Gudang Amunisi Marinir Meledak 1984: Pecahan Mortir Dijadikan Golok (2)

admin

Jum'at, 07 Maret 2014 | 08:08 WIB
Gudang Amunisi Marinir Meledak 1984: Pecahan Mortir Dijadikan Golok (2)
Pintu masuk galangan kapal, Tanjung Priok (SUARA.COM/DWI BOWO)

Suara.com - Tulisan ini merupakan kelanjutan dari cerita Rodiah (36) ketika menjadi saksi kejadian pada 30 Oktober 1984 malam. Gudang penyimpanan amunisi milik Komando Korps Operasi (KKO) Cilandak, Jakarta Selatan, meledak, dan mortir-mortirnya meluncur kemana-mana. Kampung Rodiah rusak parah karena dihantam mortir. (Mortir Berdesing di Atas Rumah)

Setelah lari cukup jauh, Rodiah dan orangtuanya bergabung dengan keluarga lain yang juga mengungsi. Warga mencermati informasi yang disiarkan radio secara terus menerus tentang gudang amunisi TNI AL yang meledak.

Berita dari radio ternyata semakin membuat mereka panik dan bingung harus menyelamatkan diri kemana lagi.

"Ada peringatan, untuk yang rumahnya dekat dengan gudang peluru enggak usah lari karena pelurunya terbang jauh," kata Rodiah, warga Jalan Sawo 7, RT 1/1, Pangkalan Jati I, Cinere, Depok, Jawa Barat.

Setelah diskusi, warga memutuskan untuk kembali lagi ke Pangkalan Jati, kampung mereka.
Perasaan mereka masih diliputi ketakutan bila pulang ke rumah. Akhirnya, diputuskan untuk mengungsi di garasi rumah warga lain yang dianggap aman.

"Kami numpang di garasi rumah orang. Makannya cuma mie instant dari pemilik rumah. Kami enggak pergi jauh-jauh saat ngungsi ini, takut," kata Rodiah.

Hampir dua minggu mereka tinggal garasi. Baru setelah ada informasi resmi yang mengatakan situasi sudah aman terkendali, warga berani pulang ke rumah masing-masing.

Dalam perjalanan kembali ke rumah, Rodiah menyaksikan pemandangan yang sangat berbeda.

Sebagian rumah warga hancur. Kebun warga banyak yang berlubang karena ditumbuk mortir.

Rumah Rodiah sendiri rusak. Genting, tembok, kaca, dan lantai hancur.

Serpihan-serpihan mortir masih berserakan di sejumlah tempat. Bahkan, ayahanda Rodiah sampai menyimpan salah salah satu bagian mortir yang sudah meledak untuk dijadikan kenang-kenangan.

"Bapak saya bawa beberapa pecahan peluru dan jadiin golok, tapi lama-lama karatan, sekarang juga sudah enggak tahu ada di mana," tuturnya.

Sekarang, tahun 2014, bekas-bekas lubang ledakan mortir sudah tidak terlihat lagi di kampung Rodiah.

Ketika ditanya tentang ledakan di gudang penyimpanan amunisi TNI AL di Pondok Duyung, Tanjung Priok, Jakarta Utara, pada Rabu (5/3/2014), Rodiah mengaku juga sudah mengetahuinya dari siaran televisi.

Tapi menurut dia, efeknya jauh berbeda dengan yang pernah dialaminya tahun 1984.

"Sereman yang tahun 1984 lah mas," katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Gudang Amunisi Marinir Meledak 1984: Mortir Berdesing di Atas Rumah (1)

Gudang Amunisi Marinir Meledak 1984: Mortir Berdesing di Atas Rumah (1)

News | Jum'at, 07 Maret 2014 | 14:10 WIB

Kisah Gudang Amunisi Meledak di Cilandak, Rudal Terbang Kemana-mana

Kisah Gudang Amunisi Meledak di Cilandak, Rudal Terbang Kemana-mana

News | Kamis, 06 Maret 2014 | 14:58 WIB

Terkini

Cara Mengubah Tumpukan Data Menjadi Keputusan Bisnis yang Menguntungkan

Cara Mengubah Tumpukan Data Menjadi Keputusan Bisnis yang Menguntungkan

Bisnis | Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:44 WIB

Cetak 6 Gol dalam 6 Laga Bersama Persija, Shin Tae-yong Angkat Topi untuk Alexander Jeremejeff

Cetak 6 Gol dalam 6 Laga Bersama Persija, Shin Tae-yong Angkat Topi untuk Alexander Jeremejeff

Bola | Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:55 WIB

Sepatu Lari Buatan Lokal Unjuk Gigi di Berlin dan Chicago Marathon

Sepatu Lari Buatan Lokal Unjuk Gigi di Berlin dan Chicago Marathon

Sport | Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:43 WIB

Mantab! Tiga Atlet Muaythai Solo Tembus Semifinal Porprov 2026

Mantab! Tiga Atlet Muaythai Solo Tembus Semifinal Porprov 2026

Surakarta | Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:42 WIB

Sumsel Bidik Perdagangan Karbon di Tengah Krisis Karhutla, Sejauh Mana Kesiapannya?

Sumsel Bidik Perdagangan Karbon di Tengah Krisis Karhutla, Sejauh Mana Kesiapannya?

Sumsel | Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:27 WIB

Sepatu Futsal Lokal Tembus Dunia, Ortuseight Siapkan Enam Lini Jogosala Terbaru

Sepatu Futsal Lokal Tembus Dunia, Ortuseight Siapkan Enam Lini Jogosala Terbaru

Bola | Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:18 WIB

Dari Kekalahan ke Pesta Gol, Shin Tae-yong Ungkap Perubahan Persija Saat Hajar Arema FC

Dari Kekalahan ke Pesta Gol, Shin Tae-yong Ungkap Perubahan Persija Saat Hajar Arema FC

Bola | Rabu, 21 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Fadli Zon Terima Anugerah Mahottama Adibudaya Nusantara, Ini Alasan di Baliknya

Fadli Zon Terima Anugerah Mahottama Adibudaya Nusantara, Ini Alasan di Baliknya

News | Rabu, 21 Oktober 2026 | 22:59 WIB

WALHI Sumsel Soroti Dry Ice di Palembang, Minta Biaya dan Hasil Evaluasi Dibuka ke Publik

WALHI Sumsel Soroti Dry Ice di Palembang, Minta Biaya dan Hasil Evaluasi Dibuka ke Publik

Sumsel | Rabu, 21 Oktober 2026 | 22:53 WIB

Haji Isam Dikaitkan MSCI, Pakar Saham Minta Dibuktikan

Haji Isam Dikaitkan MSCI, Pakar Saham Minta Dibuktikan

Bisnis | Rabu, 21 Oktober 2026 | 22:50 WIB

×