Suara.com - Pemerintah Kota Sukabumi, Jawa Barat berencana memindahkan tempat pemeriksaan korban pelecehan seksual oleh AS alias Emon. Pemindahan tersebut dilakukan guna menjaga privasi korban dan steril dari media.
"Untuk lokasinya akan kami rahasiakan dahulu dan steril dari pantauan media dengan tujuan untuk menjaga privasi si korban dan keluarganya dan mengurangi trauma mereka," kata Wakil Wali Kota Sukabumi, Ahmad Fahmi kepada wartawan, Senin (5/5/2014).
Menurut Fahmi, suasana ruangan BAP, visum dan psikologi pun akan dibuat senyaman mungkin untuk si anak. Selain itu baik psikolog, petugas yang melakukan pemeriksaan BAP dan visum juga akan menggunakan pakaian yang nyaman dilihat oleh para korban atau tidak menggunakan seragam dinas.
Tujuannya, kata dia, agar para korban kekerasan seksual yang dilakukan AS oleh Emon bisa segera sembuh dari beban traumatiknya.
Lebih lanjut, pelayanan pelaporan dan pemeriksaan terhadap korban kekerasan seksual juga akan dipusatkan di satu titik saja agar si korban tidak bolak-balik.
"Kami akan menangani kasus ini secara serius dengan membantu para korban dan keluarganya untuk keluar dari traumanya tersebut. Bantuan akan kami lakukan hingga si korban benar-benar sembuh baik kejiwaannya maupun jasmaninya," tambahanya. (Antara)