Array

Ramadan Kian Dekat, 49 Kilometer Jalur Mudik Jatim Malah Rusak

Ardi Mandiri Suara.Com
Jum'at, 20 Juni 2014 | 05:13 WIB
Ramadan Kian Dekat, 49 Kilometer Jalur Mudik Jatim Malah Rusak
Ilustrasi jalanan rusak dan berlubang. [Antara/Feri Purnama]

Suara.com - Sejumlah jalur di Bangkalan, Jawa Timur, rusak sepanjang 49 kilometer dan perlu diperbaiki secepatnya untuk kelancaran arus mudik lebaran.

"Dari 49 kilometer jalur mudik yang rusak ini, 15 kilometer di antaranya tergolong rusak parah," kata Kepala Pembantu UPTD PU Bina Marga Pamekasan Akh Rifadi, saat melakukan kunjungan kerja ke Bangkalan, Kamis (19/6/2014).

Ia menjelaskan, pemerintah sebenarnya telah menyediakan anggaran untuk perbaikan jalan yang rusak itu. Hanya saja, alokasi anggaran yang tersedia tidak cukup untuk melakukan perbaikan.

"Karena itu, perbaikan jalur mudik yang rusak di Bangkalan ini nantinya kami siasati dengan tambal sulam dulu," kata Rifadi.

Alokasi anggaran yang disediakan Pemprov Jatim untuk perbaikan jalan rusak di Bangkalan sebanyak Rp950 juta dan merupakan anggaran rutin.

Menurut Akh Rifadi, dari 15 kilometer jalan rusak yang ada di Bangkalan itu, sepanjang enam kilometer di antaranya sangat parah.

Kerusakan jalur mudik yang tergolong parah itu meliputi Jalan Raya Desa Ra'as, Kecamatan Arosbaya, Jalan Raya Desa Maneraon dan Lembung Kecamatan Sepuluh, serta Jalan Raya Desa Banyusangka dan Macajeh Kecamatan Tanjung Bumi.

"Untuk jalan rusak yang tergolong sangat parah ini tidak bisa hanya dilakukan dengan cara tambal sulam, tapi membutuhkan perbaikan total," kata Rifadi.

Ia memperkirakan perbaikan jalur mudik yang rusaknya sangat parah itu sekitar Rp5 miliar per kilometer.

"Kami sudah melaporkan kerusakan jalur mudik di Bangkalan ini ke Pemprov Jatim agar segera diperbaiki, sebab jika tidak, maka pada musim mudik lebaran nanti akan banyak pemudik yang mengalami kecelakaan lalu lintas," kata Rifadi.

Di Bangkalan, katanya, kerusakan jalur mudik lebaran tidak hanya terjadi di wilayah selatan, akan tetapi juga di sebagian jalur pantai utara (Pantura).

"Kalau di Pantura ini penyebabnya karena banyak kendaraan yang melintas melebihi kapasitas jalan. Karena berdasarkan aturan muatan satuan terberat (MST) di jalur pantura tidak boleh lebih dari 10 ton. Sedangkan kendaraan yang melintas banyak yang lebih dari ketentuan itu," kata Akh Rifadi menjelaskan.

Di samping kapasitas muatan kendaraan yang melintas banyak yang melebihi ketentuan, yang juga menjadi penyebab, karena umur jalan sudah tua. Jalur Pantura Bangkalan telah diperbaiki tahun 1991, namun hingga 2014 ini belum diperbaiki. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan John Herdman? Pelatih Baru Timnas Indonesia
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Otak Kanan vs Otak Kiri, Kamu Tim Kreatif atau Logis?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 10 Soal Bahasa Inggris Kelas 12 SMA Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Sehat Ginjalmu? Cek Kebiasaan Harianmu yang Berisiko Merusak Ginjal
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI