertimbangkan penggunaan kembali.
Jika muncul pembengkakan, lepuh, nyeri berat, atau iritasi tidak kunjung membaik, segera konsultasikan dengan dokter kulit.
2. Gunakan Pembersih Wajah yang Lembut
Pilih sabun pembersih wajah yang lembut, tidak mengandung pewangi, dan tidak membuat kulit terasa tertarik setelah dicuci.
Gunakan air suam-suam kuku atau air dengan suhu normal untuk membersihkan wajah.
Hindari menggosok wajah menggunakan waslap kasar maupun alat pembersih karena gesekan dapat memperburuk iritasi.
Cukup keringkan wajah dengan menepuk-nepuknya menggunakan handuk bersih.
3. Aplikasikan Pelembap untuk Menjaga Skin Barrier
Kulit yang mengalami iritasi membutuhkan perawatan sederhana untuk membantu menjaga kelembapan dan mendukung fungsi pelindung kulit atau skin barrier.
Gunakan pelembap dengan bahan seperti ceramide, gliserin, atau panthenol yang membantu menjaga hidrasi kulit.
Pilih produk tanpa pewangi dan bahan aktif yang berpotensi menimbulkan iritasi.
Jika pelembap terasa menyengat saat diaplikasikan, hentikan pemakaian produk tersebut dan pertimbangkan untuk berkonsultasi dengan dokter.
4. Hindari Eksfoliasi dan Bahan Aktif Lain
Selama kulit masih perih dan memerah, hindari penggunaan produk eksfoliasi yang mengandung AHA, BHA, maupun scrub fisik.
Sebaiknya, tunda juga pemakaian bahan aktif lain, seperti vitamin C berkonsentrasi tinggi atau benzoyl peroxide, jika berpotensi memperburuk iritasi.
Fokuskan perawatan pada pembersih lembut, pelembap, dan tabir surya.
Rutinitas yang sederhana dapat membantu mengurangi paparan bahan yang berpotensi mengiritasi kulit.
5. Gunakan Kompres Dingin untuk Meredakan Kemerahan
Kompres dingin dapat membantu meredakan sensasi panas dan rasa tidak nyaman pada kulit.
Basahi kain bersih dengan air dingin, lalu tempelkan perlahan pada area yang memerah selama beberapa menit.
Jangan menempelkan es batu secara langsung ke wajah karena suhu yang terlalu dingin dapat merusak kulit.
Hindari pula menggosok atau memijat area yang sedang mengalami iritasi.
6. Gunakan Sunscreen pada Pagi Hari
Kulit yang sedang mengalami iritasi perlu dilindungi dari paparan sinar matahari. Gunakan sunscreen dengan perlindungan minimal SPF 30 pada pagi dan siang hari, lalu aplikasikan ulang sesuai petunjuk pemakaian.
Jika sunscreen terasa perih, pilih formula yang lebih lembut dan tidak mengandung pewangi. Kamu juga bisa membantu mengurangi paparan sinar matahari dengan memakai topi dan berteduh.
7. Mulai Kembali Retinol secara Bertahap
Setelah kulit pulih sepenuhnya, diskusikan dengan dokter kulit apakah retinol masih sesuai untuk kondisi kulitmu.
Jika penggunaannya dinilai aman, mulailah dengan konsentrasi rendah dan frekuensi yang jarang, misalnya satu hingga dua kali seminggu.
Gunakan retinol pada kulit yang bersih dan benar-benar kering, kemudian aplikasikan pelembap.
Hindari menambah frekuensi pemakaian secara terburu-buru dan segera hentikan kembali jika iritasi muncul.
Apabila kulit kembali perih dan tidak kunjung membaik, segera hubungi dokter kulit untuk mendapatkan pengobatan.