Beberapa waktu lalu, kasus gagal nikah kembali terjadi di Palembang. Kali ini, gagal nikah dialami oleh pasangan bernama Anjas dan Dona.
Masalah ini dipicu oleh masalah uang pemberian dari pihak lelaki kepada pihak perempuan yang kurang Rp700 ribu. Hal itu membuat Dona marah dan membentak calon mertuanya. Tak terima sang ibu dibentak, Anjas pun memutuskan membatalkan pernikahan H-1.
Setelah kasus tersebut ramai dan menjadi viral di media sosial, Dona sempat menghilang dan disebut tidak mau mengembalikan uang yang telah diberikan oleh keluarga Anjas, yang total berjumlah Rp35 juta dan emas 2 suku.
Kini, Dona muncul memberikan klarifikasi. Dalam sebuah tayangan video yang diunggah di akun Instagram @lambe_turah, Dona memberikan penjelasan soal batalnya pernikahannya.
Dalam video tersebut, Dona membantah seluruh tuduhan pada dirinya soal pembatalan nikah.
Ia menegaskan jika pembatalan nikah dilakukan oleh mempelai pria, dan bukan dirinya.
"Batal nikah itu memang ada, tapi bukan dari saya, dari mempelai pria," kata Dona.
"Penyebab batalnya karena ada keselisihpahaman," Dona menambahkan.
Soal membentak ibu mertua dan membanting pintu, Dona pun menyangkalnya.
Baca Juga: 5 Rekomendasi Film Hollywood untuk Memeriahkan Tahun Baru, Cocok untuk Nonton Bareng
"Tidak benar. itu semua fitnah. Saya tidak membanting pintu, itu alasan mereka membatalkan pernikahan," tegasnya.
Disinggung soal uang pemberian keluarga Anjas yang tidak dikembalikan, Dona juga memberi penjelasan.
Disebutkan bahwa uang tersebut sudah diiikhlaskan oleh keluarga Anjas saat membatalkan pernikahan.
"Uang 35 juta sudah diikhlaskan dengan saksi kepala desa, perangkat desa, dan orang tua saya," tegasnya.
Dona juga mengucapkan permintaan maaf kepada warga Desa Blambangan, tempat ia tinggal, karena kisahnya yang viral membuat warga desa jadi terseret.
"Lagi tren gagal nikah bikin Tiktok, viral, diundang podcast, klarifikasi, diundang di TV," tulis warganet memberikan komentarnya.
"Selamat Dona, kamu masuk lambe turah. Bentar lagi masuk TV. Bangga," balas warganet lainnya.