Digital konten kreator Lutfi Agizal ikut merasa gerah dengan konten 'ngemis online' di media sosial Tiktok. Lutfi Agizal kemudian mengambil langkah melaporkan pengguna akun Tiktok tersebut ke polda Metro Jaya.
Ia melaporkan 5 akun Tiktok yang diduga eksploitasi lansia (lanjut usia) dengan mandi lumpur.
"Sebagai warga Indonesia yang baik, ini harus dibenarkan lagi, bagi saya tindakan ngemis online ini terorganisir, dimanfaatkan dan viral bahkan omzetnya melebihi pekerja-pekerja di Jakarta" kata lutfi di Polda Metro Jaya, baru-baru ini.
Menurut Lutfi si pembuat konten sudah meraup keuntungan yang besar.
"Menurut info yang saya terima, mereka dapat uang Rp 32 juta sampai Rp 1 miliar yang dibagikan di media sosial masing-masing" imbuhnya.
Lutfi beralasan laporan yang dilayangkannya karena perduli dengan mental generasi bangsa akan rusak dengan dipenuhi konten kreator meminta-minta.
"Generasi kita mau di bawa ke mana? Saya miris sekali, takutnya selanjutnya orang-orang bisa mengikuti hal ini," terangnya.
Sebelumnya viral di Tiktok konten mandi di kubangan atau lumpur yang melibatkan kakek nenek sebagai talennya. Salah satu konten kreator, Sultan mengaku mendapatkan banyak cuan dari aksi itu setelah netizen memberikan gift yang dapat ditukarkan dengan uang.
Ia pun kemudian diundang diberbagai acara untuk dimintai keterangan, hadir pula sang nenek yang menjadi talent di kontennya.