Nyeleneh, Ritual Haji Ala Panji Gumilang: Tawaf Keliling Ponpes Al Zaytun dan Rukun Islam Diubah

Suara Moots

Sabtu, 24 Juni 2023 | 08:08 WIB
Nyeleneh, Ritual Haji Ala Panji Gumilang: Tawaf Keliling Ponpes Al Zaytun dan Rukun Islam Diubah
Pimpinan Ponpes Al Zaytun, Panji Gumilang. ([Dok. Istimewa])

Pondok Pesantren atau Ponpes Al Zaytun di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, beserta pimpinannya, yakni Panji Gumilang, kini mendapat sorotan tajam dari publik. Hal ini lantaran dugaan mengajarkan ajaran yang menyimpang.

Salah satunya soal ibadah haji di mana disebut Panji Gumilang mengajarkan bahwa naik haji tidak perlu ke Mekkah, Arab Saudi. Hal ini disampaikan mantan pengurus Ponpes Al Zaytun yang juga pendiri NII Crisis Center, Ken Setiawan.

Ken menyebut Ponpes Al Zaytun terafiliasi NII (Negara Islam Indonesia). Pengajaran yang diajarkan juga menyimpang.

"Di sana (Ponpes Al Zaytun) itu ada dua struktur. Pertama, strukturt teritorial itu yang berbentuk negara, walaupun negara bayangan. Jadi (ada) RT, RW, lurah, camat, gubernur sampai presiden NII. Presiden NII sama dengan pimpinan Al Zaytun, yaitu Panji Gumilang," ujarnya dalam Program Catatan Demokrasi TvOne, dikutip Jumat (23/6/2023).

"Ada (struktur) fungsional, yang dia jadikan kedok untuk menipu masyarakat Indonesia. Dan perlu diketahui, di Al Zaytun itu, 80 persen santri yang orang tuanya anggota NII. 20 persen (lagi) korban NII, jadi ketika ditanya masalah NII dia enggak tahu. Tapi suatu saat biasanya setelah lulus akan didekati dan direkrut (jadi anggota NII)," sambungnya.

Ubah Rukun Islam

Ken mengungkapkan, Ponpes Al Zaytun juga mengajarkan ajaran menyimpang dengan mengubah Rukun Islam. Contohnya soal syahadat yang diubah terkait negara Islam.

Ponpes Al Zaytun, lanjut Ken, menganggap bahwa Indonesia masih memakai hukum jahiliyah, peninggalan penjajah Belanda, sehingga harus diganti dengan negara Islam.

"Ajaran sesatnya dia telah mengubah rukun Islam. Syahadat-nya bukan tiada Tuhan selain Allah, tapi tiada negara kecuali negara Islam. Barang siapa bernegara selain negara Islam, maka dia kafir," ungkap Ken.

baca juga

"Dan wa asyhaduanna muhammadar rasulullah, dan siapa saja yang menyampaikan risalah agama, karena rasul berasal dari kata risalah, layak disebut sebagai seorang nabi. Jadi dulu kami meyakini Panji Gumilang nabi baru setelah Nabi Muhammad," sambungnya.

Terkait Rukun Islam yang kedua, yakni salat, Ponpes Al Zaytun mengajarkan bahwa salat belum diwajibkan. Karena kondisi Indonesia masih jahiliyah, belum menegakkan hukum Islam.

"Ini bukan dilarang ya, tapi belum diwajibkan. Salat suka-suka dia. Karena mereka (santri) dididik jadi negarawan, salatnya dilarang memakai sarung. Salatnya pakai celana, dasi, jas," tutur Ken.

Ken menambahkan, Ponpes Al Zaytun juga memberikan ajaran menyimpang terkait Rukun Islam yang ketiga dan keempat, yakni terkait puasa dan zakat.

"Puasanya bukan puasa Ramadhan. Zakatnya juga diubah, tidak pakai beras. Mereka pakai satu gantang kurma, tidak pakai liter beras," tuturnya.

Terakhir terkait ibadah haji, kata Ken, tidak diwajibkan untuk pergi ke Mekah. Cukup datang ke Ponpes Al Zaytun setahun sekali setiap 1 Muharram.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Penuhi Panggilan Klarifikasi, Panji Gumilang Tolak Tabayyun dengan Tim MUI Pusat

Penuhi Panggilan Klarifikasi, Panji Gumilang Tolak Tabayyun dengan Tim MUI Pusat

Moots | Jum'at, 23 Juni 2023 | 20:29 WIB

Periksa Panji Gumilang, Ini 8 Poin yang Akan Diklarifikasi Tim Investigasi Pemprov Jabar

Periksa Panji Gumilang, Ini 8 Poin yang Akan Diklarifikasi Tim Investigasi Pemprov Jabar

Moots | Jum'at, 23 Juni 2023 | 18:26 WIB

Panji Gumilang Tiba di Gedung Sate Penuhi Panggilan Tim Investigasi, Ucap 'Shalom Aleichem'

Panji Gumilang Tiba di Gedung Sate Penuhi Panggilan Tim Investigasi, Ucap 'Shalom Aleichem'

Moots | Jum'at, 23 Juni 2023 | 18:13 WIB

Terkini

Bakery Singapura BIdik Pasar Kuliner RI, Ekspansi Perdana ke Jakarta

Bakery Singapura BIdik Pasar Kuliner RI, Ekspansi Perdana ke Jakarta

Bisnis | Rabu, 29 Juli 2026 | 21:00 WIB

BGN Enggan MBG Dibenturkan dengan Sekolah Roboh: Enggak Nyambung

BGN Enggan MBG Dibenturkan dengan Sekolah Roboh: Enggak Nyambung

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 20:58 WIB

GAC Beri Harga Spesial AION UT hingga HYPTEC HT di GIIAS 2026

GAC Beri Harga Spesial AION UT hingga HYPTEC HT di GIIAS 2026

Otomotif | Rabu, 29 Juli 2026 | 20:55 WIB

7 HP Murah Baterai Besar Fast Charging, Harga Mulai Rp1 Jutaan

7 HP Murah Baterai Besar Fast Charging, Harga Mulai Rp1 Jutaan

Tekno | Rabu, 29 Juli 2026 | 20:50 WIB

Sailun Tekan Biaya Operasional Sektor Pertanian Indonesia Lewat Ban MAXAM

Sailun Tekan Biaya Operasional Sektor Pertanian Indonesia Lewat Ban MAXAM

Otomotif | Rabu, 29 Juli 2026 | 20:47 WIB

Dewa 19 Meriahkan Puncak Nommensen Festival

Dewa 19 Meriahkan Puncak Nommensen Festival

Sumut | Rabu, 29 Juli 2026 | 20:44 WIB

Jokowi Bakal Sapa Kupang, Jalan Santai hingga Karnaval Budaya Siap Digelar

Jokowi Bakal Sapa Kupang, Jalan Santai hingga Karnaval Budaya Siap Digelar

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 20:38 WIB

BPDP Kucurkan Rp 240 T untuk Program Biodiesel, Bikin RI Hemat Impor Rp 722,9 Triliun

BPDP Kucurkan Rp 240 T untuk Program Biodiesel, Bikin RI Hemat Impor Rp 722,9 Triliun

Bisnis | Rabu, 29 Juli 2026 | 20:38 WIB

YE (Kanye West) Siap Guncang GBK Oktober 2026, Jadi Satu-satunya Kota di Asia Tenggara

YE (Kanye West) Siap Guncang GBK Oktober 2026, Jadi Satu-satunya Kota di Asia Tenggara

Entertainment | Rabu, 29 Juli 2026 | 20:38 WIB

UIPM Beri Alasan Mengapa Jejaring Internasional Penting bagi Dunia Pendidikan

UIPM Beri Alasan Mengapa Jejaring Internasional Penting bagi Dunia Pendidikan

Lifestyle | Rabu, 29 Juli 2026 | 20:33 WIB

×