Posisi Terlempar dari Tiga Besar, Demokrat Siap Kalah

Siswanto

Kamis, 10 April 2014 | 20:56 WIB
Posisi Terlempar dari Tiga Besar, Demokrat Siap Kalah
Peserta Konvensi Capres Partai Demokrat Anies Baswedan dan Marzuki Alie. (Antara/Yussran Uccang)

Suara.com - Wakil Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Marzuki Alie mengusulkan agar proses konvensi calon presiden Partai Demokrat dihentikan. Pasalnya, partai ini tak mampu memenuhi ambang batas parlemen, yakni 20 persen perolehan kursi DPR atau 25 persen perolehan suara sah nasional. Bahkan, posisi Demokrat malah terlempar dari jajaran tiga besar partai dengan suara terbanyak di Pemilu Legislatif.

"Saya kira sebaiknya konvensi dihentikan saja. Agak sulit, karena itu mencari presiden, itu menurut saya. Sekarang kan partai tiga besar (PDI Perjuangan, Golkar, dan Gerindra) berdasarkan perhitungan cepat, sudah memiliki capresnya masing-masing. Kita akan serahkan ke Majelis Tinggi, untuk menawarkan kepada calon-calon konvensi presiden, siapa yang benar-benar bisa, tentunya bukan menjadi presiden," kata Marzuki, Kamis (10/4/2014).

Ada 11 tokoh yang mengikuti konvensi capres Partai Demokrat. Mereka adalah Dino Patti Djalal, Gita Wirjawan, Ali Masykur Musa, Dahlan Iskan, Pramono Edhi Wibowo, Hayono Isman, Endriartono Sutarto, Marzuki Alie, Irman Gusman, Anies Baswedan, dan Sinyo Harry Sarundajang.

Marzuki Alie juga mengatakan bahwa Partai Demokrat sudah siap untuk mengalami kekalahan.

"Siap kalah adalah sebuah konsekuensi, itulah artinya demokrasi," kata dia.

Menurut hasil penghitungan cepat hasil Pileg yang dilakukan sejumlah lembaga survei, Partai Demokrat berada di posisi empat. Seperti hasil penghitungan lembaga survei Populi Center, Partai Demokrat tercatat hanya mendapatkan 6,75 persen suara secara nasional.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Di Masa Tenang, Anas Buka "Topeng" SBY

Di Masa Tenang, Anas Buka "Topeng" SBY

News | Selasa, 08 April 2014 | 13:44 WIB

Bagikan Payung, Partai Demokrat Ajak Kader Ulangi Kesuksesan Pemilu 2009

Bagikan Payung, Partai Demokrat Ajak Kader Ulangi Kesuksesan Pemilu 2009

News | Senin, 31 Maret 2014 | 00:53 WIB

Partai Demokrat Janji Tindak Kader yang Lakukan "Money Politic"

Partai Demokrat Janji Tindak Kader yang Lakukan "Money Politic"

News | Minggu, 30 Maret 2014 | 22:57 WIB

Terkini

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:45 WIB

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Bola | Sabtu, 19 September 2026 | 23:10 WIB

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:00 WIB

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jawa Tengah | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:35 WIB

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:29 WIB

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:15 WIB

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:05 WIB

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

News | Sabtu, 19 September 2026 | 21:34 WIB

×