Jokowi Mau Dahulukan Pemerataan Ketimbang Pertumbuhan Ekonomi

Laban Laisila | Suara.com

Jum'at, 20 Juni 2014 | 17:32 WIB
Jokowi Mau Dahulukan Pemerataan Ketimbang Pertumbuhan Ekonomi
Capres Jokowi berkunjung ke Cilacap, Jawa Tengah, Jumat (13/6). [suara.com/Bowo Raharjo]

Suara.com - Calon presiden nomor urut dua Joko Widodo berniat untuk mengedepankan pemerataan perekonomian daripada pertumbuhan ekonomi, jika nanti dirinya terpilih dalam Pilpres 9 Juli 2014.

Joko Widodo dalam sebuah acara talkshow di Solo, Jakarta, Jumat (20/6/2014), memang memuji pertumbuhan ekonomi Indonesia yang mampu mencapai peringkat kedua di dunia, tapi pemerataan kesejahteraan penduduk belum tercapai.

Bahkan menurutnya dari tahun ke tahun, jurang perbedaan antara yang miskin dan kaum kaya semakin melebar.

"Dari tahun ke tahun semakin melebar. Seperti pada tahun 2008 persentase perbedaannya sebesar 0,35 persen tapi tahun 2013 menjadi 0,41 persen. Ini sudah parah dan harus dibendung," tutur Jokowi.

Karena itu dirinya sudah menyiapkan strategi untuk memwujudkan rencananya. Semua itu tertuang dalam visi misinya, termasuk salah satu didalamnya adalah visi revolusi mental sebagai senjata pamungkasnya.

Adapun yang menjadi program gebrakannya adalah pembangunan manusia. Menurutnya akan sia-sia kekayaan negara kalau Sumber Daya Manusianya kurang memadai.

"Poin pertama yang paling pentig adalah pembangunan manusia, sdmya, percuma kekayaan alam banyak, tapi klau pembangunan manusianya tidak ada arah," kata Gubernur Jakarta nonaktif ini.

Selain pembangunan SDM, salah satu yang akan dilakukan oleh Jokowi adalah pengembangan energi dengan melakukan revolusi energi yaitu mengalihkan energi minyak ke gas, dan konversi energi lainnya.

"Pengembangan energi akan kita lakukan melalui strategi revolusi energi. Pemabangunan listrik dari batubara, gampang toh, saya akan mintakan menteri untuk bagun itu, berapa megawatt, kalau ga bisa dalam waktu yang ditetapkan siap diganti," tandasnya lagi.

Untuk mendukung rencananya, Jokowi juga akan memberikan kemudahan bagi para pengusaha kecil dan menengah dengan mempercepat pengeluaran izin usaha.

"UMKM, potensi yang besar sekali,tapi harus dipasarkan dan negaralah yg membangunkan strategi pemasarannya. Kita akan mempercepat pengurusan surat izin usaha," jelasnya.

Dengan strateginya tersebut, Jokowi yakin akan mampu mendatangkan kesejateraan secara merata bagi masyarakat.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Bicara Penculikan Aktivis 98, Eks Menpen Desak SBY Tindak Wiranto

Bicara Penculikan Aktivis 98, Eks Menpen Desak SBY Tindak Wiranto

News | Jum'at, 20 Juni 2014 | 16:32 WIB

Jokowi Akan Bentuk Kementerian Baru

Jokowi Akan Bentuk Kementerian Baru

News | Jum'at, 20 Juni 2014 | 16:26 WIB

Presiden SBY Diminta Ikut Hentikan "Black Campaign" Jelang Pilpres

Presiden SBY Diminta Ikut Hentikan "Black Campaign" Jelang Pilpres

News | Jum'at, 20 Juni 2014 | 16:09 WIB

Klarifikasi Soal Pemecatan, Yunus Pamer Keppres Pemberhentian Prabowo

Klarifikasi Soal Pemecatan, Yunus Pamer Keppres Pemberhentian Prabowo

News | Jum'at, 20 Juni 2014 | 16:06 WIB

Terkini

Manuver Gibran dan Prabowo ke NasDem Jadi Sorotan, Arah Politik 2029 Mulai Terbaca?

Manuver Gibran dan Prabowo ke NasDem Jadi Sorotan, Arah Politik 2029 Mulai Terbaca?

News | Selasa, 14 April 2026 | 17:27 WIB

Selat Hormuz Jadi Contoh, Andi Widjajanto Ungkap Ancaman Perang Rantai Pasok

Selat Hormuz Jadi Contoh, Andi Widjajanto Ungkap Ancaman Perang Rantai Pasok

News | Selasa, 14 April 2026 | 17:17 WIB

Gus Irfan Jamin War Tiket Haji Tak Bikin Antrean Hangus: Jemaah Jangan Takut

Gus Irfan Jamin War Tiket Haji Tak Bikin Antrean Hangus: Jemaah Jangan Takut

News | Selasa, 14 April 2026 | 17:16 WIB

Iran Siapkan Senjata Rahasia Serang AS-Israel, Perang Nuklir di Depan Mata?

Iran Siapkan Senjata Rahasia Serang AS-Israel, Perang Nuklir di Depan Mata?

News | Selasa, 14 April 2026 | 17:13 WIB

Daftar Pengusaha Rokok Dibidik KPK di Kasus Bea Cukai, dari Haji Her hingga Rokhmawan

Daftar Pengusaha Rokok Dibidik KPK di Kasus Bea Cukai, dari Haji Her hingga Rokhmawan

News | Selasa, 14 April 2026 | 17:00 WIB

Menteri PPPA Kecam Dugaan Pelecehan di FH UI, Minta Pelaku Dihukum Tegas Sesuai UU TPKS

Menteri PPPA Kecam Dugaan Pelecehan di FH UI, Minta Pelaku Dihukum Tegas Sesuai UU TPKS

News | Selasa, 14 April 2026 | 16:56 WIB

Deforestasi Bergeser ke Timur, Bisakah Indonesia Lindungi Benteng Terakhir Hutannya?

Deforestasi Bergeser ke Timur, Bisakah Indonesia Lindungi Benteng Terakhir Hutannya?

News | Selasa, 14 April 2026 | 16:55 WIB

Menhaj Pastikan Wacana War Tiket Haji Tak Hapus Antrean Jemaah Lama

Menhaj Pastikan Wacana War Tiket Haji Tak Hapus Antrean Jemaah Lama

News | Selasa, 14 April 2026 | 16:47 WIB

DPR Minta Kasus Dugaan Pelecehan di FH UI Diproses Tegas Sesuai Aturan

DPR Minta Kasus Dugaan Pelecehan di FH UI Diproses Tegas Sesuai Aturan

News | Selasa, 14 April 2026 | 16:35 WIB

Dino Patti Djalal: RI Perlu Belajar dari Pakistan, Berani Kritik AS dan Tegakkan Prinsip

Dino Patti Djalal: RI Perlu Belajar dari Pakistan, Berani Kritik AS dan Tegakkan Prinsip

News | Selasa, 14 April 2026 | 16:31 WIB