Pegiat media sosial Permadi Arya atau disapa dengan akrab Abu Janda menyebutkan, bahwa Indonesia batal jadi tuan rumah Piala Dunia U-20 2023 akibat kebodohan manusia.
Dia juga mengatakan, bahwa hal tersebut didasari oleh politik menjelang Pemilu 2024 mendatang. Bahkan, Abu Janda meminta politik dan olah raga agar dipisahkan.
"Batal sudah akibat kebodohan manusia yang gak bisa pisahin olah raga sama politik," katanya pada unggahan di akun instagramnya.
Untuk diketahui, Presiden FIFA Gianni Infantino di Doha resmi membatalkan Indonesia jadi tuan rumah Piala Dunia U-20.
Keputusan itu disampaikan langsung oleh Ketua Umum PSSI Erick Thohir. Dia menyatakan sudah berjuang maksimal untuk mewujudkan pelaksanaan Piala Dunia U-20 di Indonesia.
"Saya sudah berjuang maksimal. Setelah menyampaikan surat dari Presiden Joko Widodo dan berbicara panjang dengan Presiden FIFA Gianni Infantino," katanya, dikutip Kamis (30/3/2023).
Erick menambahkan bahwa keputusan FIFA sebagai badan sepak bola dunia bersifat mutlak dan tidak dapat ditolak.
"Indonesia adalah salah satu anggota FIFA, sehingga untuk urusan sepak bola internasional, kita harus mengikuti aturan yang sudah ditetapkan. Meskipun saya tadi sudah menyampaikan segala hal kepada Gianni, apa yang dititipkan Presiden, anak-anak Timnas U-20, dan juga suporter setia sepak bola, tapi karena kita anggotanya dan FIFA menilai situasi saat ini tidak bisa dilanjutkan penyelenggaraannya, maka kita harus tunduk," kata Erick.
Meski keputusan tersebut pahit dan masih ada potensi sanksi yang akan dijatuhkan kepada Indonesia, Erick yang juga Menteri BUMN itu meminta semua pihak mengambil hikmah dari kejadian ini.
Baca Juga: Jadwal Salat dan Imsak Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang dan Tangsel 30 Maret 2023
"Kita harus tegar. Saya minta semua pecinta sepak bola tetap menegakkan kepala atas keputusan berat FIFA ini. Sebab saya berpendirian, karena itu, ini saatnya kita harus membuktikan kepada FIFA untuk bekerja lebih keras melakukan transformasi sepak bola menuju sepak bola bersih dan berprestasi," pungkasnya.