Demokrat: Partai Suara Terbanyak di Pileg Belum Tentu Menang di Pilpres

Siswanto | Suara.com

Senin, 14 April 2014 | 14:43 WIB
Demokrat: Partai Suara Terbanyak di Pileg Belum Tentu Menang di Pilpres
Simpatisan PDI Perjuangan ikut kampanye terbuka. (Antara/Seno)

Suara.com - Anggota Dewan Pembina Partai Demokrat Achmad Mubarok mengungkapkan partai politik yang meraih suara terbanyak di Pemilu Legislatif tak menjamin menang di Pemilu Presiden. Sebaliknya, partai dengan perolehan suara sedikit, bisa jadi keluar sebagai pemenangnya.

"Ini dari pengalaman, yang besar belum tentu menang. Kecil bisa jadi yang menang. Contoh Gus Dur dulu berapa persen, malah beliau bisa kepilih (Presiden RI). Lalu Pak SBY dulu, Demokrat cuma 7,5 persen, tapi malah menang," kata Mubarok kepada suara.com, Senin (14/4/2014).

Oleh karena itu, kata Mubarok, saat ini Partai Demokrat tidak mau terlalu agresif dalam membangun koalisi sesama partai peserta pemilu untuk mengusung calon presiden.

Partai Demokrat, kata dia, sekarang masih mengikuti dinamika yang berkembang. Sikap resmi partai yang dipimpin Susilo Bambang Yudhoyono ini baru akan disampaikan setelah penghitungan manual hasil Pileg oleh lembaga Komisi Pemilihan Umum tuntas.

Berdasarkan quick count sejumlah lembaga survei terhadap hasil Pemilu Legislatif 2014, posisi partai dapat dipetakan menjadi tiga.

Posisi papan atas diduduki oleh PDI Perjuangan, Partai Golkar, dan Partai Gerindra. Sedangkan posisi papan tengah diduduki oleh Partai Demokrat, PKB, PAN, PPP, PKS, Nasdem, dan Hanura. Sementara papan bawah terdiri dari PBB dan PKPI.

Ketiga partai papan atas selama ini sudah mengusung jagonya masing-masing, PDI Perjuangan; Joko Widodo, Partai Golkar; Aburizal Bakrie, dan Partai Gerindra; Prabowo Subianto. Tapi karena hasil Pileg tidak ada partai yang mampu mengumpulkan 20 persen suara secara nasional, mereka tidak bisa mengusung sendiri kandidatnya ke bursa Pilpres.

Sebagaimana Undang-Undang Nomor 42 tahun 2008 tentang Pemilihan Presiden, syarat mengusung capres-cawapres, yakni 20 persen perolehan kursi DPR atau 25 persen perolehan suara sah nasional. Itu sebabnya, partai-partai itu harus berkoalisi dengan partai-partai lain untuk mencapai 20 persen suara.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Rhoma Klaim PKB Tidak Sodorkan Nama Cawapres

Rhoma Klaim PKB Tidak Sodorkan Nama Cawapres

News | Senin, 14 April 2014 | 14:15 WIB

Jokowi Tunggu Nama Cawapres dari PKB

Jokowi Tunggu Nama Cawapres dari PKB

News | Senin, 14 April 2014 | 13:37 WIB

Aher: Koalisi Poros Tengah Sulit Terwujud

Aher: Koalisi Poros Tengah Sulit Terwujud

News | Senin, 14 April 2014 | 13:08 WIB

Tak Ada Tokoh yang Bisa Diusung Bersama, Koalisi Partai Islam Sulit Dibentuk

Tak Ada Tokoh yang Bisa Diusung Bersama, Koalisi Partai Islam Sulit Dibentuk

News | Senin, 14 April 2014 | 12:58 WIB

Ikut Kampanye Gerindra, Suryadharma Ali Dinilai Permalukan PPP

Ikut Kampanye Gerindra, Suryadharma Ali Dinilai Permalukan PPP

News | Minggu, 13 April 2014 | 22:47 WIB

Terkini

Waka DPR Soroti Darurat Kekerasan Seksual di Pendidikan: Harus Ada Efek Jera dan Sanksi Berat!

Waka DPR Soroti Darurat Kekerasan Seksual di Pendidikan: Harus Ada Efek Jera dan Sanksi Berat!

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 20:37 WIB

Kata Pengamat Soal Rupiah Melemah: Jangan Panik, Tak Bakal Ganggu Daya Beli

Kata Pengamat Soal Rupiah Melemah: Jangan Panik, Tak Bakal Ganggu Daya Beli

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 20:08 WIB

Kemensos Siapkan Skema Transisi Dapur Mandiri Siswa Sekolah Rakyat

Kemensos Siapkan Skema Transisi Dapur Mandiri Siswa Sekolah Rakyat

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 20:07 WIB

Gus Ipul Pastikan Pengadaan Sepatu Sekolah Rakyat Transparan

Gus Ipul Pastikan Pengadaan Sepatu Sekolah Rakyat Transparan

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 20:04 WIB

Tutup Program Magang Kemendagri Wamendagri Bima Arya Tekankan Pentingnya Penguatan Karakter

Tutup Program Magang Kemendagri Wamendagri Bima Arya Tekankan Pentingnya Penguatan Karakter

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 20:04 WIB

Evaluasi Rekrutmen Polri: Hapus Kuota Khusus, Libatkan Multi-aktor

Evaluasi Rekrutmen Polri: Hapus Kuota Khusus, Libatkan Multi-aktor

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 19:57 WIB

Revitalisasi 71.744 Sekolah Tahun 2026, Mendikdasmen Siapkan Dana Rp14 Triliun

Revitalisasi 71.744 Sekolah Tahun 2026, Mendikdasmen Siapkan Dana Rp14 Triliun

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 19:49 WIB

Peneliti Temukan Cara Ubah Kulit Kayu Eukaliptus Jadi Penangkap Polusi, Seberapa Efektif?

Peneliti Temukan Cara Ubah Kulit Kayu Eukaliptus Jadi Penangkap Polusi, Seberapa Efektif?

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 19:47 WIB

Wamendagri Bima: Tantangan Perubahan Iklim Bukan Lagi Regulasi, Tetapi Eksekusi di Daerah

Wamendagri Bima: Tantangan Perubahan Iklim Bukan Lagi Regulasi, Tetapi Eksekusi di Daerah

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 19:40 WIB

BGN Bantah Siswa SD di Pemalang Dikeluarkan Gara-gara Kritik MBG: Itu Tidak Benar

BGN Bantah Siswa SD di Pemalang Dikeluarkan Gara-gara Kritik MBG: Itu Tidak Benar

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 19:24 WIB