Presiden Barack Obama Segera Reformasi Program Penyadapan NSA

admin | Suara.com

Rabu, 26 Februari 2014 | 14:52 WIB
Presiden Barack Obama Segera Reformasi Program Penyadapan NSA
Presiden AS Barrack Obama. (Foto: www.whitehouse.gov)

Para pengacara Gedung Putih mengajukan empat opsi kepada Presiden Amerika Serikat, Barack Obama, untuk merestrukturisasi program penyadapan telepon Badan Keamanan Nasional (NSA). Tiga di antaranya merupakan opsi untuk merelokasi data pengguna telepon, sementara satu lainnya adalah menutup program penyadapan tersebut.

Program penyadapan NSA terungkap kepada publik setelah Edward Snowde, mantan kontraktor NSA yang kini buron, membongkar program tersebut dan menyulut kontroversi. Sebagian anggota parlemen dan pejabat mendukung program tersebut karena diperlukan untuk melawan terorisme. Sementara sebagian lainnya menganggap penyadapan telepon tersebut adalah pelanggaran terhadap hak-hak konstitusional.

Menurut sumber Gedung Putih, empat opsi ditawarkan menyusul permintaan Presiden Barack Obama kepada agen intelijen Amerika Serikat dan jaksa agung untuk mencari alteratif penghentian program penyadapan NSA.

Opsi pertama yang ditawarkan adalah dengan cara meminta provider telekomunikasi merekam data percakapan telepon pelanggan. NSA hanya diperbolehkan meminta data nomor-nomor tertentu yang diduga terkait tindak terorisme.

Opsi ke dua, pemerintah akan menunjuk badan pemerintah selain NSA untuk memegang data tersebut. Badan yang mungkin diserahi tanggung jawab tersebut adalah Biro Penyidik Federal (FBI).

Opsi ke tiga, ada badan independen selain pemerintah ataupun provider telekomunikasi yang ditunjuk untuk memegang data percakapan telepon tersebut. Opsi ini langsung diprotes karena pihak ke tiga tersebut tentu hanyalah kepanjangan tangan dari NSA.

Opsi ke empat atau terakhir adalah dengan menutup program penyadapan tersebut dan mencari upaya investigasi lain untuk melawan terorisme.

Hingga kini, belum ada kepastian soal program mana yang akan dipilih oleh pemerintah.

Caitlin Hayden, juru bicara Dewan Keamanan Nasional Amerika Serikat, menolak menjelaskan lebih jauh soal pengajuan opsi tersebut.

"Saya tidak memiliki kapasitas untuk membicarakan detail proses yang kini sedang berjalan," kata Hayden, seperti dikutip Wall Street Journal.

Menurutnya, Presiden Barack Obama akan berkonsultasi dengan Kongres dan mengesahkan kebijakan alternatif program penyadapan NSA tersebut. (Wall Street Journal)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

4 Ucapan Kontroversial Trump di Depan Donatur Partai Republik: Serang Media AS hingga Obama

4 Ucapan Kontroversial Trump di Depan Donatur Partai Republik: Serang Media AS hingga Obama

News | Kamis, 26 Maret 2026 | 19:41 WIB

Pertemuan Trump-Xi Pada Mei Dianggap Tanda Berakhirnya Perang, Gedung Putih Bilang Begini

Pertemuan Trump-Xi Pada Mei Dianggap Tanda Berakhirnya Perang, Gedung Putih Bilang Begini

News | Kamis, 26 Maret 2026 | 18:03 WIB

Penilaian Donald Trump ke Mohammad Bagher Ghalibaf: Dia Pilihan Menarik untuk Iran

Penilaian Donald Trump ke Mohammad Bagher Ghalibaf: Dia Pilihan Menarik untuk Iran

News | Rabu, 25 Maret 2026 | 06:57 WIB

Nyawa Donald Trump Terancam, Keamanan Gedung Putih Jebol Diteror Mobil Van

Nyawa Donald Trump Terancam, Keamanan Gedung Putih Jebol Diteror Mobil Van

News | Kamis, 12 Maret 2026 | 04:46 WIB

Akun Gedung Putih Pakai Game Buat Propaganda Perang, Aktor Master Chief Tak Terima

Akun Gedung Putih Pakai Game Buat Propaganda Perang, Aktor Master Chief Tak Terima

Tekno | Selasa, 10 Maret 2026 | 15:20 WIB

Jamu Lionel Messi di Gedung Putih, Donald Trump Justru Puji Cristiano Ronaldo

Jamu Lionel Messi di Gedung Putih, Donald Trump Justru Puji Cristiano Ronaldo

Video | Senin, 09 Maret 2026 | 18:20 WIB

Piala Dunia 2026 Dihantui Razia Imigrasi, Gedung Putih Beri Jaminan Mengejutkan

Piala Dunia 2026 Dihantui Razia Imigrasi, Gedung Putih Beri Jaminan Mengejutkan

Bola | Kamis, 05 Maret 2026 | 16:30 WIB

Ulasan Novel The First Gentleman: Saat Suami Presiden Jadi Sorotan Politik dan Dilema Pribadi

Ulasan Novel The First Gentleman: Saat Suami Presiden Jadi Sorotan Politik dan Dilema Pribadi

Your Say | Jum'at, 08 Agustus 2025 | 16:10 WIB

Gedung Putih Umumkan Data Pribadi Warga Indonesia 'Diobral' ke AS, Kenapa Pemerintah Gagap Menjawab?

Gedung Putih Umumkan Data Pribadi Warga Indonesia 'Diobral' ke AS, Kenapa Pemerintah Gagap Menjawab?

News | Kamis, 24 Juli 2025 | 08:28 WIB

Direktur Inteljen AS Tuduh Barack Obama Berkhianat Karena 'Manipulasi' Pemilu

Direktur Inteljen AS Tuduh Barack Obama Berkhianat Karena 'Manipulasi' Pemilu

News | Minggu, 20 Juli 2025 | 11:02 WIB

Terkini

KPK Wanti-wanti Investasi Rp6,74 Triliun di Kawasan Industri, Ini Titik Rawan yang Disorot

KPK Wanti-wanti Investasi Rp6,74 Triliun di Kawasan Industri, Ini Titik Rawan yang Disorot

News | Sabtu, 04 April 2026 | 07:11 WIB

BPKP Tegaskan Kerugian Rp1,5 T Kasus Korupsi Chromebook Nyata, Ini Penjelasannya

BPKP Tegaskan Kerugian Rp1,5 T Kasus Korupsi Chromebook Nyata, Ini Penjelasannya

News | Jum'at, 03 April 2026 | 23:40 WIB

Tiba Besok di Halim, Jenazah Kopda Farizal Rhomadhon Bakal Disambut Upacara Nasional Pimpinan TNI

Tiba Besok di Halim, Jenazah Kopda Farizal Rhomadhon Bakal Disambut Upacara Nasional Pimpinan TNI

News | Jum'at, 03 April 2026 | 22:18 WIB

Tragedi Maut di Basement TB Simatupang: Niat Tolong Rekan, 4 Pekerja Tewas Terjebak Gas Beracun

Tragedi Maut di Basement TB Simatupang: Niat Tolong Rekan, 4 Pekerja Tewas Terjebak Gas Beracun

News | Jum'at, 03 April 2026 | 22:05 WIB

Kecelakaan Maut di Kalideres: Ani Maryati Meninggal Dunia Usai Tersenggol Iring-iring Truk TNI

Kecelakaan Maut di Kalideres: Ani Maryati Meninggal Dunia Usai Tersenggol Iring-iring Truk TNI

News | Jum'at, 03 April 2026 | 21:36 WIB

Bukan Sekadar Isu! Said Didu Bongkar Alasan JK Khawatir Indonesia Chaos Juli-Agustus Mendatang

Bukan Sekadar Isu! Said Didu Bongkar Alasan JK Khawatir Indonesia Chaos Juli-Agustus Mendatang

News | Jum'at, 03 April 2026 | 21:02 WIB

Kader Demokrat Dilaporkan ke Kemen PPA Atas Tuduhan Kekerasan Psikis ke Istri dan Penelantaran Anak

Kader Demokrat Dilaporkan ke Kemen PPA Atas Tuduhan Kekerasan Psikis ke Istri dan Penelantaran Anak

News | Jum'at, 03 April 2026 | 20:04 WIB

BNI Tambah Fitur Keamanan, Aplikasi wondr Tak Bisa Diakses Saat Ada Panggilan Masuk

BNI Tambah Fitur Keamanan, Aplikasi wondr Tak Bisa Diakses Saat Ada Panggilan Masuk

News | Jum'at, 03 April 2026 | 19:47 WIB

'Mirip Nazi!' Wakil Ketua MPR Kecam Keras UU Hukuman Mati Israel bagi Tawanan Palestina

'Mirip Nazi!' Wakil Ketua MPR Kecam Keras UU Hukuman Mati Israel bagi Tawanan Palestina

News | Jum'at, 03 April 2026 | 19:08 WIB

Gara-gara Bak Sampah dan Tatapan Sinis, Eks Ojol di Bekasi Sewa Orang Siram Tetangga Pakai Air Keras

Gara-gara Bak Sampah dan Tatapan Sinis, Eks Ojol di Bekasi Sewa Orang Siram Tetangga Pakai Air Keras

News | Jum'at, 03 April 2026 | 18:44 WIB