Ketum Ansor: Indonesia Banyak Masalah, Tak Boleh Dipimpin Orang Bermasalah

Liberty Jemadu

Kamis, 19 Juni 2014 | 00:42 WIB
Ketum Ansor: Indonesia Banyak Masalah, Tak Boleh Dipimpin Orang Bermasalah
Jusuf Kalla (kedua kanan) dan Menag Lukman Hakim (ketiga kiri) menghadiri 100 tahun Ponpes Salafiyah Syafi'iyah, Situbondo, Jawa Timur, Selasa (17/6). [Antara/Rosa Panggabean]

Suara.com - Ketua Umum PP GP Ansor, Nusron Wahid menegaskan bahwa Ansor sebagai jam'iyah atau organisasi bersifat netral, tapi anggotanya secara jamaah tidak netral, karena memilih pemimpin dalam pandangan NU adalah wajib.

"Kalau jamaah Ansor mendukung Cawapres Jusuf Kalla, saya kira wajar, karena beliau merupakan orang NU, beliau adalah Mustasyar (penasehat) PBNU. Kalau kiai-kiai memilih calon yang bukan NU berarti beliau lupa dengan sejarah NU," katanya di Surabaya, Rabu malam.

Dalam sambutan pada deklarasi "Gerakan Indonesia Mengaji" dengan tema "Revolusi Mental berbasis Ahlussunnah wal Jamaah" di GOR Pantjasila Surabaya yang dihadiri Jusuf Kalla itu, ia mengatakan dirinya juga tidak perlu bersikap non-aktif sebagai ketua umum.

"Buat apa non-aktif, saya 'kan bukan tim sukses, kalau saya mendukung Pak Jusuf Kalla, maka dukungan itu bersifat 'Ukhuwah Nahdliyyah'. Apalagi, kita hanya ngomong revolusi mental kok. Itu juga bukan hal baru, karena Ansor sudah lama melakukan revolusi mental, yakni pembenahan akhlak," katanya.

Pertimbangan lainnya, negara ini banyak masalah sehingga tidak boleh dipimpin oleh orang yang banyak masalah.

"Secara moralitas orang yang banyak masalah itu tidak berhak untuk memimpin," katanya.

Senada dengan itu, Ketua PW GP Ansor Jatim Tri Budi mengatakan Ansor itu ibarat anak kepada ayahandanya. "Kalau ayahanda datang dari jauh (Jakarta) untuk singgah ke rumah kita, tentu boleh," katanya.

Dalam sambutan di hadapan ribuan kader Ansor/Banser, Cawapres Jusuf Kalla mengaku memahami betul tradisi yang ada di NU, termasuk Ansor, karena dirinya semasa muda pernah aktif dalam Pandu Ansor.

"Saya juga tahu peran Ansor pada masa lalu yang berjuang melawan tantangan komunisme, tapi tantangan ke depan adalah bagaimana bangsa ini lebih maju, sejahtera dan dihargai," katanya.

Untuk menjawab tantangan masa kini, ia mengatakan perlu dua hal yakni kerja keras dengan ilmu pengetahuan.

"Negara yang maju butuh pemimpin yang jujur. Jika saya dan Jokowi terpilih akan saya kerahkan jiwa raga demi kesejahteraan rakyat," katanya.

Dalam kesempatan itu, Nusron Wahid meyakini mayoritas warga NU akan memilih pasangan Jokowi-JK, karena ada kader NU di dalamnya (JK/Jusuf Kalla).

"Karena itu, saya tidak yakin kalau elektabilitas Jokowi-JK tidak bergerak naik bila dibandingkan dengan elektabilitas calon lain yang meningkat tajam, saya tidak yakin, karena di lapangan tidak seperti itu, kita lihat saja nanti," katanya.

Pilpres 2014 pada 9 Juli akan diikuti dua pasangan calon yakni pasangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa dan pasangan Joko Widodo-Jusuf Kalla. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Komunitas KRL Laporkan Timses Jokowi-JK ke Bawaslu

Komunitas KRL Laporkan Timses Jokowi-JK ke Bawaslu

News | Rabu, 18 Juni 2014 | 22:43 WIB

Kapolri Diserbu Pertanyaan Soal Penanganan Kampanye Fitnah oleh DPR

Kapolri Diserbu Pertanyaan Soal Penanganan Kampanye Fitnah oleh DPR

News | Rabu, 18 Juni 2014 | 20:46 WIB

Kubu Prabowo-Hatta  Klaim Lambang Garuda Merah Hanya Marketing

Kubu Prabowo-Hatta Klaim Lambang Garuda Merah Hanya Marketing

News | Rabu, 18 Juni 2014 | 20:05 WIB

Timses: Prabowo Tidak Mau Dikendalikan

Timses: Prabowo Tidak Mau Dikendalikan

News | Rabu, 18 Juni 2014 | 17:14 WIB

Terkini

Tumbuh Berkelanjutan, BRI Mulai Rangkaian Perayaan HUT ke-131

Tumbuh Berkelanjutan, BRI Mulai Rangkaian Perayaan HUT ke-131

Sumsel | Rabu, 21 Oktober 2026 | 20:12 WIB

Sambut HUT ke-131, BRI Perkuat Komitmen Memajukan Negeri

Sambut HUT ke-131, BRI Perkuat Komitmen Memajukan Negeri

Sumut | Rabu, 21 Oktober 2026 | 20:02 WIB

Pakar UGM Sentil Dua Tahun Prabowo-Gibran, Jangan Cuma Retorika, Rakyat Butuh Aksi Nyata

Pakar UGM Sentil Dua Tahun Prabowo-Gibran, Jangan Cuma Retorika, Rakyat Butuh Aksi Nyata

Jogja | Rabu, 21 Oktober 2026 | 20:01 WIB

Mac & Cheese: Kisah Kocak Dua Makanan yang Menemukan Persahabatan

Mac & Cheese: Kisah Kocak Dua Makanan yang Menemukan Persahabatan

Your Say | Rabu, 21 Oktober 2026 | 20:00 WIB

Tak Hanya Jualan Candi dan Keraton untuk Dongkrak Pariwisata, Jogja Bidik Javanese Wellness Tourism

Tak Hanya Jualan Candi dan Keraton untuk Dongkrak Pariwisata, Jogja Bidik Javanese Wellness Tourism

Jogja | Rabu, 21 Oktober 2026 | 19:53 WIB

Ricuh Suporter Persita vs Persija Berujung Sanksi, Total Denda Tembus Rp130 Juta

Ricuh Suporter Persita vs Persija Berujung Sanksi, Total Denda Tembus Rp130 Juta

Bola | Rabu, 21 Oktober 2026 | 19:51 WIB

Keributan Suporter PSGC vs PSIS Berujung Sanksi Berat, Naga Warak Dihukum 6 Laga Away

Keributan Suporter PSGC vs PSIS Berujung Sanksi Berat, Naga Warak Dihukum 6 Laga Away

Bola | Rabu, 21 Oktober 2026 | 19:51 WIB

Arti Bau Kemenyan atau Bunga Kantil di Rumah padahal Tidak Ada Wewangian

Arti Bau Kemenyan atau Bunga Kantil di Rumah padahal Tidak Ada Wewangian

Lifestyle | Rabu, 21 Oktober 2026 | 19:48 WIB

Rahasia Awet Muda BCL di Usia 40-an: Tolak Ubah Wajah, Pilih Cara Ini Agar Tetap Segar

Rahasia Awet Muda BCL di Usia 40-an: Tolak Ubah Wajah, Pilih Cara Ini Agar Tetap Segar

Lifestyle | Rabu, 21 Oktober 2026 | 19:47 WIB

Leapmotor Sebut Penghapusan Ganjil Genap Bisa Pengaruhi Minat Beli Mobil Listrik

Leapmotor Sebut Penghapusan Ganjil Genap Bisa Pengaruhi Minat Beli Mobil Listrik

Otomotif | Rabu, 21 Oktober 2026 | 19:45 WIB

×