Ketua Umum PSSI Erick Thohir membantah memanfaatkan sepak bola sebagai alat untuk meraih jabatan politik. Ia mengatakan sudah berkomitmen untuk menjabat sebagai Ketua Umum PSSI hingga 2027 mendatang.
Erick Thohir, yang juga menjabat sebagai Menteri BUMN, mengatakan tidak mencampuradukan politik dengan sepak bola termasuk demi popularitas setelah ia digadang-gadang sebagai salah satu cawapres favorit di pemilu 2024.
“Gini, jangan dicampur bola sama politik. Kita sudah sampaikan beberapa kali. Tugas saya sebagai Ketua PSSI sampai 2027,” tegas Erick.
Erick kembali menegaskan jika ia menjadikan sepak bola sebagai jalan politiknya, maka hal itu juga ia lakukan sejak dulu saat ia menjadi ketua panitia nasional penyelenggaraan Asian Games 2018 Jakarta-Palembang, lima tahun silam.
“Kalau memang waktu itu saya ingin cawe-cawe di sepak bola, kenapa waktu itu Persija juara saya enggak running Gubernur DKI? Atau ketika saya sukses Asian Games, kenapa saya enggak jadi menpora?,” ujar Erick memberikan perumpamaan.
Lebih lanjut, Erick menjelaskan bahwa hingga kini ia tidak pernah memposisikan dirinya sebagai sosok politisi dan menurutnya, sampai saat ini ia hanya seorang pejabat publik yang mempunyai tugas memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
“Karena saya tidak pernah menempatkan diri saya sebagai politisi. Ya, saya bekerja sebagai public servant. Ya, saya melayani, saya bekerja untuk Pak Jokowi, pemerintahan,” ucap Erick.
“Saya fokus yang di depan mata aja. Sekarang ada Piala Dunia (U-17) fokusnya situ aja,” tegas dia.
Pada saat yang sama Erick juga menegaskan akan menindak tegas wasit kotor di Liga 1, selama ada bukti-bukti.
“Wasit itu juga manusia. Kita sudah dorong wasit itu ada BPJS Kesehatan. Terjamin. Belum pernah ada selama berinvestasi. Pendanaan buat wasit, ya maksudnya secara dia meniup sudah standar yang bagus. Kalau ternyata wasitnya masih kotor, ya kita penjarakan,” tegas Erick.
Erick mendorong seluruh pihak untuk bekerja sama membersihkan elemen kotor di sepak bola nasional, terlebih kini sudah ada Satuan Tugas Anti Mafia Bola yang beranggotakan Maruarar Sirait, Najwa Shihab, Ardan Adiperdana dan Akmal Marhali.
“Jangan saling tuduh-tuduh, tetapi enggak ada bukti. Buktiin. Sekarang kita sudah punya Satgas Mafia Bola. Mereka punya hotline sekarang,” jelasnya.
“Saya pun siap dipanggil sama satgas kalau ada kecurangan saya. Artinya apa? Sekarang publik diberi akses. Jadi kalau tadi media ada laporan, laporin ke satgas. Apalagi kita sudah bekerja sama, satgas ini dengan pihak polisi,” tutup dia.