Pemudik Naik Kendaraan Pribadi Berkurang, Kecelakaan Mudik 2026 Turun 6,3 Persen

Mohammad Fadil Djailani, Fakhri Fuadi Muflih

Selasa, 14 April 2026 | 06:46 WIB
Pemudik Naik Kendaraan Pribadi Berkurang, Kecelakaan Mudik 2026 Turun 6,3 Persen
Foto udara antrean kendaraan yang memasuki Gerbang Tol Banyumanik menuju arah Jakarta di Semarang, Jawa Tengah, Rabu (25/3/2026). [ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/nz]
baca 10 detik
  • Insiden lalin mudik 2026 turun 6,31%, bukti efektivitas pengamanan.
  • Pemudik mulai beralih ke transportasi umum yang lebih aman.
  • Penurunan kecelakaan menekan kerugian material dan beban sosial nasional.

Suara.com - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mencatat angka kecelakaan selama arus mudik dan balik Lebaran 2026 mengalami penurunan. Tren ini sejalan dengan berkurangnya penggunaan kendaraan pribadi oleh pemudik.

Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi menyebufbangka kecelakaan turun 6,3 persen dibandingkan tahun 2025. Sementara itu, tingkat fatalitas atau kecelakaan yang menyebabkan kematian juga turun signifikan sebesar 17,19 persen.

"Berdasarkan data IRSMS Korlantas Polri, angka kecelakaan menurun 6,3 persen dibandingkan 2025. Tingkat fatalitas juga menurun sebesar 17,19 persen dibandingkan tahun 2025," kata Dudy dalam rapat Komisi V DPR RI, Senin (13/4/2026).

Ia menilai perubahan pola perjalanan masyarakat menjadi faktor penting di balik penurunan tersebut. Pemudik mulai beralih dari kendaraan pribadi ke angkutan umum dan program mudik gratis.

Dudy menjelaskan, pihaknya mencatat sebanyak 78,5 persen peserta mudik gratis beralih dari kendaraan pribadi, terutama sepeda motor. Pergeseran ini dinilai mampu menekan risiko kecelakaan di jalan raya.

"Program mudik gratis ini menunjukkan efektivitas, dengan 78,5 persen peserta mudik gratis beralih dari kendaraan pribadi khususnya sepeda motor," ujar Dudy.

Selain itu, ia juga menerapkan pembatasan angkutan barang selama periode mudik. Kebijakan ini menurunkan volume kendaraan berat di jalan hingga 74,56 persen.

Penurunan kendaraan berat tersebut membuat arus lalu lintas lebih terkendali. Kondisi ini turut mengurangi potensi kecelakaan di sejumlah titik rawan.
Dudy menegaskan pemerintah akan terus memperkuat kebijakan keselamatan transportasi.

"Seluruh kebijakan ini diarahkan untuk memastikan penyelenggaraan angkutan lebaran yang aman, selamat, tertib, dan lancar," pungkas Dudy.

baca juga

Disisi lain Ketua Komisi V DPR RI Lazarus menyoroti penggunaan rekayasa lalu lintas contra flow dalam penanganan arus mudik Lebaran 2026. Ia menilai kebijakan ini masih terlalu sering digunakan sebagai solusi utama untuk mengurai kemacetan.

Menurutnya, contra flow merupakan opsi terakhir untuk penanganan kemacetan saat musik. Pemerintah perlu mengedepankan perencanaan lalu lintas yang lebih matang sebelum menerapkan skema darurat.

"Contra flow harusnya jadi pilihan terakhir, bukan solusi utama," kata Lazarus.

Sebagai informasi, contra flow merupakan rekayasa lalu lintas dengan memanfaatkan sebagian lajur dari arah berlawanan untuk menambah kapasitas jalan di satu arah. Kebijakan ini biasanya diterapkan saat terjadi lonjakan kendaraan pada periode tertentu seperti mudik Lebaran.

Ia juga mengingatkan penerapan contra flow memiliki risiko keselamatan yang tidak kecil. Menurutnya, kebijakan tersebut berpotensi membahayakan baik pengguna jalan maupun petugas di lapangan.

"Contra flow ini juga berbahaya bagi pengendara dan petugas di lapangan," kata Lazarus.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Realisasi Mudik Lebaran 2026 Tembus 147 Juta Orang, Lampaui Target Pemerintah

Realisasi Mudik Lebaran 2026 Tembus 147 Juta Orang, Lampaui Target Pemerintah

Bisnis | Senin, 13 April 2026 | 16:43 WIB

DPR Apresiasi Penyelenggaraan Mudik 2026 yang Lebih Baik dari Tahun Sebelumnya

DPR Apresiasi Penyelenggaraan Mudik 2026 yang Lebih Baik dari Tahun Sebelumnya

DPR | Jum'at, 10 April 2026 | 14:58 WIB

Meski Mudik 2026 Lebih Lancar, DPR Masih Temukan Masalah di Pelabuhan dan Rest Area Tol

Meski Mudik 2026 Lebih Lancar, DPR Masih Temukan Masalah di Pelabuhan dan Rest Area Tol

News | Kamis, 09 April 2026 | 19:27 WIB

Terkini

Rudy Susmanto dan Gerindra Bogor Rapatkan Barisan Kawal Program Prabowo hingga 2029

Rudy Susmanto dan Gerindra Bogor Rapatkan Barisan Kawal Program Prabowo hingga 2029

Bogor | Senin, 12 Oktober 2026 | 23:42 WIB

Menhut Bidik 6 Perusahaan Lagi soal Karhutla, Siapa yang Terancam Kehilangan Izin Usaha?

Menhut Bidik 6 Perusahaan Lagi soal Karhutla, Siapa yang Terancam Kehilangan Izin Usaha?

Kalbar | Senin, 12 Oktober 2026 | 23:35 WIB

Nilai Kinerja Positif, Gerindra Beri Lampu Hijau Rudy Susmanto Lanjut Periode Kedua

Nilai Kinerja Positif, Gerindra Beri Lampu Hijau Rudy Susmanto Lanjut Periode Kedua

Jabar | Senin, 12 Oktober 2026 | 23:35 WIB

Misteri Mayat Membusuk di Podomoro Tenjo, Sempat Titip Kucing ke Tetangga Sebelum Meninggal

Misteri Mayat Membusuk di Podomoro Tenjo, Sempat Titip Kucing ke Tetangga Sebelum Meninggal

Bogor | Senin, 12 Oktober 2026 | 23:16 WIB

Asap Tebal Hambat Pemadaman Karhutla, 3 Helikopter Malaysia Masih Menunggu Respons RI

Asap Tebal Hambat Pemadaman Karhutla, 3 Helikopter Malaysia Masih Menunggu Respons RI

Sumsel | Senin, 12 Oktober 2026 | 23:14 WIB

Hilang 10 Hari, Siswi SMK Asal Tasikmalaya Ditemukan di Apartemen Tangerang

Hilang 10 Hari, Siswi SMK Asal Tasikmalaya Ditemukan di Apartemen Tangerang

Jabar | Senin, 12 Oktober 2026 | 23:03 WIB

Pemkab Bogor Targetkan Utang Proyek Rp44 M Cair Akhir Oktober

Pemkab Bogor Targetkan Utang Proyek Rp44 M Cair Akhir Oktober

Bogor | Senin, 12 Oktober 2026 | 22:55 WIB

Kronologi Bus Persib U-18 Diserang di Batang, Kaca Pecah hingga Official Dikeroyok

Kronologi Bus Persib U-18 Diserang di Batang, Kaca Pecah hingga Official Dikeroyok

Jabar | Senin, 12 Oktober 2026 | 22:48 WIB

PSSI Apresiasi Bobby Nasution Sebagai Satu-satunya Gubernur Peduli Timnas

PSSI Apresiasi Bobby Nasution Sebagai Satu-satunya Gubernur Peduli Timnas

News | Senin, 12 Oktober 2026 | 22:46 WIB

Polda Banten Gagalkan Peredaran 11 Kg Ganja dan Sabu Modus Jasa Ekspedisi di Bogor

Polda Banten Gagalkan Peredaran 11 Kg Ganja dan Sabu Modus Jasa Ekspedisi di Bogor

Banten | Senin, 12 Oktober 2026 | 22:37 WIB

×