Jokowi di Mata Teman Sekolahnya

Doddy Rosadi | Suara.com

Jum'at, 21 Maret 2014 | 19:32 WIB
Jokowi di Mata Teman Sekolahnya
Joko Widodo (Jokowi) pada kampanye PDI Perjuangan di Jakarta. (Antara/Yudhi Mahatma)

Suara.com - Nama Joko Widodo alias Jokowi tidak hanya dikenal di Indonesia tetapi juga di dunia internasional. Ketika mantan Wali Kota Solo itu menerima deklarasi dari PDI Perjuangan untuk menjadi calon presiden periode 2014-19, media internasional pun ikut memburu berita tersebut.

Namun, tidak banyak yang tahu bahwa sosok Gubernur DKI Jakarta itu sebelum masuk ke dunia politik jauh berbeda dibandingkan saat ini. Hal itu diungkapkan Putut Gunawan, sahabat Jokowi ketika kecil.

“Dia sangat pemalu dan selalu grogi ketika berbicara,” kata Putut yang tidak menyangka sahabatnya itu akan menjadi calon pemimpin Indonesia.

Bahkan, ketika melakukan kampanye dalam pemilihan Wali Kota Solo, Jokowi juga tidak banyak berbicara.
“Nama saya Jokowi, ini istri saya Iriana, saya punya dua atau tiga perusahaan yang mempekerjakan 10.000 karyawan,” kata Jokowi dalam kampanyenya.

Menurut Putut, Jokowi sama sekali tidak bicara tentang politik, ekonomi atau pembangunan. Kalimat itu yang terus diulanginya dalam setiap kampanye selama tiga bulan.

Sosok Jokowi yang rendah hati ternyata berhasil menarik simpati warga Solo hinga akhirnya dia terpilih sebagai Wali Kota. Popularitasnya terus melesat hingga akhirnya terpilih menjadi Gubernur DKI Jakarta.

“Saya sama sekali tidak melihat tanda-tanda Jokowi akan jadi pemimpin. Dia sangat pendiam di kelas, tetapi kalau anda melihat matanya, anda pasti tahu dia tengah mengamati sesuatu,” kata Haridatin Budi Satriani (65 tahun) yang mengajarkan Jokowi kesenian di sekolah.

Jokowi juga dikenal sebagai sosok yang jujur sejak masih di bangku sekolah.

“Dia tidak mau berbuat curang dan tidak mau memberitahu jawabannya kepada temannya ketika ujian,” ujar Teguh (53 tahun) sahabat Jokowi di SMA.
Kenapa rakyat sangat mengidolakan Jokowi? Pengamat politik dari S. Rajaratnam School of International Studies di Singapura, Leonard Sebastian mengatakan,”rakyat Indonesia ingin pemimpin yang mempunyai empati dan memahani masalah yang mereka hadapi.”

Sebastian mengatakan, PDI Perjuangan harus mendapatkan banyak suara pada pemilu legislative nanti untuk bisa melapangkan jalan bagi Jokowi menang dalam pemilu presiden. Dia juga menyarankan PDIP menjalin koalisi dengan parpol lain dalam memilih wakil untuk Jokowi.

Miyono, paman Jokowi justru tidak setuju keponakannya itu maju sebagai Capres. Dia ingin Jokowi menyelesaikan tugasnya dulu sebagai Gubernur DKI Jakarta.

“Dia tahu saya tidak setuju tetapi saya punya feeling dia akan memimpin negara ini. Saran saya untuk dia, bekerja untuk rakyat dan jujur,” ujar Wiyono. (Bloomberg)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Ini Kata Rakyat soal Jokowi "Nyapres"

Ini Kata Rakyat soal Jokowi "Nyapres"

Video | Jum'at, 21 Maret 2014 | 18:35 WIB

Paman Jokowi: Selesaikan Dulu Tugas di Jakarta

Paman Jokowi: Selesaikan Dulu Tugas di Jakarta

News | Jum'at, 21 Maret 2014 | 12:45 WIB

Lelaki Mirip ARB Naik Jet Bareng Artis ke Maladewa

Lelaki Mirip ARB Naik Jet Bareng Artis ke Maladewa

Video | Jum'at, 21 Maret 2014 | 10:57 WIB

Empat Sambutan Luar Biasa Tokoh Nasional untuk Jokowi

Empat Sambutan Luar Biasa Tokoh Nasional untuk Jokowi

News | Jum'at, 21 Maret 2014 | 08:01 WIB

Ahok Bela Jokowi

Ahok Bela Jokowi

News | Jum'at, 21 Maret 2014 | 07:05 WIB

Terkini

Pengakuan Serka MN Buang Kacab Bank, Diseret 2 Meter Lalu Ditinggal Telungkup

Pengakuan Serka MN Buang Kacab Bank, Diseret 2 Meter Lalu Ditinggal Telungkup

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 18:37 WIB

PAN dan Demokrat Buka Suara soal Dana Parpol: Sudah Diaudit BPK, Tepis Isu Mahar

PAN dan Demokrat Buka Suara soal Dana Parpol: Sudah Diaudit BPK, Tepis Isu Mahar

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 18:34 WIB

Telepon Siswa OSIS Jabar, Prabowo Izinkan Keliling Istana Hingga Jelang Rapat

Telepon Siswa OSIS Jabar, Prabowo Izinkan Keliling Istana Hingga Jelang Rapat

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 18:33 WIB

Polisi Dilarang Live Streaming Saat Tugas, Kompolnas: Jangan Sibuk Sendiri Pas Layani Warga

Polisi Dilarang Live Streaming Saat Tugas, Kompolnas: Jangan Sibuk Sendiri Pas Layani Warga

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 18:29 WIB

Kemnaker Tandatangani MoU dengan Wadhwani dan Indosat: Perkuat Ekosistem Ketenagakerjaan Nasional

Kemnaker Tandatangani MoU dengan Wadhwani dan Indosat: Perkuat Ekosistem Ketenagakerjaan Nasional

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 18:22 WIB

Tragedi Kereta Bekasi Tewaskan 16 Orang, Korlantas Bongkar Fakta Baru, Ada Tersangka?

Tragedi Kereta Bekasi Tewaskan 16 Orang, Korlantas Bongkar Fakta Baru, Ada Tersangka?

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 18:22 WIB

Wapres Gibran Kecam Keras Pelecehan Seksual Puluhan Santriwati di Pati

Wapres Gibran Kecam Keras Pelecehan Seksual Puluhan Santriwati di Pati

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 18:07 WIB

PSHK Setuju Dana Banpol Naik, Tapi Pasang Syarat: Transparansi Total dan Reformasi Internal Partai

PSHK Setuju Dana Banpol Naik, Tapi Pasang Syarat: Transparansi Total dan Reformasi Internal Partai

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 17:59 WIB

Kesaksian Warga soal Pengeroyokan Penjaga Warung di Kemayoran: Saya Anggota, Jangan Ikut Campur!

Kesaksian Warga soal Pengeroyokan Penjaga Warung di Kemayoran: Saya Anggota, Jangan Ikut Campur!

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 17:49 WIB

Pakar UMY Desak Batas Peradilan Militer Dipertegas: Jangan Jadi Pengecualian Hukum

Pakar UMY Desak Batas Peradilan Militer Dipertegas: Jangan Jadi Pengecualian Hukum

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 17:46 WIB