Aria Bima Singgung Kubu Prabowo Nyanyikan "Garuda di Dadaku"

Laban Laisila

Kamis, 05 Juni 2014 | 14:59 WIB
Aria Bima Singgung Kubu Prabowo Nyanyikan "Garuda di Dadaku"
Capres-cawapres nomor urut 1, Prabowo-Hatta. [suara.com/Bowo Raharjo]

Suara.com - Tim Kampanye calon presiden (capres) Joko Widodo (Jokowi) dan calon wakil presiden (cawapres) Jusuf Kalla (JK), Aria Bima menyindir simpatisan capres Prabowo Subianto dan simpatisan cawapres Hatta Rajasa.

Hal itu dilontarkan Aria usai memberikan klarifikasi soal klarifikasi tudingan menggunakan fasilitas Komisi Pemiluhan Umum (KPU) untuk kampanye terselubung.

"Yang nggak boleh heboh di dalam ruangan KPU. Suporter kita itu di luar (halaman KPU). Saya kan nggak laporkan yang lain, yang lain di dalam (ruangan KPU) malah ada yang nyanyi lagu ‘Garuda Didadaku, Prabowo Harus Menang," kata Bima, di Kantor Bawaslu, Kamis (5/6/2014).

Dia malah bingung, ketika suporter Jokowi-JK menyanyikan yel-yel di halaman gedung KPU dilaporkan melanggar ke Bawaslu.

Menurutnya itu tidak melanggar, sebab, para suporter datang dengan undangan resmi. Bima mengatakan yang tidak boleh adalah memobilisasi massa di luar gedung KPU dan menyanyikan yel-yel di dalam Kantor KPU.

"Saya nyanyi di KPU kok dilaporin," tuturnya.

Dia yang memberikan klarifikasi soal penggunaan fasilitas KPU kepada Bawaslu, mengaku hanya listrik yang dia gunakan di KPU. Sebab, seluruh alat yang dia bawa untuk menyanyikan yel-yel Jokowi-JK.

"Tidak ada penggunaan fasilitas KPU, saya bawa barang sendiri, nyolok listrik KPU iya," kata Bima

Katanya, yel-yel yang dikumandangkan suporter capres-cawapres usai pengambilan nomor memang lumrah. Hal itu sudah dia temui selama menjadi tim pemenangan Pemilu selama tiga kali.

"Nah dulu-dulu kan ada yang menggunakan cheersleader, enggak papa kan. Yang saya bingung. Yang saya bingung kemarin itu dari pihak Prabowo, di luar (halaman KPU) dia banyak orang tapi kok tidak ada ekspresi sama sekali," tuturnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Kampanye Di Aceh, JK Cerita Peran Damaikan Konflik

Kampanye Di Aceh, JK Cerita Peran Damaikan Konflik

News | Kamis, 05 Juni 2014 | 14:50 WIB

Survei Soegeng Sarjadi: Prabowo-Hatta Tegas, Jokowi-JK Perhatian ke Rakyat

Survei Soegeng Sarjadi: Prabowo-Hatta Tegas, Jokowi-JK Perhatian ke Rakyat

News | Kamis, 05 Juni 2014 | 14:17 WIB

Bawaslu Layangkan Panggilan Kedua kepada Jokowi

Bawaslu Layangkan Panggilan Kedua kepada Jokowi

News | Kamis, 05 Juni 2014 | 13:29 WIB

Pendukung Prabowo-Hatta Deklarasi di Benteng Peninggalan Inggris

Pendukung Prabowo-Hatta Deklarasi di Benteng Peninggalan Inggris

News | Kamis, 05 Juni 2014 | 13:15 WIB

Terkini

Indonesia Dinilai Terjebak 'Carbon Lock-in', Mengapa Target Energi Bersih Berisiko Sulit Tercapai?

Indonesia Dinilai Terjebak 'Carbon Lock-in', Mengapa Target Energi Bersih Berisiko Sulit Tercapai?

News | Rabu, 15 Juli 2026 | 12:14 WIB

Habis Serang AS, IRGC Iran Hasut Warga Yordania: Bebaskan Tanah Islam dari Penjajah Amerika

Habis Serang AS, IRGC Iran Hasut Warga Yordania: Bebaskan Tanah Islam dari Penjajah Amerika

News | Rabu, 15 Juli 2026 | 12:14 WIB

Militer AS 'Berencana' Langgar Konvensi Jenewa 1949, Ancam Stabilitas Dunia

Militer AS 'Berencana' Langgar Konvensi Jenewa 1949, Ancam Stabilitas Dunia

News | Rabu, 15 Juli 2026 | 12:09 WIB

Tanaman Malapari Berpotensi Jadi Komoditas Bioenergi, Bagaimana BRIN Dorong Pengembangannya?

Tanaman Malapari Berpotensi Jadi Komoditas Bioenergi, Bagaimana BRIN Dorong Pengembangannya?

News | Rabu, 15 Juli 2026 | 12:08 WIB

Amerika Serikat Mau Hentikan Bantuan Rp 59,63 Triliun ke Israel

Amerika Serikat Mau Hentikan Bantuan Rp 59,63 Triliun ke Israel

News | Rabu, 15 Juli 2026 | 11:59 WIB

Babak Baru Kasus Nadiem Makarim, Sidang Banding Akan Digelar Awal Agustus

Babak Baru Kasus Nadiem Makarim, Sidang Banding Akan Digelar Awal Agustus

News | Rabu, 15 Juli 2026 | 11:45 WIB

Usai Diambil Alih, Kawasan Hotel Sultan Akan Disulap Jadi Sumber Baru Pemasukan Negara

Usai Diambil Alih, Kawasan Hotel Sultan Akan Disulap Jadi Sumber Baru Pemasukan Negara

News | Rabu, 15 Juli 2026 | 11:43 WIB

Dituding Penjahat Perang, Amerika Diadukan ke PBB Usai Serang Warga Sipil di Iran Selatan

Dituding Penjahat Perang, Amerika Diadukan ke PBB Usai Serang Warga Sipil di Iran Selatan

News | Rabu, 15 Juli 2026 | 11:39 WIB

Kondisi Remaja Korban Rudapaksa 27 Pria di Sampang Membaik, Korban Mulai Berani Bercerita

Kondisi Remaja Korban Rudapaksa 27 Pria di Sampang Membaik, Korban Mulai Berani Bercerita

News | Rabu, 15 Juli 2026 | 11:30 WIB

Peron Baru Stasiun Bogor Beroperasi Hari Ini, Siap Layani KRL 12 Gerbong

Peron Baru Stasiun Bogor Beroperasi Hari Ini, Siap Layani KRL 12 Gerbong

News | Rabu, 15 Juli 2026 | 11:24 WIB

×