Beredar kabar yang menarasikan bahwa penutupan paksa pesantren Al Zaytun berakhir ricuh.
Kabar itu disebarkan oleh akun Youtube dengan 336 ribu pengikut bernama RUANG INDONESIA melalui sebuah video yang diunggah pada 10 Mei 2023.
"TUTUP PAKSA PESANTREN AL ZAYTUN BERUJUNG RICUH TOTAL" begitu judul dalam unggahan tersebut seperti dikutip Mamagini, Rabu (10/5/2023).
Selain itu, unggahan tersebut juga menyertakan thumbnail berupa foto yang diduga telah direkayasa dengan narasi sebagai berikut:
"TUTUP PAKSA AL ZAYTUN BERUJUNG RICUH
PARA SANTRI AL ZAYTUN MELAWAN APARAT HINGGA BEGINI"
Namun begitu, apakah benar penutupan paksa pesantren Al Zaytun berakhir ricuh dan para santri melawan aparat?
Penjelasan
Setelah melihat unggahan tersebut secara utuh, video itu sama sekali tidak menampilkan tayangan terkait penutupan paksa pesantren Al Zaytun.
Video tersebut juga sama sekali tidak menunjukkan bukti bahwa terdapat para santri pondok pesantren Al Zaytun yang melawan aparat.
Baca Juga: 3 Cara Ampuh War Tiket Konser Coldplay, Pastikan Koneksi Internet Stabil
Faktanya, berdasarkan penelusuran, hingga saat ini tidak ada berita kredibel yang menyatakan penutupan paksa pesantren Al Zaytun berakhir ricuh dan para santrinya melawan aparat.
Kesimpulan
Berdasarkan penjelasan tersebut, dapat disimpulkan bahwa klaim dengan narasi penutupan paksa pesantren Al Zaytun berakhir ricuh karena para santri melawan aparat merupakan klaim yang salah.
Unggahan tersebut merupakan unggahan yang mengandung informasi tidak benar dan narasi menyesatkan.
Catatan Redaksi:
Artikel ini merupakan bagian dari konten Cek Fakta Mamagini.Suara.com. Dibuat seakurat mungkin dengan sumber sejelas mungkin, namun tidak mesti menjadi rujukan kebenaran yang sesungguhnya (karena masih ada potensi salah informasi). Lebih lengkap mengenai konten Cek Fakta bisa dibaca di laman ini. Pembaca (publik) juga dipersilakan memberi komentar/kritik, baik melalui kolom komentar di setiap konten terkait, mengontak Redaksi Suara.com, atau menyampaikan isu/klaim yang butuh diverifikasi atau diperiksa faktanya melalui email [email protected].