Ketum PSSI Erick Thohir mengungkapkan rumput di Jakarta International Stadium (JIS) diambil dari stadion milik Universitas Pelita Harapan atau UPH. Penggantian rumput itu dilakukan jelang perhelatan Piala Dunia U-17 pada November mendatang.
"Persiapan dari JIS kemarin saya sudah dapat laporan bahwa rumput akan memakai UPH dan sudah mulai dipasang," terang Erick Thohir dalam jumpa pers di Jakarta, Selasa.
Ia mengatakan selain rumput dari UPH, JIS juga akan disokong oleh rumput dari fasilitas pembibitan milik Dewa United.
"Kemarin sudah saya cek juga rumputnya bagus. Tentu ada perbaikan di akses menuju stadion seperti penyeberangan dan lain-lainnya," ungkap lanjut Erick, yang juga Menteri BUMN tersebut.
Diwartakan sebelumnya JIS harus mengganti rumput di stadion utama karena tidak memenuhi standar FIFA.
Lebih jauh Erick menguraikan bahwa secara umum FIFA puas dengan persiapan yang ditunjukkan Indonesia di FIFA World Cup U-17 atau Piala Dunia U-17.
"FIFA melihat standar kita berada di atas standar penyelenggara tuan rumah Piala Dunia U-17 biasanya. Ini yang menyampaikan FIFA lho, bukan saya," terang Erick.
Standar yang dimaksud meliputi fasilitas hotel, makanan, transportasi, latihan hingga stadion.
"Jadi semua itu penilaiannya di atas rata-rata. Kita semua optimis ini akan berjalan dengan baik. Tinggal perawatan rumput dalam satu bulan ini harus maksimal, karena terkendala cuaca. Tapi kita semua optimis," lanjut dia.
Baca Juga: Akibat Desain Atap Canggih, JIS Butuh Alat Growlight Baru yang Lebih Mahal dari Ongkos Ganti Rumput
Erick Thohir mengungkapkan kesiapan Indonesia menjadi tuan rumah Piala Dunia U-17 telah mencapai 90 persen.
"Saya juga pantau setelah kemarin saya rapat dengan Pak Menpora dan pimpinan daerah seperti gubernur, wali kota dan bupati untuk memastikan bahwa persiapan di masing-masing kota atau provinsi bisa maksimal," kata Erick.
Namun di luar persiapan tersebut, Erick mengingatkan saat ini masih mempunyai pekerjaan rumah terkait dengan partisipasi penonton dan menggencarkan promosi untuk meningkatkannya.
"Tetapi kembali lagi, bagaimana kita mendorong kedatangan penonton untuk setiap pertandingan. Itu yang menjadi PR kita sama-sama," tutup Erick. [Antara]