Warga Thailand ke Militer: Musik Anda Perlu Direformasi

Ruben Setiawan

Jum'at, 23 Mei 2014 | 18:17 WIB
Warga Thailand ke Militer: Musik Anda Perlu Direformasi
Dua tentara Thailand berjaga di sebuah lokasi aksi kelompok "Kaos Merah". (Reuters/Athit Perawongmetha)

Suara.com - Kudeta yang dilakukan militer Thailand menuai pro dan kontra di kalangan media dan juga warga. Sebagian besar awak media menentang sensor besar-besaran yang dilakukan militer menyusul kudeta. Namun, ada pula warga yang mendukung kudeta dan berbagai kebijakan yang menyusul sesudahnya.

Pascakudeta, militer Thailand melarang televisi bersiaran. Jika bersiaran sekalipun, semua televisi hanya boleh menayangkan konten militer, seperti lagu-lagu bertemakan militer. Hal tersebut menuai protes dari banyak pihak. Sebagian besar protes dilayangkan lewat media sosial, yang masih diperbolehkan digunakan.

"Karena Anda mereformasi politik, Anda juga harus mereformasi musik Anda," tulis seorang pengguna Facebook.

Tak cuma itu, militer juga mengawasi peredaran media di negeri gajah putih tersebut. Militer punya otoritas untuk melarang publikasi, distribusi, dan penjualan media yang dinilai berbau provokasi.

Media cetak juga menjadi sasaran sensor. Kinokuniya, sebuah toko buku di Bangkok, mengaku telah menerima perintah untuk tidak lagi memajang delapan judul buku di rak mereka. Beberapa di antaranya merupakan buku yang memuat tulisan mengenai perpecahan politik di Thailand.

Aktivitas di media sosial juga dibatasi. Warga Thailand diperingatkan untuk tidak melakukan penghasutan atau apapun yang membuat situasi memburuk melalui media sosial. Militer bahkan membentuk sebuah unit khusus untuk mengawasi aktivitas warga Thailand di media sosial. Kendati demikian, militer tidak memblokir layanan Twitter dan Facebook. Tagar #ThailandCoup dan #ThaiCoup menjadi trending topic di antara warga untuk berbagi perkembangan terbaru di dalam negeri.

Namun, tidak semua menentang kudeta militer. Sejumlah warga justru memandang apa yang dilakukan militer adalah langkah tepat.

"Jika militer tidak melakukan ini (kudeta), masalah Thailand akan berlarut-larut. Teman-teman dan saya menyambut baik berita (kudeta) dan turut menyanyikan lagu-lagu militer yang ditayangkan di televisi," kata Narissa Longsiri, seorang pekerja kantoran di Bangkok.

Narissa merupakan salah satu peserta demonstrasi anti-pemerintah. (Reuters/Newser)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Krisis Politik Paksa Honda Pangkas Produksi Mobil di Thailand

Krisis Politik Paksa Honda Pangkas Produksi Mobil di Thailand

Otomotif | Jum'at, 23 Mei 2014 | 14:54 WIB

Junta Militer Thailand Larang 155 Orang ke Luar Negeri

Junta Militer Thailand Larang 155 Orang ke Luar Negeri

News | Jum'at, 23 Mei 2014 | 12:41 WIB

Sekjen PBB Desak Militer Thailand Kembalikan Pemerintahan Sipil

Sekjen PBB Desak Militer Thailand Kembalikan Pemerintahan Sipil

News | Jum'at, 23 Mei 2014 | 11:21 WIB

Militer Batasi Siaran Televisi dan Radio Thailand

Militer Batasi Siaran Televisi dan Radio Thailand

News | Kamis, 22 Mei 2014 | 19:06 WIB

Terkini

Dry Ice Diuji untuk Atasi Kabut Asap, Mengapa Sumsel Masih Diselimuti Asap Pekat Berbahaya?

Dry Ice Diuji untuk Atasi Kabut Asap, Mengapa Sumsel Masih Diselimuti Asap Pekat Berbahaya?

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 23:55 WIB

Terjaring OTT, KPK Periksa Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo di Mapolresta Klaten

Terjaring OTT, KPK Periksa Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo di Mapolresta Klaten

Jawa Tengah | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Daftar 16 Perusahaan Perkebunan dan HTI Diusut Soal Karhutla Sumsel, Baru PT RAS Punya Tersangka

Daftar 16 Perusahaan Perkebunan dan HTI Diusut Soal Karhutla Sumsel, Baru PT RAS Punya Tersangka

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:50 WIB

Nestle Indonesia Gandeng Kemendag, Perkuat Daya Saing Produk Lokal di Pasar Global

Nestle Indonesia Gandeng Kemendag, Perkuat Daya Saing Produk Lokal di Pasar Global

Bisnis | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:49 WIB

Koalisi Pers Sumsel Desak Evaluasi Pengamanan Demo Usai Tiga Wartawan Dikeroyok

Koalisi Pers Sumsel Desak Evaluasi Pengamanan Demo Usai Tiga Wartawan Dikeroyok

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:46 WIB

Kasus Karhutla Sumsel: 16 Perusahaan Diusut, Mengapa Baru PT RAS Ditetapkan Tersangka?

Kasus Karhutla Sumsel: 16 Perusahaan Diusut, Mengapa Baru PT RAS Ditetapkan Tersangka?

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:21 WIB

Dirut Jadi Tersangka Korupsi Nikel, PT CNI Hormati Proses Hukum

Dirut Jadi Tersangka Korupsi Nikel, PT CNI Hormati Proses Hukum

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:11 WIB

Kejagung Ungkap Alasan Jabatan Kajati Diusulkan Setara Bintang Tiga

Kejagung Ungkap Alasan Jabatan Kajati Diusulkan Setara Bintang Tiga

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:04 WIB

Setahun Kepergian Kartini Muljadi, Nilai Kebaikannya Dihidupkan Lewat Tiga Program Sosial

Setahun Kepergian Kartini Muljadi, Nilai Kebaikannya Dihidupkan Lewat Tiga Program Sosial

Lifestyle | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:02 WIB

Penyebab Banjir Nepal Bisa Setinggi 25 Meter Terkuak, Dunia Diambang Kiamat?

Penyebab Banjir Nepal Bisa Setinggi 25 Meter Terkuak, Dunia Diambang Kiamat?

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:02 WIB

×