Kisruh di PPP, Suryadharma Ali Bisa Diberhentikan

Laban Laisila

Jum'at, 11 April 2014 | 14:22 WIB
Kisruh di PPP, Suryadharma Ali Bisa Diberhentikan
Bendera PPP (Foto: ppp-kabtegal.com)

Suara.com - Kisruh di PPP rupanya semakin meruncing menyusul langkah Ketua Umum PPP Suryadharma Ali yang hadir dalam kampanye akbar Partai Garindra di Gelora Bung Karno, Jakarta, pada musim kampanye Pileg 2014.

Wakil Ketua Umum PPP Emron Pangkapi yang dihubungi suara.com, Jumat (11/4/2014), menegaskan jika  Suyadharma bisa diberhentikan oleh pengurus DPP tanpa melalui muktamar.

“Tidak tertutup kemungkinan diberhentikan kalau melanggar aturan partai,” tegas Emron.

Dia menjelaskan bahwa muktamar memberikan mandat bukan kepada ketua umum saja, melainkan kepada semua pengurus DPP.

“DPP itu kolektif kolegial, saya dan sekjen juga bisa diberhentikan,” katanya lagi.

Dia juga menilai apa yang dilakukan oleh Suryadharma Ali sudah merugikan citra partai dengan ikut berorasi bersama dengan partai lain.

“Tidak masalah kalau hanya datang, karena setiap fungsionaris itu bisa berkomunikasi dengan partai manapun. Tapi ini kan ikut berorasi. Itu bisa diartikan penggembosan namanya,” tutur Emron.

Menurutnya orasi yang dilakukan oleh Suryadharma tidak pantas karena berlangsung saat musim kampanye, dimana semua partai berkompetisi.

Surya juga juga dianggap bertindak sendirian tanpa berkoordinasi dengan pengurus DPP.

Sementara Suryadharma Ali sendiri menyatakan kalau PPP tetap solid. Dia mengganggap protes atas kehadirannya saat kampanye Gerindra sebagai dinamika internal PPP.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Perolehan Suara Demokrat 'Jeblok,' Bagaimana Nasib 11 Peserta Konvensi Capres?

Perolehan Suara Demokrat 'Jeblok,' Bagaimana Nasib 11 Peserta Konvensi Capres?

News | Jum'at, 11 April 2014 | 14:08 WIB

Indeks Saham Terjun Bebas, Ini Jawaban Dirut Bursa Efek Indonesia

Indeks Saham Terjun Bebas, Ini Jawaban Dirut Bursa Efek Indonesia

Bisnis | Jum'at, 11 April 2014 | 14:04 WIB

Banyak Kasus Korupsi, Jadi Sebab Perolehan Suara Demokrat 'Jeblok' di Pileg

Banyak Kasus Korupsi, Jadi Sebab Perolehan Suara Demokrat 'Jeblok' di Pileg

News | Jum'at, 11 April 2014 | 13:45 WIB

Posisi sebagai Ketum Digoyang, SDA Anggap PPP seperti Perusahaan

Posisi sebagai Ketum Digoyang, SDA Anggap PPP seperti Perusahaan

News | Jum'at, 11 April 2014 | 10:53 WIB

Terkini

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jawa Tengah | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:35 WIB

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:29 WIB

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:15 WIB

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:05 WIB

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

News | Sabtu, 19 September 2026 | 21:34 WIB

Grace Natalie Soroti Perdebatan Kunjungan Jokowi ke Palue: Fokus pada Pemulihan Warga

Grace Natalie Soroti Perdebatan Kunjungan Jokowi ke Palue: Fokus pada Pemulihan Warga

Jakarta | Sabtu, 19 September 2026 | 21:32 WIB

Nusron Wahid Mundur dari Pengurus Golkar, Sudah Pamit ke Bahlil 6 Bulan Lalu

Nusron Wahid Mundur dari Pengurus Golkar, Sudah Pamit ke Bahlil 6 Bulan Lalu

News | Sabtu, 19 September 2026 | 21:18 WIB

Bertemu Presiden UMNO, Surya Paloh: Hubungan Indonesia-Malaysia Tak Boleh Sekadar Hitung Untung Rugi

Bertemu Presiden UMNO, Surya Paloh: Hubungan Indonesia-Malaysia Tak Boleh Sekadar Hitung Untung Rugi

News | Sabtu, 19 September 2026 | 21:05 WIB

×