Cina Siap Bangun Terowongan Bawah Laut Terpanjang di Dunia

admin

Sabtu, 15 Februari 2014 | 12:23 WIB
Cina Siap Bangun Terowongan Bawah Laut Terpanjang di Dunia
Ilustrasi terowongan (freedigitalphotos.net/ adamr)

Matamata - Cina, Cina berencana membangun sebuah terowongan bawah laut sepanjang 122 kilometer. Jika terealisasi, terowongan yang menghubungkan Kota Dalian dan Yantai tersebut akan menjadi terowongan bawah laut terpanjang di dunia.

Terowongan Cina tersebut akan dibangun di bawah Selat Bohai. Dengan panjang 122 kilometer, terowongan itu menghubungkan Kota Dalian yang berada di bagian utara dengan Kota Yantai yang terletak di pesisir timur.

"Pembangunan akan dimulai pada awal 2015 atau 2016," kata Wang Mengshu, ahli di Chinese academy of Engineering, kepada China Daily.

Terowongan tersebut nantinya akan mengurangi waktu tempuh orang yang bepergian dari Dalian menuju Yantai, atau sebaliknya. Saat ini, warga harus menempuh jalur memutar sejauh 1287 km untuk bepergian di antara dua kota tersebut.

Para insinyur akan mengebor tiga terowongan, satu untuk mobil, satu untuk kereta dan satu terowongan untuk perawatan, menembus bebatuan dasar laut yang keras.

Sejumlah cerobong vertikal juga dibuat di pulau-pulau yang berada di atas jalur terowongan sebagai ventilasi udara.

Cina sudah berpengalaman dalam berbagai proyek pembangunan raksasa. Selain bangunan bersejarah seperti Tembok Besar, Cina juga berpengalaman membangun jaringan kereta berkecepatan tinggi terbesar di dunia, jembatan terpanjang, dan gedung-gedung pencakar langit tertinggi.

Meski demikian, proyek terowongan beranggaran 435 triliun Rupiah tersebut diramalkan menemui sejumlah tantangan. Pasalnya, wilayah yang akan dibangun terowongan rawan terjadi gempa bumi. Pada tahun 1976, gempa bumi mengguncang Tangshan, kota yang berlokasi tak jauh dari Selat Bohai pernah diguncang gempa berkekuatan 7,5 skala richter. Ratusan ribu jiwa melayang dalam gempa tersebut. Selain itu, pekerjaan penggalian terowongan juga dilakukan di sekitar jalur patahan.

Namun, para ahli yang terlibat dalam pembangunan merasa optimis bahwa proyek tersebut akan berhasil.

"Kami sudah mengajukan ide pembangunan terowongan ini sejak 20 tahun lalu dan sudah banyak tim yang melakukan penelitian atas proyek ini. Kami juga belajar dari pembangunan Terowongan Channel. Faktanya, setiap insinyur terowongan bawah laut belajar dari Terowongan Channel karena itu adalah contoh terbaik yang pernah ada. Kami mempelajari teknik konstruksi dan juga pembiayaan proyek terowongan kami." jelas ahli dari East Shandong University yang tidak mau disebutkan namanya tersebut.

Terowongan ini akan memiliki dua kali panjang Terowongan Channel yang menghubungkan Inggris dan Prancis. Terowongan yang dibangun di bawah Selat Channel tersebut dibangun pada tahun 1987 hingga tahun 1991 dan memiliki panjang 50,5 kilometer. (Telegraph)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Terkini

Kisah Ahda Dhiyaurrohman, Korban Kapal Virgo Transport 8 Asal Solo, Nekat Merantau Tanpa Restu Ortu

Kisah Ahda Dhiyaurrohman, Korban Kapal Virgo Transport 8 Asal Solo, Nekat Merantau Tanpa Restu Ortu

Surakarta | Senin, 14 September 2026 | 19:01 WIB

Kabut Asap Palembang, KAI Bagikan 2.800 Masker untuk Lindungi Pekerja Operasional

Kabut Asap Palembang, KAI Bagikan 2.800 Masker untuk Lindungi Pekerja Operasional

Sumsel | Senin, 14 September 2026 | 19:01 WIB

TNI AL Lanjutkan Pencarian Speedboat Jurnalis Hilang Kontak

TNI AL Lanjutkan Pencarian Speedboat Jurnalis Hilang Kontak

Video | Senin, 14 September 2026 | 19:00 WIB

Purbaya Dicopot: Kisruh Rekening Massal, Rp100 Miliar Jual Beli Jabatan dan Rombak Ratusan Pejabat

Purbaya Dicopot: Kisruh Rekening Massal, Rp100 Miliar Jual Beli Jabatan dan Rombak Ratusan Pejabat

Bisnis | Senin, 14 September 2026 | 18:57 WIB

Color Corrector Ungu untuk Apa? Kenali Fungsinya dalam Makeup

Color Corrector Ungu untuk Apa? Kenali Fungsinya dalam Makeup

Lifestyle | Senin, 14 September 2026 | 18:55 WIB

Izin Tambang Dicabut, Greenpeace Tagih Janji Perusahaan Pulihkan Ekologi Raja Ampat

Izin Tambang Dicabut, Greenpeace Tagih Janji Perusahaan Pulihkan Ekologi Raja Ampat

News | Senin, 14 September 2026 | 18:54 WIB

Mulai Kekeringan, Langit Jakarta Masih Nihil Awan Hujan Usai 5 Kali Modifikasi Cuaca

Mulai Kekeringan, Langit Jakarta Masih Nihil Awan Hujan Usai 5 Kali Modifikasi Cuaca

News | Senin, 14 September 2026 | 18:49 WIB

Kunjungi SCCR Indonesia, Gubernur Khofifah Dorong Penguatan Riset Kesehatan di Jatim

Kunjungi SCCR Indonesia, Gubernur Khofifah Dorong Penguatan Riset Kesehatan di Jatim

Jatim | Senin, 14 September 2026 | 18:47 WIB

Hempas Kusam dan Noda Gelap! Ini 4 Sabun Muka Korea Kandungan Brightening

Hempas Kusam dan Noda Gelap! Ini 4 Sabun Muka Korea Kandungan Brightening

Your Say | Senin, 14 September 2026 | 18:46 WIB

Jalan Teknokratis Suahasil Nazara Menuju Kursi Menteri Keuangan

Jalan Teknokratis Suahasil Nazara Menuju Kursi Menteri Keuangan

Your Say | Senin, 14 September 2026 | 18:44 WIB

×