Duel Uang Merah vs Uang Putih

Metro

Selasa, 31 Mei 2022 | 00:27 WIB
Duel Uang Merah vs Uang Putih
Kemenkeu

Paska Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945 Indonesia harus kembali menghadapi kehadiran Netherlands Indies Civil Administration (NICA) atau Pemerintahan Sipil Hindia Belanda yang membonceng pasukan sekutu pada September 1945, berhasrat menguasai kembali Indonesia. Indonesia terpecah menjadi dua wilayah, yaitu wilayah yang dikuasai Pemerintah Republik Indonesia (RI) dan yang diduduki Belanda di bawah NICA. Situasi yang tidak kondusif membuat Ibukota RI harus dipindah ke Yogyakarta. 

NICA kala itu dengan cepat mengambil alih sektor ekonomi, di antaranya mengubah Nanpo Kaihatsu Ginko (NKG) menjadi De Javasche Bank (DJB) pada 10 Oktober 1945. Pengukuhan DJB sekaligus memulihkan kembali bank yang pernah direbut Jepang tersebut menjadi bank sirkulasi. Pada 6 Maret 1946, NICA juga menerbitkan mata uang sendiri, yaitu uang NICA. Masyarakat kala menyebutnya ‘uang merah’ karena warna dominannya. Kurs penukaran saat itu diputuskan, 1 uang rupiah Jepang bernilai sama dengan 3 sen Uang Merah. Pada 30 September 1945 diputuskan, peredaran Uang Merah ini dilakukan pertama kali di luar Jawa. 

Kehadiran Uang NICA membuat uang yang beredar di masyarakat semakin bertambah, bersamaan dengan uang De Javasche Bank (DJB), uang pemerintah Hindia Belanda, dan Rupiah Jepang. Situasi tersebut semakin tidak menguntungkan kedaulatan ekonomi RI. Pada 2 Oktober 1945, pemerintah Indonesia mengeluarkan maklumat agar masyarakat tidak menerima uang NICA ini.

Sejak awal kemerdekaan, pemerintah RI memang telah menginginkan memiliki mata uang sendiri. Adalah Sjafruddin Prawiranegara, anggota Badan Pengurus Komite Nasional Indonesia Pusat (KNIP) orang pertama yang mengusulkan penerbitan mata uang RI. Sjafruddin meyakinkan Hatta bahwa Indonesia perlu mengeluarkan uang baru sebagai salah satu atribut negara merdeka dan berdaulat. 

Akhirnya Menteri Keuangan A.A. Maramis melalui Surat Keputusan No.SS/1/25 tanggal 29 Oktober 1946  mengambil langkah bersejarah dengan memutuskan mengeluarkan Uang Putih atau ORI. Pada malam 29 Oktober 1946 di Yogyakarta, Wakil Presiden Mohammad Hatta berpidato melalui RRI  untuk mengumumkan bahwa ORI secara resmi berlaku pada 30 Oktober 1946 sebagai mata uang yang sah di wilayah Republik Indonesia.

Terbitnya ORI disambut dengan gegap gempita oleh rakyat Indonesia. Harian Belanda Nieuwsgier, 1 November 1946 kala itu mewartakan kegembiraan terjadi di mana-mana. Mereka menyebut ORI sebagai ‘uang putih’.

Kehadiran Uang Putih ini menandai dimulainya perang valuta atau perang mata uang di wilayah Indonesia. Dengan kawalan ketat, peredaran Uang Putih mulai memasuki daerah-daerah pendudukan, untuk menandingi Uang Merah. Di sisi lain NICA terus berusaha menjegal peredaran ORI. NICA bahkan memalsukan ORI untuk membuat nilai ORI jatuh akibat inflasi. Selain itu, NICA juga kerap mengintimidasi masyarakat yang menyimpan ORI. Namun di sisi yang lain, jika masyarakat menyimpan uang NICA, pejuang pro-Republik akan menuduh mereka sebagai mata-mata NICA.

Duel antara ORI (uang putih) dengan uang NICA (uang merah) terus berlangsung hingga digelarnya Konferensi Meja Bundar pada 1949. Saat perundingan dimulai, Belanda meminta uang NICA atau Uang Merah ditetapkan sebagai alat pembayaran yang sah. Permintaan ini segera ditolak mentah-mentah oleh Indonesia. Meski demikian Sri Sultan Hamengkubowono IX mempersilahkan Belanda melakukan jajak pendapat untuk mengetahui respons masyarakat terhadap dua mata uang yang berlaku.

Hasil  jajak pendapat di daerah-daerah pendudukan membuktikan bahwa masyarakat menolak tegas keberadaan Uang Merah atau uang NICA, dan lebih menghendaki ORI atau Uang Putih sebagai alat pembayaran yang sah. Dengan demikian ORI tidak hanya berperan sebagai alat bayar tapi juga alat perjuangan bangsa dan simbol kedaulatan negara.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

7 Cara Membedakan Sepatu Ortuseight Asli dan KW agar Tidak Salah Beli

7 Cara Membedakan Sepatu Ortuseight Asli dan KW agar Tidak Salah Beli

Lifestyle | Jum'at, 26 Juni 2026 | 14:47 WIB

Cara Membedakan Sepatu Melissa Ori dan KW, Awas Tertipu Barang Palsu

Cara Membedakan Sepatu Melissa Ori dan KW, Awas Tertipu Barang Palsu

Lifestyle | Selasa, 02 Juni 2026 | 10:24 WIB

Update Harga Sepatu Onitsuka Tiger Ori Terbaru 2026, Jangan sampai Tertipu Barang KW!

Update Harga Sepatu Onitsuka Tiger Ori Terbaru 2026, Jangan sampai Tertipu Barang KW!

Lifestyle | Selasa, 24 Maret 2026 | 20:11 WIB

5 Sepatu New Balance Ori Lagi Promo Spesial Ramadan, Diskon sampai 50 Persen!

5 Sepatu New Balance Ori Lagi Promo Spesial Ramadan, Diskon sampai 50 Persen!

Lifestyle | Selasa, 10 Maret 2026 | 14:51 WIB

7 Sepatu Running Lokal Kembaran Asics Ori, Bukan KW tapi Kualitas Dunia

7 Sepatu Running Lokal Kembaran Asics Ori, Bukan KW tapi Kualitas Dunia

Lifestyle | Selasa, 03 Februari 2026 | 21:31 WIB

7 Sepatu Lari Lokal Anti Air Senyaman On Cloud Ori, Harga Mulai Rp400 Ribuan

7 Sepatu Lari Lokal Anti Air Senyaman On Cloud Ori, Harga Mulai Rp400 Ribuan

Lifestyle | Minggu, 01 Februari 2026 | 20:09 WIB

Kemenkeu Terbitkan SBN Pertama 2026, Incar Dana Rp 25 Triliun

Kemenkeu Terbitkan SBN Pertama 2026, Incar Dana Rp 25 Triliun

Bisnis | Senin, 26 Januari 2026 | 16:11 WIB

Apa Itu iPhone 17 Pro HDC? Jangan Tertipu, Kenali 8 Perbedaannya dengan yang Ori

Apa Itu iPhone 17 Pro HDC? Jangan Tertipu, Kenali 8 Perbedaannya dengan yang Ori

Tekno | Sabtu, 10 Januari 2026 | 14:30 WIB

5 Pilihan Sepatu Lokal Mirip On Cloud Ori: Empuk Maksimal, Harga Mulai Rp400 Ribu!

5 Pilihan Sepatu Lokal Mirip On Cloud Ori: Empuk Maksimal, Harga Mulai Rp400 Ribu!

Lifestyle | Sabtu, 03 Januari 2026 | 20:12 WIB

5 Sepatu Nike Ori Diskon hingga 75 Persen di JD Sports, Harga Promo Jadi Rp300 Ribuan

5 Sepatu Nike Ori Diskon hingga 75 Persen di JD Sports, Harga Promo Jadi Rp300 Ribuan

Lifestyle | Jum'at, 02 Januari 2026 | 16:21 WIB

Terkini

RAM 24 GB, Kamera OIS, Baterai 8000 mAh! Ini HP Realme Terbaik

RAM 24 GB, Kamera OIS, Baterai 8000 mAh! Ini HP Realme Terbaik

Your Say | Rabu, 08 Juli 2026 | 18:48 WIB

Daftar Pemain Timnas Indonesia untuk Piala AFF 2026, Persija dan Persib Sumbang Paling Banyak

Daftar Pemain Timnas Indonesia untuk Piala AFF 2026, Persija dan Persib Sumbang Paling Banyak

Bola | Rabu, 08 Juli 2026 | 18:41 WIB

Jeje Govinda Diduga Belum Lulus D3, Kok Bisa Ambil S1 Lewat Jalur RPL?

Jeje Govinda Diduga Belum Lulus D3, Kok Bisa Ambil S1 Lewat Jalur RPL?

Lifestyle | Rabu, 08 Juli 2026 | 18:40 WIB

Jangan Berani Hambat! Polisi Bidik Pidana Bagi Penghalang Penggeledahan di  Cafe de'CLAN Signature

Jangan Berani Hambat! Polisi Bidik Pidana Bagi Penghalang Penggeledahan di Cafe de'CLAN Signature

News | Rabu, 08 Juli 2026 | 18:39 WIB

Jejak Kelam Tenda Biru Bekasi: 8 Anak Dijual Jadi PSK, Omzet Tembus Rp1,7 Miliar

Jejak Kelam Tenda Biru Bekasi: 8 Anak Dijual Jadi PSK, Omzet Tembus Rp1,7 Miliar

News | Rabu, 08 Juli 2026 | 18:34 WIB

Di Balik Bullying Mahasiswi Populer: Teror Bangkawarah yang Menjemput Nyawa

Di Balik Bullying Mahasiswi Populer: Teror Bangkawarah yang Menjemput Nyawa

Your Say | Rabu, 08 Juli 2026 | 18:33 WIB

Program MBG Tersendat, Massa Turun ke Jalan Bawa Sayuran

Program MBG Tersendat, Massa Turun ke Jalan Bawa Sayuran

Foto | Rabu, 08 Juli 2026 | 18:33 WIB

Piala Dunia 2026 Hampir Berakhir, Saatnya Cari Hiburan Lain?

Piala Dunia 2026 Hampir Berakhir, Saatnya Cari Hiburan Lain?

Your Say | Rabu, 08 Juli 2026 | 18:27 WIB

Nasib RUU Pemilu Digantung? Komisi II Buka-bukaan Disuruh 'Tunggu' Oleh Pimpinan DPR

Nasib RUU Pemilu Digantung? Komisi II Buka-bukaan Disuruh 'Tunggu' Oleh Pimpinan DPR

News | Rabu, 08 Juli 2026 | 18:25 WIB

Jeje Govinda Lulus S1 1,5 Tahun Lewat Jalur RPL, Apa Maksudnya?

Jeje Govinda Lulus S1 1,5 Tahun Lewat Jalur RPL, Apa Maksudnya?

Lifestyle | Rabu, 08 Juli 2026 | 18:25 WIB

×